Tampilkan postingan dengan label EL - A MereNung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label EL - A MereNung. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 Juni 2012

Dari DIA, Oleh DIA, dan untuk DIA

“Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia : Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! ”
(Roma 11:36)

Shalom...
Memperingati Ultah EL-ADONNAI Youth yang ke-14, kali ini Realfresh mengambil tema “Dari Dia oleh Dia dan untuk Dia”. Kami menyadari bahwa EL-Adonnai Youth (EL-A Youth) ada dan berdiri menjadi sebuah komunitas Pemuda-Remaja Kristen semuanya adalah dari Tuhan. Kami dapat beribadah, bertumbuh bersama, dan melayani Tuhan itu semua juga karena anugerah Tuhan yang begitu Luar Biasa. Oleh sebab itu, sama seperti ayat yang tertulis di atas : “Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia...” maka kewajiban kita sebagai anak-anak Tuhan yang dipilih olehNya adalah memberikan yang terbaik untuk Tuhan. Karena Firman Tuhan berkata “Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!”
Apa saja sih yang bisa kita berikan bagi kemuliaan Tuhan?? Berikut adalah beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk memuliakan Tuhan :
1. Mengembangkan talenta yang Tuhan berikan (Matius 25:29). Saudara, Tuhan memberikan kepada setiap orang talenta dan kemampuan. Talenta dan kemampuan setiap orang pun berbeda-beda. Ada yang punya banyak talenta, ada juga yang punya satu talenta. Permasalahannya bukan pada banyak tidaknya talenta dan kemampuan yang dimiliki, tetapi pada kemauan setiap masing-masing orang untuk mengembangkan talenta yang Tuhan sudah berikan. Jangan pendam setiap talenta yang kita punya, jangan juga melihat seberapa banyak talenta yang Tuhan percayakan kepada oran lain. Tetapi lihatlah apa yang kita punya dan kembangkan setiap bakat dan kemampuan yang Tuhan berikan, ketika kita mengembangkan talenta yang Tuhan percayakan maka Tuhan akan mempercayakan talenta – talenta yang lain untuk kita kembangkan lagi. Namun perlu diingat juga, bahwa semakin banyak kita dipercayakan, akan semakin banyak pula kita dituntut. Menjadi orang yang dipercaya oleh Tuhan dibutuhkan hati hamba dan ketaatan yang luar biasa, oleh karena itu mari kita belajar untuk menjadi orang yang bisa dipercaya oleh Tuhan dengan mengembangkan talenta yang Tuhan beri.
2. Menjadi saluran berkat (Amsal 3:27). Saudara, setiap kita pastinya diberkati Tuhan. Berkat yang Tuhan percayakan kepada setiap kita bukan digunakan untuk kesenangan dan kepentingan diri kita sendiri. Tetapi hendaknya kita gunakan  berkat itu untuk memberkati orang lain. Mari kita belajar untuk memberi. Jangan merasa sayang atau eman-eman untuk membagi berkat karena semua yang kita punya berasal dari Tuhan. Percayalah apa yang kita berikan itu tidak akan sia-sia. Karena Firman Tuhan berkata ketika kita menabur benih yang baik maka kita akan menuai dengan sorak-sorai (Mazmur 126:6). Be blessed to be blessing, diberkati untuk memberkati!
3. Menjadi saksi Tuhan (Kisah Para Rasul 1:8). Sudahkan kita menjadi saksi Tuhan? Beranikah kita memberitakan kebenaran? Kebenaran itu bersumber dari Firman Tuhan. Ia menghendaki supaya kita membaca, merenungkan, melakukan, dan membagikan kebenaran Firman Tuhan itu dalam setiap hidup kita. Supaya genaplah Firman Tuhan yang berkata: “Engkau akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” Menjadi saksi Tuhan itu sangat mudah. Banyak cara yang dapat kita lakukan untuk menjadi saksi Tuhan, bisa melalui nasehat kepada teman-teman saat kita sharing, percakapan dengan rekan yang memberkati, mengirim sms yang menguatkan, membuat status-status di jejaring sosial yang memberkati sesama ataupun ketika bertugas memberitakan Firman Tuhan di dalam komsel/ibadah komunitas kita. Setiap kebenaran yang kita bagikan kepada orang lain, akan mengerjakan kebaikan bagi kehidupan orang tersebut. Dan yang terlebih penting adalah memberitakan firman melalui kehidupan kita. Jadi tidak hanya melalui perkataan, tetapi dari sikap hidup kita orang lain bisa melihat kebenaran firman Tuhan. Jadi jangan bosan-bosan memberitakan kebenaran Firman Tuhan. Jadilah saksi Tuhan dimanapun kita berada.
Dari ketiga hal di atas, hendaknya setiap kita belajar untuk memberikan yang terbaik bagi Tuhan. Karena kita ada adalah Dari Dia, oleh Dia dan untuk Dia. Maka kita mau memberikan kemuliaan hanya Bagi Dia Juru Selamat kita. Semakin kita banyak melakukan kebenaran Firman Tuhan, semakin banyak jiwa yang dimenangkan dan tercapailah visi kita yaitu Menjangkau Yang Tidak Terjangkau (To Reach the Unreach). Tuhan  Yesus memberkati. 
Author : Yemima Galih - Sekretaris EL - A YOUTH


Senin, 05 Maret 2012


Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia. Sebab Dia sendiri tahu apa kita, Dia ingat, bahwa kita ini debu. Mazmur 103:13-14

Tidak diragukan lagi, betapa TUHAN mengasihi setiap kita. Seperti bapa sayang anaknya, bahkan kasihNya melebihi kasih seorang ibu. Yang aneh adalah ketika kita malah meragukan kasih TUHAN dalam hidup kita, padahal sudah nyata pengorbananNya di kayu salib, untuk membawa kita hidup kekal bersamaNya. Seringkali kita dibutakan oleh berbagai masalah dan persoalan, yang membuat kita menjadi tidak bisa merasakan kasih TUHAN yang begitu luar biasa. Saudara, ketika kita masih bisa bernafas, bisa melakukan berbagai aktivitas, memiliki kesehatan yang baik, serta bisa makan tiap hari, itu adalah bukti kecil dari kasih TUHAN dalam hidup kita. Seringkali kita hanya menganggap itu hal sepele, sehingga kasih TUHAN itu berlalu begitu saja dan tidak merasuk didalam hati kita. Rasakanlah dari hal yang paling kecil dan renungkan, maka Saudara akan mendapati bahwa dalam kehidupan kita, TUHAN mengalirkan kasih yang begitu luar biasa, kasih yang mengubahkan seluruh hidup kita.
            Tahukah Saudara, bahwa sebenarnya kasih TUHAN lah yang membuat kita menjadi begitu berharga? Tanpa TUHAN, kita bukanlah apa-apa. Namun ada orang-orang Kristen yang memberikan respon yang salah terhadap hal ini. Mereka merasa bahwa Allah menganggap mereka berharga, kemudian mereka menganggap diri mereka pun berharga, dan akhirnya mereka berbuat sesuka hatinya dihadapan TUHAN, melakukan “hal-hal yang tidak tahu diri”. Contohnya seperti apa? Ketika beribadah, masih saja ada orang-orang yang sibuk dengan urusan mereka, mereka chatting, main facebook, twitter, SMSan, dan lain sebagainya. Saudara, kita ini ditebus untuk menjadi umat Allah, jadi kalau waktunya ibadah, ya ibadahlah dengan sungguh-sungguh, jangan diselingi dengan kegiatan-kegiatan yang mengganggu fokus ibadah kita. Maka dari itu, kita perlu menanamkan sikap tahu diri dalam kehidupan kita. Contoh lain, kita mengaku sebagai anak TUHAN, tapi jam doa pribadi kita sering kita tinggalkan. Mungkin kita berkata, “Lha capek kok, seharian melakukan berbagai aktivitas, mau doa sudah keburu tidur.” Ini juga merupakan salah satu sikap tidak tahu diri, lha wong kita sudah diberkati, masakan kita tidak mau berdoa mengucap syukur hanya karena kelelahan? Mari belajar meluangkan waktu untuk TUHAN, TUHAN beri 24 jam itu pasti cukup untuk melakukan berbagai aktivitas kita dan untuk kita bersekutu denganNya. Agar kita tidak berbuat semena-mena, tahu dirilah, bahwa kita ini hanyalah debu, yang hanya bisa berharap pada anugerah TUHAN untuk tetap hidup. Tanpa TUHAN, kita bukanlah apa-apa. Mari kita sama—sama instropeksi diri, masih adakah sikap kita yang tidak tahu diri dihadapanNya? Kalau ada, ubah itu Saudara, tanamkan sikap tahu diri dalam hidup kita!
            Mari kita belajar dari beberapa tokoh Alkitab, bagaimana mereka tahu diri dihadapan TUHAN.
1. Kisah Daud ketika membawa kembali tabut TUHAN ke kota Daud (2 Samuel 6). Yang menjadi teladan dalam kisah ini adalah Daud tidak tanggung-tanggung dalam memuji TUHAN. Banyak orang yang jaim (jaga image) ketika mereka memuji TUHAN. Suaranya pelan sekali waktu nyanyi, bahkan untuk mengangkat tangan pun rasanya berat. Tetapi kalau untuk teriak marah-marah, suaranya bisa keras sekali. Ketika membawa kembali tabut TUHAN ke kota Daud, Daud menari-nari dihadapan TUHAN dengan segenap tenaga, dia sama sekali tidak malu! Bahkan sampai dikatakan oleh istrinya bahwa Daud menari seperti orang gila! TUHAN kita adalah TUHAN yang bertahta atas pujian, kalau kita mengasihi TUHAN, berikan pujian yang terbaik, dengan suara yang paling keras, kalau perlu ekspresikan dalam gerakan dan tarian!
2. Kisah Zakheus (Lukas 19:1-10). Ketika Zakheus menerima Yesus sebagai  Tuhan dan Juruselamat, hal yang ia lakukan adalah memberi dengan tidak tanggung-tanggung. Yesus tidak pernah menyuruh Zakheus untuk mengembalikan harta orang-orang yang diperasnya, tetapi Zakheus dengan sadar melakukannya. Dia tahu diri, bahwa Yesus memberikan keselamatan padanya, dan itu mengajarkannya untuk belajar memberi. Zakheus tidak hanya mengembalikan harta orang yang pernah diperasnya, tetapi ia memberi empat kali lipat. Setelah kita mengenal Yesus, seharusnya memang tampak perubahan hidup seperti yang dialami Zakheus ini. TUHAN memang tidak butuh uang, tetapi banyak orang yang membutuhkan uluran tangan, tahu dirilah, kita ini adalah saluran berkat, jadi belajarlah memberi dengan tidak tanggung-tanggung!
3. Kisah Paulus. Teladan Paulus yang patut kita ikuti adalah tidak tanggung-tanggung dalam mengikut TUHAN. Kalau Saudara mempelajari kehidupan Paulus, maka Saudara akan mendapati betapa Paulus mengikut TUHAN dengan segenap hidupnya, bahkan rela menderita dan mengalami berbagai penganiayaan. Saat-saat ini, saya melihat ada begitu banyak orang mengikut TUHAN, tetapi mereka hanya mengejar berkat. Mereka ikut TUHAN karena katanya di dalam TUHAN segala permasalahan bisa diselesaikan. Mengertilah Saudara, kekristenan bukanlah tentang hal itu. Kekristenan adalah bagaimana kita mengasihi dan menyenangkan hati TUHAN, yang telah menebus kita. Banyak tantangan di dalam kekristenan, tetapi justru itulah yang akan menjadi uijan bagi setiap kita, apakah kita sungguh-sungguh mengikut TUHAN atau tidak. Bagiku, hidup adalah Kristus, dan mati adalah suatu keuntungan.

 Author : Daniel Nova - EL A Youth

AJARKU MEMAHAMI


Siapa yang bijaksana, biarlah ia memahami semuanya ini; siapa yang paham, biarlah ia mengetahuinya; sebab jalan-jalan TUHAN adalah lurus, dan orang benar  menempuhnya, tetapi pemberontak tergelincir di situ. (Hosea 14-10)

Shalom!
Kehdupan merupakan suatu anugerah yang diberikan Tuhan kepada kita. Setiap detik yang terlewatkan tidak akan pernah bisa terulang lagi. Mensyukuri atau meratapi kehidupan merupakan suatu pilihan bagi manusia. Beban kehidupan dan masalah membuat banyak orang tinggal dalam kesuraman dan tidak bisa menikmati hidup yang Tuhan berikan. Akan tetapi banyak juga orang yang secara manusia mereka hidup menderita namun tetap bisa menikmati hidup dan selalu bersyukur. Terlepas dari itu semua, asalkan kita tinggal dalam kebenaran dan dijalan Tuhan, maka sukacita dan keberhasilan akan selalu memenuhi kita. Tidak selamanya masalah itu tinggal, tetapi lebih dari pemenang dalam segala perkara itulah janji dan bagian yang Tuhan sediakan bagi kita.
Tidak mudah mejadi bijaksana dan memahami setiap rencana dan kehendak Tuhan dalam kehidupan kita. Seringkali kita memakai pemikiran dan kekuatan kita sendiri untuk mencari jalan keluar. Bergumul dengan Tuhan menjadi pilihan yang terakhir dan bahkan itupun tidak kita lakukan dengan sungguh-sungguh. Sehingga banyak kita dapati orang-orang yang sudah tinggal di dalam Tuhan masih saja salah jalan dan setia tinggal dalam masalah. Kebanyakan manusia “terkotak” hanya pada masalah yang dianggapnya besar, sehingga dia tidak bisa melihat hal lain selain masalah itu. Fokus orang seperti ini hanya melihat problema tanpa melihat ada kuasa besar yang sebenarnya dapat dengan mudah menyelesaikan masalah orang tersebut.
Untuk mengerti dan memahami setiap rancangan dan kehendak Tuhan membutuhkan kesadaran dari diri kita masing-masing. Kita bisa lihat dari kisah perjalanan bangsa Israel yang keluar dari mesir menuju tanah perjanjian. Bangsa Israel menggambarkan bangsa pilihan dan umat kesayangan seperti kita juga, namun tidak serta merta bangsa itu tahu maksud dan tujuan Tuhan dalam setiap perkara yang mereka hadapi. Tuhan inginkan agar kita memahami dan mengerti dengan benar setiap jalan yang harusnya kita ambil. Ini merupakan suatu proses dimana kadang Tuhan “membiarkan” saat kita mengambil tindakan yang tidak sesuai. Bukan karena Tuhan tidak peduli atau tidak sayang, tetapi karena Tuhan ingin kita belajar dan mengerti dengan sungguh-sungguh. Terkadang jalan Tuhan tidak terselami oleh kita, tetapi yang pasti Dia tidak pernah meninggalkan kita.

“Barangsiapa yang berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat; barangsiapa yang cemar, biarlah ia terus cemar; dan barangsiapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran; barangsiapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya.” (Wahyu 22:11)
           
            Sadarilah bahwa ini adalah masa dimana Tuhan ‘membiarkan’ manusia mengambil keputusan sesuai dengan apa yang diingininya. Kalau kita tidak memahami maksud Tuhan dalam hidup kita, maka bisa saja kita terjerumus pada keputusan yang salah. Saat kita menghadapi setiap hal yang ada di dalam kehidupan kita, kita harus kembali pada kebenaran firman Tuhan yang sejati. Menjadi bijaksana tidaklah mudah, tapi dengan tuntunan Tuhan dan kesadaran pribadi maka kita akan mengerti setiap rencana Tuhan dalam hidup kita. Jangan pernah lupa libatkan Tuhan dalam setiap keputusan yang akan kita ambil. Selalu tinggal dalam Dia dan jaga hidup kita agar kita selalu layak dan kudus dihadapanNya. Dan pasti sukacita dan damai sejahtera akan selalu melingkupi kita. Amin

 Author : Natanael Wahyu - Koordinator EL- AYOUTH

Sabtu, 28 Januari 2012

Jangan Takut

“……………..jangan takut, percaya saja!” (Markus 5:36)
    Semua orang pasti pernah merasakan ketakutan dalam kehidupannya. Saudara, ketika saya masih kecil, saya adalah seorang yang sangat penakut dalam segala hal. Untuk pergi ke toilet pada malam hari saja, saya selalu meminta seseorang untuk menemani saya karena rasa takut yang sangat mencekam, sekalipun sebenarnya tidak ada apa apa yang terjadi. Rasa takut yang menghantui membuat kehidupan ini menjadi tidak nyaman dan sangat sangat terbeban. Pernah suatu hari saya selesai menikmati makan malam saya dan saya harus meletakkan piring kotor di tempat pencucian piring. Waktu itu dirumah saya tempat pencucian piring menjadi tempat yang sangat mengerikan karena gelap dan hanya ada lampu kecil bewarna kuning yang seakan akan justru membuat keadaan makin menyeramkan. Ketika saya melangkah, maka saya tidak kuasa menahan takut sehingga saya berlari dan meletakkan piring secara kasar sehingga suara piring terdengar dengan sangat keras. Dan semua orang yang melihat hal tersebut tertawa dengan sangat luar biasa karena merasa aneh dengan tindakan saya. Saya melakukan hal yang sebenarnya tidak perlu saya lakukan. Ketika saat ini saya melihat kejadian tersebut, maka saya menarik sebuah kesimpulan bahwa “rasa takut membuat seseorang melakukan hal hal dan tindakan yang sebenarnya tidak perlu dilakukan dan justru merugikan kita sendiri”.
    Saudara, mungkin anda tidak pernah mengalami dan melakukan apa yang saya lakukan. Tapi 1 hal yang pasti adalah tentu anda pernah merasakan takut dalam hidup anda. Bukankah kita sering merasa takut karena nilai studi yang kita dapat tidak seperti harapan kita dan orang tua kita?kita sering takut karena deadline hutang yang sudah tinggal sebentar lagi?kita takut karena keluarga kita yang tidak kunjung membaik namun malah makin parah?kita takut karena masalah yang datang silih berganti dan seakan akan tidak ada jalan keluar bagi kita? Anda pasti pernah mengalaminya. Nah saudara yang dikasihi dan mengasihi Tuhan, kita tidak bisa lari dan menghindari rasa takut. Namun melalui renungan ini TUHAN kita yang ajaib ingin mengatakan 1 kalimat kepada kita “jangan takut, percaya saja!!”. Perkataan ini dikatakan Yesus kepada Yairus dalam ayat kita diatas. Bila kita melihat kejadian dan juga peristiwa yairus ini, tidak ada kata lain yang bisa menggambarkan apa yang Yesus katakana selain AMAZING. Sangat dahsyat ketika Yesus mengatakan kepada Yairus, bahwa anaknya hanya tidur, sedangkan semua orang sudah sangat yakin bahwa anaknya sudah mati.
    Saudara yang terkasih, beberapa hal yang bisa kita ambil dari kisah yairus, yang akan mampu menguatkan dan meneguhkan iman kita adalah :
1. Yesus mengatakannya ketika keadaan sudah “tamat”. Dikisahkan dalam ayat diatas bahwa ada orang yang berkata kepada yairus bahwa anaknya sudah mati, sehingga akan sia sia merepotkan Yesus, karena keadaan sudah tamat. Seakan akan sudah tidak ada harapan lagi. Bagi kebanyakan orang, ketika mungkin masih sekarat, maka ada kemungkinan Yesus bisa menyembuhkan, namun ketika sudah mati maka banyak orang berpikir bahwa keadaan sudah tidak bisa berubah. Semua sudah selesai dan tidak ada harapan lagi. Namun disaat yang seperti itu, yang Yesus lakukan adalah sesuatu yang sangat sangat luar biasa. Dia bangkitkan anak yairus dan semua orang bisa melihatnya. Yesus membuka jalan saat seakan tiada jalan. Saudara, apakah hari hari ini engkau merasa bahwa semua masalahmu sudah tidak ada jalan dan harapan lagi?apakah engkau merasa bahwa semua sudah selesai dan tamat?? Bila engkau sedang mengalaminya, lihat dan percayalah DIA akan buka jalan saat seakan tiada jalan. DIA sanggup melakukannya untuk kita.
2. TUHAN ingin kita mengganti takut menjadi percaya. Saat semua terasa sangat menyesakkan untuk Yairus yang mendapat kabar bahwa anaknya sudah mati, maka apa yang Yesus katakana??Yesus melihat ketakutan yang ada dalam diri yairus dan berkata “jangan takut!” kata ini Yesus ucapkan bukan tanpa alasan. Semua orang yang megalami masalah dan mengetahui fakta bahwa masalahnya sudah bisa terselesaikan lagi akan merasa sangat takut, dan itupun dialami serta dirasakan oleh yairus. Namun Yesus hendak mengatakan ini kepada saudara juga, “jangan takut!”. Lalu??setelah kita tidak takut apayang harus kita lakukan? Yesus pun mengatakannya “Percaya saja!!”. Ubahlah ketakutanmu menjadi sebuah kepercayaan kepada DIA. Saudara, DIA sanggup mengubah padang gurun yang panas dan sangat menyiksa menjadi taman TUHAN yang penuh dengan damai sejahtera. Sebab itu, jangan takut!ubah ketakutanmu menjadi kepercayaan, bahwa DIA akan mengganti ketakutanmu dengan damai. DIA akan mengubah masalahmu menjadi batu loncatan yang membuat hidup kita menjadi lebih baik lagi.
3. Rancangan kita bukan rancanganNYA, namun rancanganNYA lah yang terbaik bagi kita. Tentu kita masih ingat kisah tentang Lazarus. Orang yang sangat dikasihi Yesus. Yesus sengaja tinggal 2 hari lebih lama walau Yesus tahu bahwa lazarus itu sedang sekarat dan butuh pertolonganNYA. Namun hal itu dilakukan Yesus justru untuk menyatakan kuasa yang sangat luar biasa. Saudara, bila DIA membiarkan masalah terjadi dan seakan DIA “diam”, yakinlah bahwa DIA sedang menunggu saat yang tepat untuk menyatakan kuasaNya dalam hidup saudara dan saya. Sehingga ketika pertolonganNya datag, kita akan dibuat terpesona.

Kita tidak bisa mengingkari bahwa kita sering merasa takut, namun saudar, JANGAN TAKUT!!PERCAYA SAJA!! Dia akan melakukan perkara yang luar biasa ketika kita mau percaya kepadaNYA dengan segenap hati kita (Mazmur 121:7-8). Hidup kita dijamin oleh DIA, sebab itu mari kita senantiasa percaya. Dan ingat, JANGAN TAKUT! Salam AMAZING. TUHAN Memberkati.

Penulis : Theodorus Miraji - Koordinator Sekolah Minggu

Sabtu, 14 Januari 2012

~ Amazing Grace ~


Menurut anda, apa hal terbesar yang pernah terjadi dalam kehidupan anda?apa hal terbesar yang pernah terjadi dalam pekerjaan dan usaha anda? Mungkin anda pernah mendapatkan bonus besar, anda pernah mendapatkan gaji yang sangat besar dan berbagai prestasi lain dalam kehidupan anda. Namun saudara, di bulan yang penuh dengan sukacita dan berkat TUHAN ini mari kita mengingat dan menghayati kembali anugerah terbesar yang pernah terjadi dan diberikan dalam kehidupan kita. Anugerah luar biasa yang tidak akan pernah kita dapatkan dari manusia. Tidak pernah kita dapatkan daria bos kita, atasan kita, tetangga kita, atau siapapun. Anugerah yang hanya datang dari YESUS, sang juru selamat yang kelahirannya kita rayakan bulan ini. Banyak orang tidak menyadari bahwa anugerah yang YESUS berikan adalah anugerah yang luar biasa. Terkadang kita pun merayakan Natal sebagai sebuah rutinitas dan perayaan tahunan yang wajib diikuti tanpa kita mengerti dengan benar, bahwa Natal adalah cerminan anugerah Luar biasa yang pernah kita dapatkan dan jangan sampai kita sia siakan.
Saudara yang dikasihi dan diberkati TUHAN, bukan tanpa alasan mengapa tema ini diangkat untuk tema RealFresh bulan ini. RealFresh mengajak anda untuk mengingat dan meresapi kembali anugerah luar biasa yang Yesus berikan karena Dia sangat mengasihi kita. kasihNya adalah kasih yang tulus dan murni bagi kita. Dia rela datang dan menunjukkan kerendahhatian, agar kita diangkat dihadapan BAPA. Nah saudara, beberapa hal yang akan kita lihat yang menunjukkan betapa anugerahNya luar biasa dalam hidup kita :
1.    AnugerahNYA diberikan secara Cuma Cuma untuk kita.
Kasih dan anugerah Yesus diberikan tanpa kita membayar satu peser pun. Semua diberikan dengan Cuma Cuma kepada kita asal kita percaya. Siapa di dunia ini yang mampu melakukannya selain Yesus kita yang luar biasa itu?tidak ada. Dewasa ini, semua hal dihitung dengan uang. Ada istilah “tidak ada uang,semua tidak jalan”. Isitilah ini membuat kita tersentak dan begitu miris melihat keadaan dunia kita sekarang. Uang menjadi syarat utama untuk mendapatkan kebaikan dalam hidup. Namun saudara, Yesus kita. Dia TUHAN yang memberikan semua kebaikan dengan gratis. Hanya kita percaya saja, maka dipastikan kita akan menerima anugerah itu. Dia datang karena anugerahNYA luar biasa. Dan anugerah luar biasa itu diberikan untuk saudara dan saya agar kita pun menjadi anakNya yang luar biasa.
2.    AnugerahNYA kekal sampai saat ini.
Hal ke 2 yang membuktikan kepada kita bahwa anugerahNYA luar biasa adalah karena anugerahNYA masih bisa kita rasakan sampai saat ini. anugerahNYA berlaku selamanya selama kita percaya. Bahkan, saat kita tidak percaya dan mendukakan hatiNYA, anugerahNYA tetap mengampuni dan menunggu kita kembali kepadaNYA. Salah satu dari banyak hal yang membuktikan hal ini adalah sampai saat ini kita masih bernafas dan merasakan keindahan hidup dalam TUHAN. Bila bukan karena anugerahNYA, maka kita tidak akan ada sebagai mana kita ada seperti sekarang ini. 2000 tahun lebih yang lalu DIA buktikan anugerahNYA dengan lahir sebagai bayi yang akan menebus kita. Dan angugerahNYA masih berlaku sampai sekarang dengan DIA selalu ada untuk kita dalam kedaaan apapun, menjadi tempat kita mengadu dan mendapatkan keamanan serta ketenangan. Bila anda yakin akan hal ini, maka saat inipun anda dapat merasakan dekapan anugerah Yesus yang luar biasa dalam hidup anda. Selamat merasaka anugerahNYA.
3.    AnugerahNYA diberikan untuk kita dalam keadaan kita masih berdosa.
Memberikan kebaikan kepada orang yang member kita kebaikan bukanlah sesuatu yang spesial dan luar biasa. Hal itu justru lazim dan lumrah untuk dilakukan. Tetapi saudara, memberikan kebaikan kepada orang yang melukai kita, membenci kita, menghujat kita, tidak pernah menghargai kita adalah sesuatu yang luar biasa dan sangat sangat dahsyat. Dan hal itu sudah dilakukan oleh Yesus. Yesus lahir sebagai “kado” terindah bagi kita. Dan itu diberikan kepada orang orang berdosa agar kembali menjadi berkenan kepada DIA. Dan orang itu adalah saudara dan saya. Ketika manusia masih berdosa, anugerahNYA datang kepada kita melalui Yesus. Dan sebab itu, Natal merupakan cerminan anugerah Luar biasa yang TUHAN berikan kepada kita.

Sudara yang dikasihi TUHAN, sadarkah anda akan hal ini?percayakah anda akan hal ini?dan maukah anda menerima hal ini dalam hidup anda? Bila anda bersedia, mari kita rayakan Natal tahun ini bukan hanya dengan kemewahan dan semua kemegahan, namun dengan memberikan hidup kita sebagai persembahan dan “kado” terindah untuk Yesus. TUHAN MEMBERKATI. Salam AMAZING


Penulis : Theodorus Miraji - Penyiar Radio AGAPE

Minggu, 27 November 2011

GOD OF MIRACLE

Percayakah Saudara tentang mukjizat Tuhan? Percayakah bahwa dalam setiap aspek kehidupan Saudara, Tuhan turut campur tangan? Dan percayakah Saudara bahwa Tuhan mampu memberikan jalan keluar bagi setiap masalah dan pergumulan Saudara? Tidak semua orang percaya dengan iman bahwa Tuhan sanggup membuat perubahan dalam kehidupannya. Sebagian dari kita kadang malah ragu dan bimbang saat jawaban dan petunjuk dari Tuhan tidak kunjung kita dapatkan. Kita merasa Tuhan tidak memperhatikan kita atau saat keadaan kita tambah buruk kita beranggapan bahwa pertolongan Tuhan sudah sangat terlambat. Sering kali pikiran-pikiran kita sendiri yang menghalangi untuk berkat dan mukjizat Tuhan di curahkan kepada kita. Pada hal waktu dan ukuran Tuhan itu berbeda dengan manusia. Satu hal yang boleh Saudara pegang bahwa Tuhan mengasihi orang-orang benar (Mazmur 146:8).
Jika Saudara membuka hati dan fokus kepada Tuhan maka artikel ini akan memberikan kekuatan dan pengharapan kepada Saudara. Biji akan dapat bertumbuh dengan baik jika di tabur dalam tanah yang subur, demikianlah hati dan iman Saudara akan menentukan kuasa dan mukjizat yang Tuhan berikan. Dalam Matius 17:20 Yesus mengatakan bahwa dengan iman SEBESAR biji sesawi saja maka kita dapat memindahkan gunung. Yesus tidak berbohong dan tidak mengada-ada, gunung apapun yang menghalangi bahkan menggencet kehidupan kita, bisa kita singkirkan asalkan kita memiliki iman dalam Yesus. Dan terlebih saya percaya bahwa ini adalah tahun mukjizat dan tahun keberkatan bagi anak-anak Tuhan. Firmannya mengatakan bahwa kita lebih dari pemenang, dan sekarang adalah waktunya Saudara bangkit dan menerima janji berkat Tuhan ini.
Di jaman seperti sekarang ini menjalani kehidupan terasa sangat sulit. Banyak persoalan-persoalan yang menghimpit dan menekan kita. Bahkan Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Galatia mengatakan “dunia jahat yang sekarang ini”, dunia jahat mengartikan bahwa dunia yang tidak bersahabat, rusak dan tidak bisa diharapkan. Jadi sangatlah tidak mungkin kita akan merasa sejahtera dan tentram jika kita lebih bergantung pada apa yang ada didunia ini ketimbang kepada Yesus. Setiap orang memiliki alasan untuk terpuruk karena semua orang mengalami masalah dan pencobaan. Anak-anak banyak yang ditelantarkan orang tuannya, akibatnya mereka penuh dengan kepahitan ataupun merasa minder. Pemuda remaja banyak yang menjadi korban kejahatan pergaulan dunia, terjebak narkoba, freesex, patah hati, masa depan suram ataupun sakit hati. Para pria dan wanita dewasa banyak yang dikhianati, perselingkuhan, penyesalan dan terbelenggu masalah keuangan. Banyak hal yang bisa dijadikan alasan untuk terpuruk dan menjauh dari Tuhan. Itulah yang menghalangi mukjizat Tuhan terjadi dalam hidup Saudara.
Mari kita ambil contoh salah satu kisah di Kitab Suci, dimana Tuhan melakukan mukjizat yang melampaui pikiran manusia. Ini kisah tentang Lazarus yang dibangkitkan (Yohanes 11:1-44). Tuhan kita Maha Kuasa, Dia mampu melakukan segala hal yang baik dan benar. Lazarus adalah saudara Maria dan Marta, mereka adalah orang-orang yang beriman dan percaya kepada Yesus. Ketika Lazarus jatuh sakit, saudara-saudaranya tersebut mengirimkan kabar kepada Yesus. Yesus mendengar tapi Dia tidak langsung bertindak. Itu karena melalui perkara ini kemuliaan Tuhan akan dinyatakan (ayat 4). Yesus memandang segala sesuatu dengan tujuan untuk memuliakan Allah! Begitu pula dengan kita Saudara, saat permasalahan datang dan pergumulan kita tidak kunjung dijawab, Tuhan sedang menyiapkan hal yang luar biasa asalkan kita tetap teguh dalam iman. Bagi anak-anak Tuhan segala sesuatu yang terjadi ada alasannya. Sesudah 2 hari yesus baru mau datang kembali ke tempat Lazarus, akan tetapi murid-murid Yesus mengingatkan bahwa disana ada orang-orang Yahudi yang mencoba melempari Yesus beberapa waktu yg lalu. Waktu Tuhan memang tidak terduga. Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, Tetapi seringkali manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir (Pengkhotbah 3:11). Terkadang juga lingkungan kita ataupun orang-orang yang disekeliling kita malah mencoba menolak dan menjauhkan kita dari Tuhan. Lingkungan seperti ini memang sangat tidak mendukung dan kadang malah membuat kita semakin terikat dengan masalah kita. Tetapi kita mau belajar dari Maria dan Marta yang tetap memiliki iman yang teguh dalam Yesus. Sehingga tiada satu alasan ataupun halangan yang mampu menghambat mukjizat Tuhan turun atas kita. Dan di akhir kisah ini kita tahu bahwa Tuhan benar-benar membuat suatu mukjizat yang melampaui akal kita. Saya yakin pada waktu itu banyak orang yang menganggap remeh saat Yesus datang. Tetapi yang terjadi adalah Lazarus bangkit dari kematiannya dan nama Tuhan dipermuliakan. Haleluya!
Saudara, saat ini adalah saat-saat mukjizat Tuhan dicurahkan bagi orang-orang yang memiliki iman kepadaNya. Jangan pernah meragukan kesetiaan dan janji-janji Tuhan. Jangan terpuruk dengan keadaan kita. Minta kekuatan kepada Tuhan dan terus berpengharapan dalamNya. Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa! (Roma 12:12). Tuhan memberkati.. ^_^

Author : Tri Wahyu K - Mahasiswa FEB UKSW

Rabu, 26 Oktober 2011

Berkat Vs Kutuk


“Diberkatilah engkau pada waktu masuk dan diberkatilah engkau pada waktu keluar.”
(Ulangan 28:6; Baca Ulangan 28:1-46)

Saudara, tentunya setiap kita pernah meminum obat saat kita sedang sakit. Memang benar rasanya pahit dan tidak enak. Namun disaat kita meminumnya, sakit yang kita rasakan dapat sembuh setelah beberapa waktu kemudian. Tetapi jika kita tidak meminum obat tersebut, maka sakit kita akan semakin parah, bahkan mungkin dapat menyebabkan kematian. Seperti itulah berkat dan kutuk, disaat kita melakukan perintah Tuhan, kita akan mendapatkan berkat berupa sukacita dan keberhasilan dalam semua aspek kehidupan. Namun jika kita tidak melakukan perintahNya, maka  kita  kan mendapatkan ganjaran berupa kutuk dan itu sangat menyakitkan. Kita akan hidup sengsara, dan semua aspek hidup kita menjadi buruk.
Tema kita bulan ini adalah Berkat vs Kutuk. Tuhan memang menjanjikan berkat bagi setiap kita, namun Tuhan tidak akan memberikan berkat itu dengan cuma-cuma, Tuhan mempunyai syarat-syarat tertentu untuk memberkati kita, syarat itu adalah menaati dan melakukan segala perintah-Nya. Hanya ada 2 pilihan yaitu berkat dan kutuk. Jika kita mau diberkati kita harus melakukan perintah Tuhan dan jika tidak kita akan mendapatkan kutuk. Kutuk itu bertolak belakang dengan berkat, jika berkat berupa sukacita, dan beroleh kelimpahan dalam setiap aspek hidup kita, kutuk berisi keburukan dan ketidakberhasilan dalam semua aspek hidup kita. Bahkan disaat kita berusaha sekeras apapun semuanya akan menjadi sia-sia dan tidak ada gunanya, tidak akan ada hasil yang kita dapat dari kerja keras kita jika kita sudah terkutuk, bahkan Tuhan bisa menjatuhkan hidup kita. Banyak contoh diantara kita, orang-orang yang memutuskan meninggalkan Yesus jatuh dalam usahanya dan dia juga gagal di pekerjaannya, bahkan mungkin akan kehilangan pekerjaan mereka. Lalu bagaimana sikap hidup kita agar berkat Tuhan turun dalam hidup kita?
1.            Dalam Ulangan 28:1 tertulis “Jika engkau baik-baik mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintahNya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka TUHAN, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi.” Ada 2 poin utama dalam ayat ini, pertama kita harus belajar baik-baik mendengarkan suara Tuhan. Ada banyak orang mendengarkan suara Tuhan, namun masih kurang baik / ada yang terlewat. Kita harus belajar menangkap dengan sempurna apa yang Tuhan katakan dalam hidup kita. Lalu yang kedua adalah melakukan dengan setia segala perintahNya, dan ini wajib hukumnya! Karena barangsiapa mengasihi Tuhan, ia akan melakukan segala perintahNya. Ketika kita melakukan kedua hal ini, tanpa kita sadari hidup kita akan diangkat oleh Tuhan. Namun ingat, saat kita melakukan hal ini, jangan dengan motivasi untuk mendapat berkat, tetapi lakukanlah sebagai kewajiban kita sebagai anak Tuhan yang benar-benar mengasihi Tuhan, bukan mengasihi berkatNya.
2.            “TUHAN akan membiarkan musuhmu yang maju berperang melawan engkau, terpukul kalah olehmu…” (Ulangan 28:7). Ketika kita sedang berjalan dalam ketaatan, maka Tuhan akan membiarkan musuh maju berperang melawan kita, apa maksudnya? Untuk menguji iman dan motivasi kita! Kalau fokus kita hanya berkat, maka kita akan kalah disitu, tetapi kalau fokus kita adalah Tuhan, maka kita akan menang. Memang ada ayat yang mengatakan bahwa Allah yang berperang bagi kita, tetapi untuk pengujian, kita sendiri yang harus berperang, tentu saja tetap minta pimpinan dan kekuatan dari Tuhan. Upah yang kita dapat saat kita keluar sebagai pemenang ada di ayat 8, “TUHAN akan memerintahkan berkat ke atasmu di dalam lumbungmu dan di dalam segala usahamu; Ia akan memberkati engkau di negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu.” Berkat yang luar biasa bukan? Tetapi sekali lagi, motivasi kita harus murni, jangan mengejar berkat, tetapi kejarlah Tuhan!
Tuhan akan mengangkat kita sebagai kepala dan bukan ekor jika kita tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri dari segala perintah yang Tuhan berikan, serta jika kita tidak mengikuti allah lain / berhala (Ulangan 28:13-14). Kalau kita bisa mencapai tahap ini, maka akan luar biasa sekali, karena kita tidak hanya diberkati, tetapi juga menjadi saluran berkat (memberi pinjaman kepada banyak bangsa, lihat Ulangan 28:12). Namun syaratnya tidak ada lagi berhala dalam hidup kita, dan tidak menyimpang dari perintah Tuhan. Seringkali ketika orang terima berkat, tanpa mereka sadari mereka memberhalakan berkat itu, akibatnya mereka tidak akan
pernah menjadi kepala. Kalau kita mau menjadi kepala, fokus dengan jalan kita, jangan menyimpang, serta jangan sampai ada berhala dalam hidup kita.
Itu adalah beberapa hal yang sebenarnya merupakan kewajiban kita, karena kita harus menjadi saluran berkat, be blessed to be blessing, diberkati untuk menjadi berkat. Bila kita tidak mau mendengarkan suara Tuhan, maka seperti yang tertulis di Ulangan 28:15, “Tetapi jika engkau tidak mendengarkan suara Tuhan, Allahmu, dan tidak melakukan dengan setia segala perintah dan ketetapan-Nya, yang kusampaikan kepadamu hari ini, maka segala kutuk ini akan datang kepadamu dan mencapai engkau” kutuk itu akan datang dalam hidup kita. Oleh karena itu, sikap kita dalam mendengarkan suara Tuhan dan kesetiaan kita melakukan perintahNya akan menentukan apakah berkat atau kutuk yang akan turun dalam hidup kita.
Memang sangat sulit dan butuh perjuangan untuk dapat melakukan perintah Tuhan seperti kita minum obat tadi, rasanya pahit dan tidak enak. Tapi kita akan mendapatkan hal yang baik, berkat melimpah yang Tuhan janjikan akan turun atas kita. Jadi Saudara, manakah pilihan Anda? Berkat atau kutuk?  Tidak ada jalan tengah diantaranya. Kita pilih melakukan segala perintah Tuhan dengan setia dan mendengarkan suaraNya agar kita diberkati, atau kita akan mendapatkan kutuk itu?? Semua keputusan ada di tangan kita masing-masing. Tuhan Memberkati.

 Author : Galih P - Sekretaris EL - A Youth Ministry

Pengikut Akun Facebook

Pengikut akun Twitter atau Blogger