Senin, 21 Mei 2012

Sungai Yang Jernih

 
Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.
Amsal 4:23

Sungai yang terletak di tengah-tengah dua desa yang berada di bawah kaki gunung Slamet adalah sungai yang sangat jernih. Sungai ini menjadi sumber kehidupan bagi kedua desa yang terletak di sekitar sungai itu. Warga desa memanfaatkan air sungai itu untuk berbagai keperluan seperti mencuci baju, mandi, mengairi sawah, bahkan untuk memasak mereka menggunakan air dari sungai itu.

Tetapi suatu hari warga disekitar sungai tersebut terkejut melihat air di sungai itu yang biasanya jernih, terlihat sangat kotor dan keruh. Mereka semua bingung dan panik, karena sungai itu adalah sumber kehidupan mereka! Lalu beberapa warga pun menyelidiki penyebab kekeruhan air itu. Ketika mereka menyusuri sungai menuju sumber air sungai itu, mereka melihat beberapa ekor kerbau yang sedang mandi di dalam sungai itu. Ternyata kerbau-kerbau itulah penyebab keruhnya air sungai!

Cerita di atas mengingatkan kita akan sebuah hal yang penting dalam kehidupan rohani kita. Sungai dengan air yang jernih bisa berbicara tentang hati yang dipenuhi dengan Firman Tuhan, dan di dalam Amsal 4:23 dikatakan bahwa kita harus menjaga hati kita dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. Menjaga hati memang bukan hal yang mudah, karena kita berurusan dengan sesuatu yang tak terlihat dan tak diketahui siapapun, sehingga yang dapat menjaga hati kita hanya diri kita sendiri, bukan orang lain! Jagai hati kita agar selalu dipenuhi dengan aliran Firman Tuhan, jangan biarkan hal-hal lain mengotori hati kita. Apa yang ada di dalam hati, itulah yang terpancar keluar. Jikalau hati kita penuh dengan Firman Tuhan, pastilah kita menjadi berkat bagi sesama kita. Tuhan memberkati (Author : Yefta Wahyu – Bendahara SuperKids).



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Artikel ini bisa dikomentari melalui kotak dibawah ini

Pengikut Akun Facebook

Pengikut akun Twitter atau Blogger