Rabu, 26 Oktober 2011

Bersemangatlah !!


 (Amsal 18:14)
            Pernahkah anda melihat sebuah team sepak bola yang bertanding tanpa semangat? Pernahkah anda melakukan sesuatu tanpa ada semangat dalam diri anda?lalu bagaimana jadinya?bisa dipastikan semua akan terasa sangat berat dan sangat sulit untuk dilakukan. Pekerjaan yang dilakukan tidak dengan semangat akan membuat semua terasa begitu banyak dan berat. Belajar tanpa semangat akan membuat kita merasa bahwa semua pelajaran itu begitu menyiksa kita. Dan bila begitu, bisa dipastikan bahwa kita tidak akan mendapatkan hasil yang baik dan maksimal dari apa yang kita kerjakan. Saudara, tidak bisa dipungkiri hal ini sering terjadi dalam kehidupan kita. Sering kita menjalani hari hari kita tanpa semangat dan melakukannya karena sebuah kebiasaan saja. Semua orang pasti pernah mengalami hal ini, namun kita mau belajar bahwa semangat yang ada dalam diri kita harus kita pertahankan karena dengan demikian kita akan mampu menaklukkan semua kesulitan dan masalah yang kita hadapi. Berikut ini beberapa hal dalam kehidupan kita yang membutuhkan semangat kita.
            Ayat kita diatas mengatakan bahwa orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya. Saudara, Semangat bukan untuk menghindari penderitaan, bukan hanya untuk menghadapi penderitaan Namun juga untuk menanggung penderitaan yang terjadi dalam kehidupan kita. Bila kita bisa menanggung, maka ada hal hal positif yang terjadi dalam kehidupan kita, seperti :
1.     Orang yang mampu menanggung penderitaannya akan mengalami pendewasaan
Tidak ada kedewasaan tanpa masalah. Ada satu istilah mengatakan “tidak berani kotor berarti tidak belajar”. Hal ini menunjukkan bahwa sebenarnya masalah dan segala hal yang kita anggap tidak baik sesungguhnya akan membuat kita belajar. Dan bila kita terus belajar dan menang dalam pembelajaran ini, maka kita akan mengalami kedewasaan, dan orang yang dewasa adalah orang yang mampu menjalani kehidupannya dengan baik. Tanpa kedewasaan dalam Tuhan, maka seseorang tidak akan didapati baik dalam pemandangan Tuhan. Sebab itu saudara, tanggung penderitaan kita dengan semangat dalam Tuhan agar kita menjadi dewasa seperti yang Tuhan kehendaki.
2.    Orang yang mampu menanggung penderitaannya akan menerima “hadiah”.
Hadiah disini bukanlah uang materi dan bukan juga kado jasmani. Tuhan mengijinkan kesulitan dan penderitaan datang dan kita hadapi, namun 1 hal yang pasti, Dia juga sediakan bagi kita hadiah dan kado yang Dia siapkan bila kita menang. Hadiah hanya akan diperoleh oleh pemenang, dan bila kita mau mendapat hadiah dari Tuhan, maka tanggung penderitaan kita dengan semangat!
3.         Orang yang mampu menanggung penderitaanya berarti dia siap untuk naik level.
Tingkatan iman seseorang tidak boleh berhenti pada satu titik saja. Tuhan tidak ingin ada rasa puas dalam diri kita dengan keadaan kita sekarang karena Tuhan ingin kita menambah dan mengalami peningkatan kualitas iman. Nah saudara, kita akan dipandang siap untuk naik level apabila kita mampu menanggung penderitaan yang Dia ijinkan terjadi dalam kehidupan kita. Sebab itu ketika masalah datang, bersiaplah untuk mengalami peningkatan level iman didalam Tuhan dan jangan menghindar dari semua penederitaan tersebut.
Saudara, satu hal yang pasti adalah semua yang terjadi, masalah yang terjadi, penderitaan, pergumulan yang terjadi, semuanya tidak akan pernah melebihi kekuatan dan kemampuan kita. Hal ini dijanjikan oleh Allah sendiri. Namun yang menjadi masalah adalah terkadang ketika masalah datang kita kehilangan semangat sehingga kekuatan kita padam. Mari, bersemangatlah!!Bersemangatlah!! tanggung penderitaan dengan semangat dan yakinlah Dia bersama dengan kita untuk menjadikan kita umat yang lebih dari pemenang. AMIN. Salam AMAZING!

Berkat Vs Kutuk


“Diberkatilah engkau pada waktu masuk dan diberkatilah engkau pada waktu keluar.”
(Ulangan 28:6; Baca Ulangan 28:1-46)

Saudara, tentunya setiap kita pernah meminum obat saat kita sedang sakit. Memang benar rasanya pahit dan tidak enak. Namun disaat kita meminumnya, sakit yang kita rasakan dapat sembuh setelah beberapa waktu kemudian. Tetapi jika kita tidak meminum obat tersebut, maka sakit kita akan semakin parah, bahkan mungkin dapat menyebabkan kematian. Seperti itulah berkat dan kutuk, disaat kita melakukan perintah Tuhan, kita akan mendapatkan berkat berupa sukacita dan keberhasilan dalam semua aspek kehidupan. Namun jika kita tidak melakukan perintahNya, maka  kita  kan mendapatkan ganjaran berupa kutuk dan itu sangat menyakitkan. Kita akan hidup sengsara, dan semua aspek hidup kita menjadi buruk.
Tema kita bulan ini adalah Berkat vs Kutuk. Tuhan memang menjanjikan berkat bagi setiap kita, namun Tuhan tidak akan memberikan berkat itu dengan cuma-cuma, Tuhan mempunyai syarat-syarat tertentu untuk memberkati kita, syarat itu adalah menaati dan melakukan segala perintah-Nya. Hanya ada 2 pilihan yaitu berkat dan kutuk. Jika kita mau diberkati kita harus melakukan perintah Tuhan dan jika tidak kita akan mendapatkan kutuk. Kutuk itu bertolak belakang dengan berkat, jika berkat berupa sukacita, dan beroleh kelimpahan dalam setiap aspek hidup kita, kutuk berisi keburukan dan ketidakberhasilan dalam semua aspek hidup kita. Bahkan disaat kita berusaha sekeras apapun semuanya akan menjadi sia-sia dan tidak ada gunanya, tidak akan ada hasil yang kita dapat dari kerja keras kita jika kita sudah terkutuk, bahkan Tuhan bisa menjatuhkan hidup kita. Banyak contoh diantara kita, orang-orang yang memutuskan meninggalkan Yesus jatuh dalam usahanya dan dia juga gagal di pekerjaannya, bahkan mungkin akan kehilangan pekerjaan mereka. Lalu bagaimana sikap hidup kita agar berkat Tuhan turun dalam hidup kita?
1.            Dalam Ulangan 28:1 tertulis “Jika engkau baik-baik mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintahNya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka TUHAN, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi.” Ada 2 poin utama dalam ayat ini, pertama kita harus belajar baik-baik mendengarkan suara Tuhan. Ada banyak orang mendengarkan suara Tuhan, namun masih kurang baik / ada yang terlewat. Kita harus belajar menangkap dengan sempurna apa yang Tuhan katakan dalam hidup kita. Lalu yang kedua adalah melakukan dengan setia segala perintahNya, dan ini wajib hukumnya! Karena barangsiapa mengasihi Tuhan, ia akan melakukan segala perintahNya. Ketika kita melakukan kedua hal ini, tanpa kita sadari hidup kita akan diangkat oleh Tuhan. Namun ingat, saat kita melakukan hal ini, jangan dengan motivasi untuk mendapat berkat, tetapi lakukanlah sebagai kewajiban kita sebagai anak Tuhan yang benar-benar mengasihi Tuhan, bukan mengasihi berkatNya.
2.            “TUHAN akan membiarkan musuhmu yang maju berperang melawan engkau, terpukul kalah olehmu…” (Ulangan 28:7). Ketika kita sedang berjalan dalam ketaatan, maka Tuhan akan membiarkan musuh maju berperang melawan kita, apa maksudnya? Untuk menguji iman dan motivasi kita! Kalau fokus kita hanya berkat, maka kita akan kalah disitu, tetapi kalau fokus kita adalah Tuhan, maka kita akan menang. Memang ada ayat yang mengatakan bahwa Allah yang berperang bagi kita, tetapi untuk pengujian, kita sendiri yang harus berperang, tentu saja tetap minta pimpinan dan kekuatan dari Tuhan. Upah yang kita dapat saat kita keluar sebagai pemenang ada di ayat 8, “TUHAN akan memerintahkan berkat ke atasmu di dalam lumbungmu dan di dalam segala usahamu; Ia akan memberkati engkau di negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu.” Berkat yang luar biasa bukan? Tetapi sekali lagi, motivasi kita harus murni, jangan mengejar berkat, tetapi kejarlah Tuhan!
Tuhan akan mengangkat kita sebagai kepala dan bukan ekor jika kita tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri dari segala perintah yang Tuhan berikan, serta jika kita tidak mengikuti allah lain / berhala (Ulangan 28:13-14). Kalau kita bisa mencapai tahap ini, maka akan luar biasa sekali, karena kita tidak hanya diberkati, tetapi juga menjadi saluran berkat (memberi pinjaman kepada banyak bangsa, lihat Ulangan 28:12). Namun syaratnya tidak ada lagi berhala dalam hidup kita, dan tidak menyimpang dari perintah Tuhan. Seringkali ketika orang terima berkat, tanpa mereka sadari mereka memberhalakan berkat itu, akibatnya mereka tidak akan
pernah menjadi kepala. Kalau kita mau menjadi kepala, fokus dengan jalan kita, jangan menyimpang, serta jangan sampai ada berhala dalam hidup kita.
Itu adalah beberapa hal yang sebenarnya merupakan kewajiban kita, karena kita harus menjadi saluran berkat, be blessed to be blessing, diberkati untuk menjadi berkat. Bila kita tidak mau mendengarkan suara Tuhan, maka seperti yang tertulis di Ulangan 28:15, “Tetapi jika engkau tidak mendengarkan suara Tuhan, Allahmu, dan tidak melakukan dengan setia segala perintah dan ketetapan-Nya, yang kusampaikan kepadamu hari ini, maka segala kutuk ini akan datang kepadamu dan mencapai engkau” kutuk itu akan datang dalam hidup kita. Oleh karena itu, sikap kita dalam mendengarkan suara Tuhan dan kesetiaan kita melakukan perintahNya akan menentukan apakah berkat atau kutuk yang akan turun dalam hidup kita.
Memang sangat sulit dan butuh perjuangan untuk dapat melakukan perintah Tuhan seperti kita minum obat tadi, rasanya pahit dan tidak enak. Tapi kita akan mendapatkan hal yang baik, berkat melimpah yang Tuhan janjikan akan turun atas kita. Jadi Saudara, manakah pilihan Anda? Berkat atau kutuk?  Tidak ada jalan tengah diantaranya. Kita pilih melakukan segala perintah Tuhan dengan setia dan mendengarkan suaraNya agar kita diberkati, atau kita akan mendapatkan kutuk itu?? Semua keputusan ada di tangan kita masing-masing. Tuhan Memberkati.

 Author : Galih P - Sekretaris EL - A Youth Ministry

Senin, 24 Oktober 2011

WHY??

Seringkali mungkin kita bertanya, kenapa sebagai orang kristen saya harus pergi ke gereja? Kenapa saya harus menyembah Tuhan? Kenapa saya harus melayani Tuhan? Why? Why? Why? Mari kita temukan jawabannya dari buku pedoman yang telah Tuhan berikan kepada kita yaitu Alkitab.
1.    Beribadah
Kenapa sih? Aku harus beribadah? Kan aku capek, hari minggu itu waktunya buat main ama temen-temen, buat istirahat, buat nonton, dll. Itu yang sering dikatakan oleh banyak orang kristen saat ini. Itu adalah hal yang sangat tidak benar, karena Tuhan jelas berkata melalui Yosua, bahwa kita harus beribadah kepada Tuhan dengan tulus ikhlas dan setia, dan tidak menyembah Allah lain (Yosua 24:14). Hal-hal yang menghalangi kita beribadah, itulah salah satu berhala yang dapat membuat Allah kita cemburu. Tuhan telah melepaskan bangsa Israel dari Mesir, itulah sebabnya orang Israel harus beribadah kepada Tuhan sebagai ucapan syukur. Dan Tuhan juga yang telah melepaskan kita dan memerdekakan kita dari Dosa, dan karena itu kita juga harus beribadah kepada-NYA.
2.    Memuji & Menyembah
Kenapa sih kita harus memuji dan menyembah Tuhan? Tuhan telah memberikan segalanya bagi kita, bahkan dia mengorbankan Anak-Nya yang tunggal untuk kita semua (Yohanes 3:16). Apakah kita adalah orang yang tidak tau berterimakasih sehingga kita tidak mau memuji dan menyembah Dia? Pujian dan penyembahan yang kita naikan untuk Tuhan adalah salah satu wujud ucapan syukur kita kepada Tuhan atas segala yang telah Dia berikan, seperti Raja Daud yang mengucap syukur dengan puji-pujian atas segala berkat yang Tuhan berikan kepadanya. (1 Tawarikh 29:10)
3.    Berdoa
Berdoa? Gak ada waktu deh. Seringkali itu yang keluar dari ucapan orang Kristen. Padahal sebenaranya doa adalah alat penghubung kita denganTuhan. Hanya dengan doalah kita dapat berkomunikasi langsung dengan Tuhan. Doa bukan hanya berisi keluhan-keluhan atau permohonan-permohonan kita, tapi doa juga berisi ucapan syukur dan pujian kita. Seringkali banyak orang menyalah artikan Doa sebagai alat untuk meminta dan mengeluh saja, jadi mereka hanya berdoa disaat mereka kekurangan, dan disaat mereka sedang diberkati dan hidup cukup mereka tidak pernah berdoa. Tuhan memerintahkan kita untuk berdoa setiap waktu agar kita tidak jatuh dalam pencobaan, itulah hal terpenting yang harus kita pegang untuk tetap setia berdoa kepada Tuhan. (Matius 26:41)
4.    Melayani
Tuhan memang sudah memederkakan kita, dan memberi kita kebebasan. Tetapi kebebasan itu jangan kita salah gunakan untuk hidup di dalam dosa, melainkan layanilah Tuhan. (Galatia 5:13)
Tuhan telah melayani kita lebih dulu, Dia turun ke dunia bukan untuk dilayani tapi untuk melayani kita semua sebagai umat-Nya (Markus 10:45) sehingga kita juga harus melayani-Nya sekarang, kita harus memberikan seluruh hidup kita dan mengasosiasikan hidup kita kepada Tuhan.

Sekarang kita telah tahu alasan jelas mengapa kita harus melakukan hal-hal diatas sebagi orang Kristen. Maka kita harus melakukan hal-hal itu, tetaplah setia!

Author : Danang T.S - GSM Super Kids

Jadi Berkat


 “Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat…” Kejadian 12:1-6

            Abrahaham dipanggil dan dipilih Tuhan, untuk menjadi bapa dari sebuah bangsa pilihan Allah, yaitu bangsa Israel. Allah memiliki maksud dan tujuan tertentu untuk bangsa Israel, yaitu menjadi berkat. Allah hendak membuat perbedaan antara bangsa Israel dengan bangsa lain, karena Tuhan berkata bahwa orang yang mengutuk bangsa Israel akan dikutuk, dan orang yang memberkati bangsa Israel akan diberkati, bukankah itu luar biasa?
            Namun sayang sekali, bangsa Israel masih belum bisa menangkap maksud Tuhan dengan utuh. Bangsa ini masih saja hidup dengan tegar tengkuk. Mereka hanya memikirkan kebutuhan jasmani mereka. Mereka hanya ingin diberkati dan tidak mau menjadi berkat. Bayangkan saja, selama perjalanan menuju tanah Kanaan, sudah berapa kali mereka membuat hati Tuhan sakit karena persungutan mereka. Ketika mereka hanya diberi manna, mereka bosan dan minta daging (Bilangan 11). Padahal, ada maksud Tuhan dibalik semuanya itu. Perjalanan selama 40 tahun di padang gurun dan manna yang mereka makan itu merupakan sebuah ujian apakah Tuhan bisa menjadikan mereka sebagai berkat bagi bangsa lain atau tidak. Selama perjalanan di padang gurun itu, Tuhan hendak merendahkan hati bangsa Israel serta untuk melihat motivasi hati mereka dalam mengikut Tuhan (Ulangan 8:2-3). Orang yang mau menjadi berkat, tidak boleh hanya memikirkan kepentingan mereka sendiri, dan orang yang menjadi berkat harus hidup dari setiap firman yang Tuhan katakan. Terdapat sebuah perbedaan antara diberkati dan menjadi berkat. Diberkati itu hanya menerima dan menerima tanpa pernah memberi. Tetapi menjadi berkat itu menerima berkat, kemudian memberikan / menyalurkan berkat itu kepada orang lain yang membutuhkan.
            Dari sekitar 600000 orang Israel yang keluar dari Mesir dan berjalan menuju tanah Kanaan, hanya 2 orang yang berhasil menjejakkan kaki mereka di tanah perjanjian itu. 600000 itu pun baru jumlah pria dewasa, belum termasuk wanita dan anak-anak. Betapa padang gurun itu menjadi sebuah kuburan yang mengerikan bagi orang – orang yang tidak menangkap maksud Tuhan dengan utuh. So, hati – hati dengan motivasi dalam kita mengikut Tuhan. Salah sedikit saja bisa berabe. Lalu bagaimana caranya agar kita dapat menjadi berkat?.

Empat puluh tahun lamanya Aku memimpin kamu berjalan melalui padang gurun; pakaianmu tidak menjadi rusak di tubuhmu, dan kasutmu tidak menjadi rusak di kakimu. (Ulangan 29:5).

Dari ayat tersebut, ada 3 cara yang harus kita lakukan agar kita menjadi berkat bagi orang lain, terlebih lagi menjadi berkat bagi bangsa – bangsa :

1.    “Empat puluh tahun lamanya Aku memimpin kamu berjalan melalui padang guru…” Yang pertama adalah biarkan Tuhan yang memimpin dan memerintah dalam hidup kita. Biar kehendakNya yang terjadi di dalam hidup kita. Orang Israel yang mati di padang gurun itu adalah orang – orang yang dipimpin dan dikuasai oleh kehendaknya sendiri. “Jadi, usahakanlah dahulu supaya Allah memerintah atas hidupmu dan lakukanlah kehendak-Nya. Maka semua yang lain akan diberikan Allah juga kepadamu.” (Matius 6:33 versi Bahasa Indonesia Sehari – hari). Ini adalah hal yang paling mendasar jika kita ingin menjadi berkat, serahkan pemerintahan hidup kita kepada Tuhan, dan jangan biarkan kehendak daging kita menguasai.
2.    “…pakaianmu tidak menjadi rusak di tubuhmu…” Berbicara tentang pakaian, ini merupakan gambaran dari sikap hidup kita yang harus menjadi berkat. “Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian. Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.” (Kolose 3 : 12-14). Banyak bukan yang ‘pakaian’ yang harus kita kenakan untuk menjadi berkat? Dan yang terpenting adalah pakaian ini harus selalu kita kenakan dan tidak boleh rusak.
3.    “…dan kasutmu tidak menjadi rusak di kakimu.” Kasut berbicara tentang firman Tuhan, dan untuk menjadi berkat maka kita harus memegang teguh firman Tuhan, dan jangan biarkan firman Tuhan terabaikan dalam hidup kita. Bila kita melihat kepada contoh bangsa Israel tadi, ketika Musa mengirimkan 12 pengintai untuk menyelidiki tanah Kanaan, 10 orang meragukan firman Tuhan dan 2 orang tetap memegang teguh janji Tuhan, yaitu Yosua dan Kaleb. Alhasil, 2 orang tersebut yang masuk ke tanah perjanjian dari sekian ratus ribu orang yang keluar dari tanah Mesir. Pegang teguh firman Tuhan, dan terus lakukan bagian kita, maka tanpa kita sadari kita akan menjadi berkat bagi orang lain! Tuhan memberkati.

Author : Yefta Wahyu - Bendahara EL'A Youth Ministry

Bersukacitalah dalam segala keadaan !!!


Salah satu alasan mengapa kita tidak bisa mengembangkan senyum lebih lebar adalah karena kita terlampau dicekam oleh ketakutan kita sendiri. Boleh percaya boleh tidak, namun fakta berkata bahwa ketakutan adalah seperti kanker ganas yang menggerogoti sukacita kita. Semakin kita mengijinkan ketakutan mempengaruhi kehidupan kita, maka semakin sulit kita merasakan sukacita.
Cerita lama dari India menceritakan tentang tikus yang ketakutan karena melihat seekor kucing. Itu sebabnya tikus tersebut pergi kepada tukang sihir untuk menyulapnya menjadi kucing. Setelah tikus tersebut jadi kucing, kembali lagi ia dicekam rasa takut karena melihat anjing. Maka segera saja ia kembali ke tukang sihir dan minta mengubahnya menjadi anjing. Setelah jadi anjing, lagi-lagi ia takut ketika bertemu dengan macan dan minta kepada tukang sihir untuk mengubahnya menjadi macan. Tetapi ketika ia datang lagi dengan keluhan bahwa ia bertemu dengan pemburu, si tukang sihir menolak membantu lagi, “Akan saya ubah kamu jadi tikus lagi, sebab, sekalipun badanmu macan, nyalimu masih tetap nyali tikus.”
Ketika kita percaya kepada Yesus, kita diubah menjadi manusia baru. Hanya sayang, kita seperti cerita klasik tersebut. Kita mengaku sudah menjadi manusia baru, tapi “nyali” kita tidak baru. Daripada mengijinkan Kristus menguasai kehidupan kita, kita lebih mengijinkan ketakutan yang menguasai kita. Bukan iman, tapi rasa kuatir. Bukan keberanian, tapi rasa cemas. Tak heran sukacita kita padam. Tak ada senyum. Tak ada keceriaan. Sebaliknya, kegelisahan dan ketakutanlah yang terpancar dari hidup kita.
Seandainya kita memiliki nyali Kristus, tentu kita bisa bersukacita dalam segala keadaan. Paulus memiliki nyali Kristus, itu sebabnya penjara tak bisa membendung sukacitanya. Demikian juga situasi dan kondisi yang paling buruk sekalipun tak akan pernah bisa memadamkan sukacita kita, seandainya kita memiliki nyali Kristus. Sungguh ironis kalau kita mengaku sebagai anak Tuhan tetapi tak mampu lagi bersukacita karena situasi dan keadaan yang menantang kita. Bukankah seharusnya kita berani menghadapi setiap tantangan hidup dengan optimisme dan sukacita? Kalau tak bisa tersenyum di tengah tantangan hidup, itu seperti seekor macan dengan nyali tikus.

“Hadapilah semua tantangan hidup dengan optimisme dan sukacita.”

Pengikut Akun Facebook

Pengikut akun Twitter atau Blogger