Kamis, 04 Februari 2010

MukjizatNya Selalu Ada


Saya adalah seorang wanita berumur 72 tahun. Memang umur yang sudah sangat tua, banyak hal yang sudah terjadi dalam kehidupan saya. Awalnya saya tidak mengenal siapa Yesus dan bagaimana kasihNya dalam kehidupan manusia. Saya beragama Budha. Dan lama sekali saya menganut kepercayaan tersebut. Meskipun anak saya sudah menjadi percaya dan menerima Yesus dalam hidup mereka, awalnya saya tetap teguh dengan keyakinan saya sendiri dan saya terus hidup dalam ketidak tahuan saya tentang siapa dan bagaiman Yesus. Tidak hanya itu, saya juga hidup dalam berbagai kejahatan yang saya anggap tidak menjadi masalah apabila saya lakukan. Saya adalah seorang penggila judi togel,saya juga banyak hidup dalam kebohongan dalam hal hutang piutang. Banyak orang menjadi tidak suka dengan keberadaan saya karena apa yang sudah saya lakukan.

Sampai akhirnya, suatu hari terjadi sesuatu yang merubah hidup saya. Kejadian yang merubah segalanya. Kejadian yang menjadikan Yesus menjadi yang pertama dalam hidup saya ini. Suatu hari saya divonis dokter menderita sakit jantung koroner yang sudah agak parah. Tiap 1 bulan sekali, saya harus periksa ke dokter ahli jantung di semarang. Semakin lama tidak kunjung sembuh, tetapi malah sering kambuh. Tahun 1991 suami saya meninggal sehingga tidak ada biaya untuk berobat. Sepertinya tidak ada jalan untuk saya sembuh karena makin hari penyakit ini akan menjadi makin parah, dan kalau tidak segera dioperasi maka nyawa saya yang akan terancam. Anak ke2 saya yang adalah seorang Hamba Tuhan, mengingatkan kepada saya bahwa hanya Yesus yang akan menjadi harapan hidup saya. Dia meminta saya untuk membuka persekutuan dirumah dan sayapun diminta untuk mengikuti ibadah yang asing dan tidak pernah saya lakukan sebelumnya. Awalnya saya hanya mengikuti ibadah tersebut tanpa memberikan hati saya sepenuhnya kepada Tuhan. Sampai akhirnya mata hati saya mulai terbuka dan saya mulai mencoba untuk datang menghampiri tahta Yesus yang ajaib. Saya selalu berdoa tiap malam dengan doa “Tuhan, kalau Engkau kehendaki saya beumur panjang, tolong sembuhkan saya namun semua saya serahkan kepadaMu”. Setiap malam saya hanya mampu berdoa dan berdoa karena hanya itu yang saya bisa lakukan. Saya mulai merasakan dekapan kasih yang selama ini tidak pernah saya temukan dari siapapun. Kasih yang mampu membuat air mata saya menangis tiap kali menghampiriNya. Dan sampai akhirnya terjadi sesuatu yang LUAR BIASA. Ketika saya periksa ke dokter, saya divonis sembuh 95%. Jantung saya sehat sampai sekarang dan jantung koroner itu tidak pernah kambuh lagi. Puji Tuhan.

Bukan hanya penyakit jantung koroner yang secara ajaib Dia nyatakan dalam hidup saya ini. Bahkan saya mau katakan bahwa sangat banyak yang Dia nyatakan dalam hidup saya yang membuat saya tidak mampu meninggalkan Dia. Mata saya pernah mengidap katarak dan harus

dioperasi. Namun lagi2 hanya dengan doa penuh penyerahan kepada Yesus, mata saya disembukan dengan sangat ajaib sehingga untuk ke2 kali saya lolos dari meja operasi. Makin lama saya makin menyadari bahwa tangan Tuhan memproses anakNya dengan sesuatu yang terkadang tidak sesuai dengan keinginan. Ketika saya ada di kota Jakarta untuk berkumpul bersama dengan anak saya, saya sangat menikmati semua aktifitas disana. Di masa tua saya, saya sangat dimanjakan oleh kasih sayang anak-anak saya. Namun suatu hari lagi-lagi saya harus mengalami proses dari Tuhan. Saya terjatuh dari tangga dan menyebabkan urat saya terjepit sangat parah. Lagi-lagi saya harus dihadapkan dengan vonis dokter bahwa saya harus operasi. Dokter berkata bahwa operasi membutuhkan biaya ± 80 juta dan harus pergi ke Singapura. Apa yang harus saya lakukan??saya seperti putus asa. Saya tidak bisa berjalan dan hanya bisa duduk dirumah. Saya tidak mampu membiayai operasi yang harus saya lakukan ini. Dan lagi-lagi hanya doa yang bisa saya lakukan. Dan ternyata Yesus adalah dokter segala dokter yang ajaib. Tanpa harus pergi ke sinagapura dan operasi, saya sembuh dan mampu berjalan lagi hanya karena tangan Tuhan yang menjamah kaki saya. Saya semakin menyadari bahwa saat saya merelakan tempat tinggal saya untuk banyak orang beribadah, maka sesungguhnya Tuhan sendiri sering dan selalu ada di tempat tinggal saya. Dekat dengan saya. Dia selalu melihat bagaimana keadaan dan kondisi saya.

Di suatu ibadah pemuda remaja pada satu sore. Kondisi tubuh tua saya tiba-tiba drop dan saya merasa badan saya sangat panas. Waktu anak-anak muda yang dipakai Tuhan sedang beribadah saya hanya bisa membaringkan diri di tempat tidur dan saat itu saya melihat ada seorang berpakaian sangat putih masuk ke kamar saya. Dia sangat ramah kepada saya. Orang berjubah putih ini tidak membuat saya takut namun malah membuat hati saya begitu damai. Saya melihat Dia makin mendekat dan akhirnya Dia menjamah kepala saya dengan sangat halus. Detik itu juga, tanpa obat dan dokter Saya SEMBUH. Dan ini yang terakhri akan saya bagikan kepada anda semua. Tanggal 12 November saya diperhadapkan dengan satu pilihan yang sangat sangat sulit. Saya diminta anak-anak saya untuk pergi ke Jakarta dalam rangka periksa penyakit di kaki saya karena entah kenapa kaki saya menjadi sangat sakit kembali.

Apakah Mujizatnya sudah berakhir??tentu saja pernyataan ini sangat salah karena apa yang saya alami makin membuktikan kuasaNya yang sangat dahsyat bagi umatNya. Suatu hari saya mendengar dengan jelas suatu suara yang berkata “anakKu, pergilah engkau ke Jakarta. Aku akan mengantarmu dan jangan takut engkau! Dengan iman saya berangkat ke Jakarta dan beberapa hari di ibukota, Yesus kembalil menyatakan kuasaNya, kaki saya sembuh dan bahkan saya bisa berkeliling pasar untuk mencari pakaian yang saya inginkan. Saudara, semua yang terjadi dalam hidup saya berawal dari sebuah langkah yang saya lakukan yaitu MEMBIARKAN YESUS LAHIR DAN HIDUP DALAM HATI SAYA. Mari di hari natal ini kita membiarkan Yesus lahir dan menguasai hidup anda dan saya maka “MUJIZAT AKAN SELALU ADA”. HALLELUYA.

Oleh Ny. Winarsih

Selasa, 22 Desember 2009

Ani model salatiga

group musik

tebak angka

waoo

TANGANNYA MENJAMAH DAN MENYEMBUHKANKU DARI PENYAKIT YANG SANGAT MENGERIKAN

Shallom,
Aku adalah seorang anak lelaki berusia 23 tahun, yang hidup dalam segala keterbatasan dan segala keadaan yang Tuhan berikan kepadaku. Aku mengakui bahwa mungkin aku belum bisa memberikan seluruh hidupku kepada Tuhan. Masa kecilku dihiasi dengan segala kenakalan dan kejahatan yang aku lakukan. Hampir semua perbuatan yang tidak baik sudah pernah aku lakukan. Bahkan tatkala aku tumbuh menjadi seorang remaja,aku masih terus berusaha untuk menjadi lebih baik dalam Tuhan. Suatu kali saat aku masih remaja, Tuhan meluaskan sesuaatu yang sangat mengerikan terjadi dalam kehidupanku. Didalam badanku yang ceking waktu itu, suatu penyakit berbahaya dan mematikan menyerangku. Penyakit yang saat itu menjadi wabah bagi sebagian masyarakat Indonesia,penyakit yang kata sebagian besar dokter dapat mengakibatkan kematian bagi penderitanya. Aku sakit demam berdarah. Tidak berhenti hanya dengan penyakit itu, namun demam berdarah yang aku derita sudah sampai pada stadium 3. darah segar sangat sering keluar dari hidungku ini. Ketika ibuku membawaku ke dokter untuk meminta saran dan masukan, dokter memvonis bahwa kalau sampai tengah malam panas yang aku derita tidak mengalami penurunan,maka aku harus mendapat perawatan intensif di rumah sakit. Waktu itu aku melihat raut wajah takut dari ibuku. Adikku masih sangat kecil untuk mengetahui apa yang terjadi kepadaku. Kami pulang kerumah dengan perasaan yang hancur. Dalam hati aku bertanya, “apa yang akan terjadi kepadaku??”. Jantungku terus berdetak kencang karena hari mulai gelap, atas perintah ibuku,akupun tidur dan menunggu apa yang akan terjadi kepadaku malam ini! Aku mendengar ibuku terus dan tidak berhenti berdoa kepada Tuhan. Doa yang sangat penuh dengan hati yang hancur. Aku yakin, waktu itu mamaku sangat takut sebab selain penyakitku yang sudah parah, keadaan ekonomi keluarga kami tidak mencukupi untuk menanggung semua kebutuhan rumah sakit kalau sampai aku harus menginap di rumah sakit. Malam itu aku terlelap dalam tidur karena badanku yang sangat lemas. Sayup aku masih mendengar ibuku berdoa. “Sampai kapan dia akan terus berdoa??” itu ada dalam benakku. Apa yang terjadi kemudian??
Ketika aku membuka mataku di pagi hari,bukan rumah sakit yang aku lihat. Aku tidak melihat suster yang seharusnya merawar aku, aku tidak melihat dokter yang seharusnya menusukkan jarum suntik kepadaku. Aku malah melihat wajah ibuku yang tersenyum. Apa aku sudah meninggal karena penyakit yang parah ini??tidak.. aku masih hidup dan aku merasa badanku sembuh..yaaa, aku sembuh dari penyakit mematikan
Namun, tidak sampai disitu tanganNYA bekerja atasku. Waktu aku masih duduk di bangku kelas 6, aku bersekolah di sekolah dasar di pulau ambon. Waktu itu kerusuhan yang terjadi disana memaksa aku untuk pulang ke salatiga. Aku pulang dengan sebuah kapal motor yang sangat megah, kapal yang sangat terkenal. Namun sesuatu yang tidak pernah terbayang dibenakku aku alami di kapal tersebut. Di kapal nan megah itu tangan Tuhan untuk kesekian kali menekan dan membiarkan sebuah virus yang sangat berbahaya masuk kedalam tubuhku yang masih tetap kecil. Lagi-lagi ibukulah yang melihat keanehan yang terjadi kepadaku. Aku tidak ingat apapun!! Sama sekali tidak ingat!!. Ibuku membeberkan apa yang terjadi kepadaku waktu itu. Aku seperti orang mati yang masih dapat berjalan. 3 hari aku tidak sadar dengan segala hal yang aku lakukan. Aku membuka celanaku di dekat tempat tidur dan kencing disitu, aku seperti seorang anak abnormal yang hidup denga duniaku sendiri. Lagi-lagi aku harus dibawa kedokter. Dan lagi-lagi analisa yang sangat menyeramkan aku dapat. Dokter berkata kepda ibuku bahwa virus yang ada ditubuhkku waktu itu akan bermuara di 2 organ vital tubuhku. Jantung dan Otak, itu yang akan diserang oleh virus itu. Sangat menyeramkan,sangat menakutkan. Bila virus ini sudah sampai disalah satu bagian vitalku tersebut, maka tidak ada kata lain selain MATI. Ibuku hanya bisa kembalii berdoa kepada Tuhan tentang apa yang aku alami ini. Sekali lagi Tuhan menunjukkan mujizatNYA kepadaku. Dalam waktu satu malam juga, virus ini pergi!! Virus yang seharusnya menyerang otak atau jantungku malah pergi dari tubuhku ini. Ketika aku bangun dari “tidur panjangku” aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Namu satu hal yang aku tahu, TUHAN sudah menyembuhkanku dan tanganNYA menyembuhkan aku dari sakit yang sangat parah. Terima kasih Tuhan…

Cerita di atas adalah kesaksian yang dialami oleh Sdr. Andi Feriawan

Selasa, 08 Desember 2009

Liburan Yuk ...

5 Cara Teduh bersama Tuhan

1.Sediakan waktu yang tepat. (Efesus 5:6)
Pilihlah waktu yang tepat agar saat kita teduh tidak terganggu.
2.Tenangkan hati.(Mazmur 37:7)
Berdiam dirilah dan sadari kehadiran Tuhan.
3.Mohon pertolongan Roh Kudus (Yesaya 11:2)
Mintalah pertolongan Roh Kudus supaya kita memperoleh hikmat yang dari pada Tuhan.
4.Baca dan renungkan Firman Tuhan. (Yosua 1:8)
Bacalah Alkitab sebelum kita berdoa.
5.Mulailah berdoa. (2 Korintus 13:7)
Berdoalah bukan hanya untuk diri kita sendiri, melainkan berdoalah juga buat
orang lain.

(Oleh saudara Yefta)

Tangan Yang Menopang


Shallom..
Puji Tuhan jika Saudara saat ini diberi kesempatan dan waktu oleh Tuhan Allah kita untuk dapat membaca buletin yang menceritakan tentang kebenaran kasih Kristus ini.
Seperti yang kita ketahui bahwa kasih Tuhan kepada umatNya tidak pernah ada habisnya dan selalu baru. Kasih Tuhan ibarat mentari yang selalu menyinari dunia tanpa henti dan seperti sungai yang mengalir dengan deras. Oleh Karena itu edisi bulan ini New Refresh mengangkat tema “TANGAN YANG MENOPANG”. Karena kasihNya yang besar, maka tangan Tuhan selalu teguh menopang setiap kita. Tuhan tidak menginginkan kita terjatuh dan tergeletak ,Tuhan selalu teguh menopang setiap beban dan permaslahan kita. Saat kita berseru dan berserah kepadanya maka tangan Tuhan sendiri yang akan memampukan kita di dalam melewati badai kehidupan ini. Tetapi sering kali di dalam menghadapi permasalahan kehidupan ini kita menjadi ragu dan tidak sabar, sehingga kita cenderung menggunakan kekuatan kita sendiri. Kita menjadi lupa bahwa tangan Tuhan sanggup melakukan apapun. Hal inilah yang sekarang banyak terjadi dalam kehidupan umat manusia dan bahkan di dalam kehidupan kehidupan anak-anak Tuhan sendiri. Didalam himpitan permasalahan ekonomi yang melanda hampir di seluruh Negara, bencana alam yang datang silih berganti, permasalahan politik yang kacau, nilai moral yang semakin turun, ataupun permasalahan-permasalahan pribadi seperti keluaraga yang tidak harmonis, pekerjaan, rasa tertolak, pasangan hidup dan sebagainya membuat orang-orang hidup dalam tekanan yang terus menerus dan tanpa jalan keluar akan membuat kita menjadi stress dan bahkan kehilangan akal sehat kita. Itulah yang membuat masa-masa seperti sekarang ini menjadi mencekam dan kurang bersahabat. Orang-orang lebih suka berpikiran pendek dan menghadapi permasalahannya dan tidak sedikit pula orang-orang yang berpaling dari Tuhan karena mereka tidak sanggup menghadapi tekanan.
Saudara yang dikasihi Tuhan, saat ini Tuhan mengingatkan dan mengajak kita untuk setiap kita berseru dan berserah kepadaNya. Tuhan sangat rindu untuk menolong dan mengangkat kita dari dalamnya lubang permasalahan kita. Tangannya tidak kurang kuat untuk membuka jalan keluar bagi kita. Dan yang terpenting, tanganNya akan selalu menopang tubuh kita untuk kita dapat berdiri tegap bersamanya di dalam menghadapi permasalahan kita.
Oleh karena itu, kita harus selalu percaya bahwa Tuhan dapat melakukan apapun juga. Kemudian kita juga harus selalu berserah kepada kehendakNya dan bukan keinginan kita. Yang terakhir, kita harus selalu bersandar di dalam jalan kebenaranNya. Tuhan memberkati.

“Tangan-Mu telah menjadikan aku dan membentuk aku, berilah aku pengertian, supaya aku dapat belajar perintah-perintah-Mu.” (Mazmur 119:73) (Nathanael-Elayouth)

Sabtu, 07 November 2009

Suasana Sekolah Minggu

Dwi, Ani, Wanti

Tatkala Tuhan Memanggilku…

Tidak pernah terbesit dalam hatiku keinginan/cita-cita menjadi seorang Hamba Tuhan. Namun saat mendengar panggilan Tuhan melalui seorang hamba Tuhan yang diurapi, akupun tidak punya keberanian untuk menolak. Akhirnya pada tahun 1977, aku menyerahkan seluruh hidupku untuk menjadi hambaNya.

Aku tinggalkan keluarga, teman-teman dan semua yang kukasihi untuk pergi ke sebuah sekolah alkitab di Majalengka. 8 bulan lamanya aku menyelesaikan sekolah kelas I, lalu dilanjutkan dengan praktek kerja selama 7 bulan, dan oleh kehendak Tuhan, aku tetap praktek di Majalengka. Tetapi setelah menyelesaikan 8 bulan lagi di kelas II, aku ditugaskan untuk melayani di sebuah pulau kecil yang bernama Sinaboi, di kepulauan Riau. ±3 jam ke laut dari Bagan siapi api. Di Sinaboi, aku banyak melihat dan mengalami penyertaan Tuhan. Dari bahasanya saja, membuat aku pada awalnya merasa apakah aku mampu melayani di daerah tersebu. Sebab meski aku terlahir sebagai seorang dari suku Tionghoa, aku tidak menguasai bahasa Tionghoa apalagi 80% penduduk Sinaboi adalah suku Tionghoa Hokkian. Ditambah lagi dengan adat istiadat mereka yang anggap masih tergolong primitif, tidak ada anak yang sekolah.

Pada awalnya aku agak ragu, tapi di sekolah alkitab aku sudah memiliki ayat mas yang menjadi ikrarku di hadapan Tuhan yang terambil dari Yesaya 6:8, maka aku harus terus maju. Puji Tuhan, Tuhan mengaruniakan kepadaku talenta, sehingga aku bisa memainkan gitar meski tidak terlalu pandai. Maka dengan apa yang ada, yaitu dengan kesukaanku menyanyi meski suaraku pas-pasan dan kemampuanku memainkan gitar yang juga pas-pasan, karena aku juga belajar secara otodidak tapi dengan 2 hal ini akhirnya aku dapat membawa jiwa-jiwa kepada Yesus.

Mula-mula aku mencoba menarik perhatian mereka dengan selalu memuji Tuhan di depan rumah, bagi penduduk Sinaboi waktu itu gitar dan kemampuan saya memainkannya menjadi sesuatu yang aneh, luar biasa dan menarik. Sampai suatu ketika, seorang anak perempuan kecil datang mndekat dan bertanya kepadaku: “Bok su, lu cio kwa a…?” aku senang, tetapi bingung dan tidak harus menjawab apa. Akhirnya, aku cuma senyum-senyum sambil memberi isyarat tangan memanggil anak kecil itu untuk lebih mendekat. Untung Bapak Gembalaku segera keluar dari dalam rumah dan membantuku berkomunikasi dengan anak kecil tersebut. Akhir dari pertemuan pertama kami itu, aku berkata : “Besok kamu boleh datang lagi, tapi bawa temanmu!”

Ternyata ini adalah awal dari karya Allah yang besar untuk jiwa-jiwa di Sinaboi, karena dari sejak saat itu kami dapat menghimpun ± 40 orang anak-anak sekolah Minggu dan ± 15 orang dewasa, beberapa di antaranya menerima baptisan. Puji TUhan!

Kesimpulan kesaksian ini adalah ketika kita menyediakan diri mau dipakai Tuhan, maka Tuhan akan melengkapi kita dengan kemampuan. Puji Tuhan! Tuhan memberkati.

(Kesaksian oleh Pdt Susana))

3 Pohon

Alkisah, ada tiga pohon di dalam hutan. Suatu hari, ketiganya saling menceritakan mengenai harapan dan impian mereka. Pohon pertama berkata : “Kelak aku ingin menjadi peti harta karun. Aku akan diisi emas, perak dan berbagai batu permata dan sema orang akan mengagumi keindahannya.”
Kemudian pohon kedua berkata : “Suatu hari kelak aku akan menjadi sebuah kapal yang besar. Aku akan mengangkut raja-raja dan berlayar ke ujung dunia. Aku akan menjadi kapal yang kuat dan setiap orang merasa aman berada dekat denganku.”
Lalu giliran pohon ketiga yang menyampaikan impiannya : “ Aku ingin tumbuh menjadi pohon yang tertinggi di hutan di puncak bukit. Orang-orang akan memandangku dan berpikir betapa aku begitu dekat untuk menggapai surga dan TUHAN. Aku akan menjadi pohon terbesar sepanjang masa dan orang-orang akan mengingatku. Setelah beberapa tahun berdoa agar impian terkabul, sekelompok penebang pohon datang dan menebang ketiga pohon itu…
Pohon pertama dibawa ke tukang kayu. Ia sangat senang sebab ia tahu bahwa ia akan dibuat menjadi peti harta karun. Tetapi…doanya tidak menjadi kenyataan karena tukang kayu membuatnya menjadi kotak tempat menaruh makanan ternak. Ia hanya diletakkan di kandang dan setiap hari diisi dengan jerami.
Pohon kedua dibawa ke galangan kapal. Ia berpikir bahwa doanya menjadi kenyataan. Tetapi… ia dipotong-potong dan dibuat menjadi sebuah perahu nelayan yang sangat kecil. Impiannya menjadi kapal besar untuk mengangkut raja-raja telah berakhir.
Pohon ketiga dipotong menjadi potongan-potongan kayu besar dan dibiarkan teronggok dalam gelap. Tahun demi tahun berganti… dan ketiga pohon itu telah melupakan impiannya masing-masing.
Kemudian suatu hari…Sepasang suami istri tiba di kandang. Sang istri melahirkan dan meletakkan bayinya di kotak tempat makanan ternak yang dibuat dari pohon pertama. Orang-orang datang dan menyembah bayi itu. Akhirnya pohon pertama sadar bahwa didalamnya telah diletakkan harta terbesar sepanjang masa.
Bertahun-tahun kemudian, sekelompok laki-laki naik ke atas perahu nelayan yang dibuat dari pohon kedua. Di tengah danau, badai besar datang dan pohon kedua berpikir bahwa ia tidak cukup kuat untuk melindungi orang-orang di dalamnya. Tetapi salah seorang laki-laki itu berdiri dan berkata kepada badai : “Diam!! Tenanglah!!” dan badai itupun berhenti. Ketika itu tahulah bahwa ia telah mengangkut Raja diatas segala raja.
Akhirnya, seorang datang dan mengambil pohon ketiga. Ia dipikul sepanjang jalan sementara orang-orang mengejek lelaki yang memikulnya. Laki-laki kemudian dipakukan di kayu ini dan mati di puncak bukit. Akhirnya pohon ketiga sadar bahwa ia demikian dekat dengan TUHAN, karena YESUSlah yang disalibkan padanya.

KETIKA KEADAAN TIDAK SEPERTI YANG ENGKAU INGINKAN, KETAHUILAH BAHWA TUHAN MEMILIKI RENCANA UNTUKMU. Jika kamu percaya padaNya, Ia akan memberimu berkat-berkat besar. Ketiga pohon mendapatkan apa yang mereka inginkan, tetapi tidak seperti cara yang mereka bayangkan.
Begitu juga dengan kita, kita tidak selalu tahu apa rencana TUHAN bagi kita, tetapi tahu bahwa jalanNya bukanlah jalan kita, tetapi jalanNya adalah yang terbaik bagi kita, selamanya…(Hizkia - Ceritakristen.com)

Jesus Can’t Stop Loving You


Judulnya seperti lagu ya.. tetapi di sini, saya bukan mau menyanyi. Mungkin baru-baru ini banyak musibah dan bencana di sekitar kita. Juga banyak sekali cobaan-cobaan yang kita alami, mulai yang besar sampai yang kecil. Dan mungkin kita merasa Tuhan sudah tidak peduli pada anda. Tapi itu semua salah total karena Tuhan akan menegur orang-orang yang dikasihiNya (Ibrani 12:5-8). Dan semua cobaan yang kita alami adalah bentuk dari teguran Tuhan untuk kita, selain itu juga memproses kita agar menjadi lebih dewasa dan selalu bertumbuh dalam iman. Jadi Yesus tidak akan bisa berhenti mengasihi kita karena kasih Yesus abadi untuk selama-selamanya. (Sdr Danang)

Pengikut Akun Facebook

Pengikut akun Twitter atau Blogger