Senin, 19 September 2011

FIRE FALL DOWN


Your fire fall down
Fire fall down
On us we pray
As we seek
....

Penggalan pujian di atas merupakan salah satu pujian dari Hillsong United di album We Stand. Ketika saya mendengarkan pujian tersebut, entah kenapa hati saya selalu bergetar. Pujian yang meminta Tuhan untuk mencurahkan api lawatanNya, meminta apiNya turun membakar setiap orang yang mencari Tuhan. Saya tidak tahu bagaimana kehidupan setiap kita masing – masing dalam merespon tentang lawatan Tuhan ini. Namun, saya akan menceritakan sedikit pengalaman yang saya alami.
Bulan ini, saya ditugaskan ke Kalimantan Barat selama 2 minggu untuk menyelesaikan sebuah proyek kerja sama antara universitas saya dengan sebuah pemerintah kabupaten di daerah Kalimantan Barat. Pekerjaan berjalan dengan lancar karena Tuhan selalu menyertai, dan tibalah saya di hari Minggu, dimana saya harus beribadah! Akhirnya saya ikut dengan salah satu staf untuk beribadah di gerejanya. Staf ini orang yang baik, namun ia perokok. Dan yang lebih membuat saya kaget adalah, ternyata ia salah satu pemain musik di gerejanya. Dan saya melihat ada pula jemaat lain yang merokok, dan karena ibadah masih belum dimulai (saat itu kami datang 08.30, ibadah mulai 09.00), ada yang merokok di dalam gereja di bangku belakang! Dan saya melihat pula seseorang merokok di belakang gereja, dan ketika ibadah dimulai ternyata dia melayani sebagai liturgos. Mungkin ada orang yang beranggapan bahwa merokok itu tidak masalah, namun bagi saya, itu masalah. Seorang pelayan haruslah kudus dan tidak menuruti keinginan daging. Hati saya menangis melihat kondisi ini, dan saya hanya bisa berkata kepada Tuhan agar Tuhan segera melawat negeri ini, melawat bangsa ini, dan melawat gerejaNya!
“Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN dan pujilah Dia dari ujung bumi! Baiklah laut bergemuruh serta segala isinya dan pulau-pulau dengan segala penduduknya.  Baiklah padang gurun menyaringkan suara dengan kota-kotanya dan dengan desa-desa yang didiami Kedar! Baiklah bersorak-sorai penduduk Bukit Batu, baiklah mereka dengan mudah orang dapat melihat bahwa dia akan menjadi seorang di antara mereka yang akan menghancurkan diri sama sekali atau sukses secara gilang-gemilang. Walaupun –
42:10-12. Perikop dari ayat tersebut adalah Puji – Pujian tentang penyelamatan, dan saya yakin bahwa apa yang dituliskan oleh nabi Yesaya itu merupakan nubuatan bagi Indonesia. Apa indikasinya? Ujung dunia merupakan Pulau Irian (Papua), dan kepulauan yang didiami oleh Kedar adalah Indonesia, bahkan dikatakan juga desa – desa yang didiami Kedar, bukankah sebagian besar wilayah Indonesia merupakan desa – desa? Lalu apa yang akan dilakukan oleh TUHAN?
“TUHAN keluar berperang seperti pahlawan, seperti orang perang Ia membangkitkan semangat-Nya untuk bertempur; Ia bertempik sorak, ya, Ia memekik, terhadap musuh-musuh-Nya Ia membuktikan kepahlawanan-Nya.  Aku membisu dari sejak dahulu kala, Aku berdiam diri, Aku menahan hati-Ku; sekarang Aku mau mengerang seperti perempuan yang melahirkan, Aku mau mengah-mengah dan megap-megap.  Aku mau membuat tandus gunung-gunung dan bukit-bukit, dan mau membuat layu segala tumbuh-tumbuhannya; Aku mau membuat sungai-sungai menjadi tanah kering dan mau membuat kering telaga-telaga.” (Yesaya 42:13-15)
“But I’ll take the hand of those who don’t know the way, who can’t see where they’re going. I’ll be a personal guide to them, directing them through unknown country. I’ll be right there to show them what roads to take, make sure they don’t fall into the ditch. These are the things I’ll be doing for them—sticking with them, not leaving them for a minute." (Yesaya 42:16, versi The Message)
Dan hal di atas, itu pasti akan dilaksanakan oleh TUHAN. Dimana Ia sendiri yang akan berperang dan bertempur melawan musush – musuhNya. Dan pada ayat 16 Ia berkata bahwa Ia sendiri yang akan membawa dan menuntun orang buta kepada terang dan jalan kebenaran, dan Ia tidak akan meninggalkan mereka. Inilah lawatan itu! Dimana banyak orang yang buta rohani akan melihat terang, dan mereka akan dituntun TUHAN ke dalam jalan yang harus ditempuhnya, dan Ia tidak akan membiarkan mereka jatuh. Saudara, untuk mempersiapkan lawatan semacam itu, tetap dibutuhkan banyak pekerja yang siap mengorbankan apa pun demi jiwa – jiwa. Tidak lama lagi TUHAN akan melaksananakan apa yang telah direncanakanNya. Mari kita persiapkan diri untuk menerima lawatan TUHAN, jadilah bintang yang bersinar, agar semakin banyak orang yang dituntun kepada jalan kebenaran. Lakukan bagian kita, dan TUHAN akan menyempurnakan segalanya. LET YOUR FIRE FALL DOWN ON OUR COUNTRY! God bless...
 Author : Daniel Nova - Mahasiswa FTEK UKSW

Tips Sukses dari ISHAK


Alkitab mencatat, Ishak, seorang yang taat dan melakukan firman Tuhan mencapai sukses luar biasa. Setiap orang mendambakan kesuksesan dalam perjalanan hidupnya. Siapapun dia, apapun latar belakangnya, apabila ditanyakan: ”Apakah anda mau sukses? Pastilah jawabannya adalah “ya! Saya mau sukses.”

Timbul pertanyaan pada kita, untuk mencapai sukses itu bagaimana caranya? Di dalam dunia sekuler untuk sukses seseorang itu akan mempelajari ilmu manajemen yang baik. Misalkan seorang pedagang untuk menanamkan modalnya berdagang, terlebih dahulu dia akan melakukan survey ke lokasi yang strategis, peluang bisnis yang sesuai dengan lingkungan sekitar, mempertimbangkan segi keamanan, politik dan lain-lain.

Dalam dunia sekuler orang akan mempelajari dan mempertimbangkan hal-hal di atas agar mereka sukses. Lain halnya dengan Ishak dalam kejadian 26:1-31 yang akan kita bahas. Ishak tidak mempelajari dan mempertimbangkan seperti dalam dunia sekuler. Justru di masa kelaparan, ada krisis kelaparan Ishak sukses. Dan Alkitab menulis kesuksesannya luar biasa. Mari kita melihat 5 hal sebagai kiat sukses dari Ishak yang membuat dia berhasil.

1. Taat (Kej. 26:2-6)
Allah berfirman kepada Ishak agar jangan pergi ke Mesir dan harus tetap tinggal di Gerar sekalipun ada kelaparan. Ishak merespon dengan baik perintah itu dan taat pada perintah Allah. Ketaatan inilah yang merupakan kunci awal suksesnya Ishak. Banyak kali kita ingin sukses namun kita tidak mau taat/melakukan firman Tuhan. Kita banyak kali mau berkat-Nya saja, namun perintah-Nya kita tidak mau lakukan. Sebenarnya Ishak berhak mengambil kembali sumur itu, sebab ia yang menggali. Namun ia mengalah saja dan bersabar. Akibatnya dia mendapatkan sumur-sumur yang banyak airnya, yang dinamainya “Rehobot”.

2. Bertindak dengan iman (Kej. 26:12-13)
Ishak menabur di tanah Gerar saat ada kekeringan. Menurut hukum alam, di masa kering benih yang ditabur tidak mungkin bertumbuh. Ishak melawan hukum alam, dia terus menabur disertai dengan iman. Hasilnya, luar biasa! Dia mendapat seratus kali lipat sebab Ishak berani menabur. Sebab dia percaya Tuhan pasti menolong. Kadang kita tidak mau atau takut! Berkorban di saat ada kesulitan, atau di saat kita membutuhkannya. Berbeda dengan Ishak, justru dia bertindak dengan iman. Bukankah yang dimaksud dengan “korban” berarti ada luka, meneteskan darah dan kesakitan. Ishak bisa saja berpikir benih yang dia tabur boleh dia simpan untuk dimakan, namun dia tidak pedulikan... Ishak terus bertindak dengan iman.

3.    3. Sabar (Kej. 26:18-22)
Ishak dan para gembalanya menggali sumur yang pernah digali oleh ayahnya Abraham. Beberapa kali dia mengali tapi selalu dirampas/diambil orang. Sumur-sumur itu adalah Esek, yang berati “pertikaian” dan sumur Sitna yang berarti “Perlawanan”. Sebenarnya Ishak berhak mengambil kembali sumur-sumur itu, sebab dia yang gali, Tetapi dia mengalah saja, dia sabar dan akibat kesabarannya dia mendapat sumur-sumur yang lain yang dinamai “Rehobot” airnya banyak. Kadang kita mau berkat Tuhan harus cepat/secara instan tetapi tidak mau mengalami proses Tuhan. Kita tidak mau sabar. “Sabar” adalah 'suffering' artinya menderita berkepanjangan.

4. Bersyukur (Kej. 26:25)
Ketika Ishak ada di Beryeba, Tuhan menampakkan diri padanya dan berfirman kepadanya. Ishak mendirikan “Mezbah” dan memanggill nama Tuhan di sana. Dalam kesuksesan Ishak tidak lupa akan Tuhan, dia tahu sukses, kekayaan kehormatan dll itu semuanya dari Tuhan. Kita seringkali lupa sama Tuhan dan tidak bersyukur pada-Nya. Saat kita masih susah, kita selalu memangil nama Tuhan/berdoa pada-Nya, tetapi saat kita sukses, diberkati, kita lupa akan Tuhan. Tidak mau berkorban atau memberi untuk pekerjaan Tuhan, apalagi membawa/mengembalikan apa yang menjadi milik tuhan yaitu perpuluhan.

5. Mengampuni (Kej. 26:26-30)
Pada saat Ishak sukses, ada orang cemburu kepadanya bahkan memusuhi dia. Kita pasti mengalami hal ini. Saat kita sukses pasti ada yang tidak suka. Dalam hal ini Ishak tidak pernah membalas kejahatan dengan kejahatan, fitnah dengan fitnah. Sebaliknya saat mereka datang bertamu di rumahnya, Ishak menyambutnya dengan mengadakan pesta. Secara manusia, sulit bagi kita untuk mengampuni orang yang pernah sakiti hati kita dan berbuat jahat pada kita, tetapi Ishak mau mengampuni dan pasti dia memberi berkat pada mereka. Mari kita mengampuni. Sebab di dalam pengampunan ada berkat dan keselamatan.

Ishak dapat memberikan teladan bagi kita semua yang rindu meraih keberhasilan. Tuhan tidak pernah pilih kasih. Janji keberhasilan atau sukses diberikan kepada siapa saja asal dalam hidup kita ada ketaatan pada firman, bertindak dengan iman, sabar, tahu bersyukur dan memberikan pengampunan pada orang yang pernah berbuat salah pada kita. Sekarang, lakukanlah apa yang pernah Ishak lakukan. Percaya Tuhan pasti menolong dan memberkati orang yang sungguh-sungguh berharap pada-Nya. (Hendra Kasenda)_terangdunia.com

Kamis, 15 September 2011

Hillsong United Buat Gebrakan di Dunia Film



Grup musik Kristen Internasional Hillsong United telah menemukan cara unik untuk menyebarkan kasih Allah.
Lewat film dokumenter musik yang berjudul "The I Heart Revolution: We're All in this Together", para seniman muda asal Australia tersebut mencoba menyoroti kebutuhan orang di seluruh dunia dan bagaimana gereja dapat melayani dalam cara-cara praktis.
Film ini sendiri dibuat dalam tempo yang cukup lama yakni lebih dari dua tahun.
"Perjalanan kami dengan Tuhan adalah salah satu hal yang dimulai ketika kami bangun dan menjalankan semua jalan yang kami lalui, dan saya pikir masing-masing dan setiap orang dari tim kami adalah solid," kata salah seorang anggota Hillsong United Joel Houston.
"Satu hal yang saya tahu saya selalu berusaha untuk menghabiskan lebih banyak waktu dengan Yesus. Menurut saya, ketika kita membangun hubungan yang erat dengan-Nya maka waktu kita yang ada kini tidak akan ada pernah benar-benar cukup untuk mengenal-Nya lebih dalam lagi dan lagi," tambah Jonathan "JD" Douglas dari Hillsong.
Perjalanan lintas-budaya ini menunjukkan pengalaman pribadi kelompok saat menyelenggarakan tur dunia, dan bagaimana perkataan Allah turun kepada orang-orang yang mereka temui di sepanjang jalan.
"Nama Yesus - tidak ada nama yang lebih tinggi dari nama itu dan tak ada nama yang dapat kita percayai selain nama tersebut. Kita tidak perlu percaya dalam nama kita atau nama lain," kata Douglas.
CBN News mendapatkan kesempatan spesial mewawancarai sejumlah personil Hillsong United yang baru saja selesai menggelar tur mereka di Amerika Serikat di saat mereka sedang berada di backstage.                          
"Roh Tuhan ada di dalam masing-masing kami dan setiap dari kami dan saya pikir kami tidak harus melakukan pekerjaan-Nya di dalam kami dengan kekuatan kami sendiri," kata Douglas.
Sementara melaksanakan tur, Hillsong United bermitra dengan gereja-gereja lokal untuk mengkoordinasikan pembagian makanan di setiap kota. Kelompok tersebut mengatakan bahwa apa yang mereka lakukan ini adalah salah satu cara orang Kristen membantu memenuhi beberapa kebutuhan hidup yang paling praktis.
"Adalah hal yang bagus saat kami mengangkat suara dan memuji Tuhan. Tapi saya pikir kita semua tahu bahwa itu akan menjadi fantastis ketika kita mengerti bahwa kita punya panggilan untuk bertindak membuat perbedaan," ujar Houston.
Untuk diketahui, film dokumenter Hillsong United ini sekarang sudah tersedia dalam bentuk DVD, Blue-Ray, dan media-media publik yang sudah legal secara hukum.
Sebagai anak-anak Tuhan yang ada di bumi, tugas kita adalah membawa perubahan positif kepada sekitar kita. Dengan melakukan ini maka nama-Nya yang akan semakin dimuliakan dan ditinggikan serta semakin banyaklah manusia yang akan disadarkan dan akhirnya memutuskan untuk bertobat dari jalan jahatnya dan kembali kepada terang kasih-Nya._Source : cbn.com

SHINE YOUR LIGHT


Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut – sungut dan berbantah – bantahan, supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak – anak Allah yang tidak bercela di tengah – tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang – bintang di dunia. Filipi 2:14-15
Saudara, setiap kita telah dimerdekakan dari dosa oleh darah Kristus di atas kayu salib. Kita bukan lagi hamba dosa, karena kita telah dibayar lunas oleh darah Kristus. Nah, sebagai orang yang telah dimerdekakan oleh darah Kristus, ada tugas dan tanggung jawab yang menanti setiap kita. Tugas ini begitu penting di akhir zaman ini, dimana penuaian besar – besaran akan terjadi. Kalau kita peka, maka kita akan ikut dalam kegerakan Tuhan ini. Namun jika kita tetap berdiam dalam zona nyaman kita, kita hanya akan menjadi orang kristen yang suam – suam kuku yang pada akhirnya akan dimuntahkan, dan kita akan tertinggal dari kegerakan yang Tuhan sedang kerjakan.
Tema kita kali ini adalah SHINE YOUR LIGHT yang artinya pancarkan cahayamu! Dalam khotbahNya di bukit, Yesus mengajar bahwa kita adalah terang dunia. Dan Ia berkata, tidak boleh cahaya terang itu disembunyikan, melainkan harus ditempatkan di atas kaki dian sehingga dapat menerangi sekelilingnya. Menjadi terang dapat diartikan menjadi teladan baik dalam perkataan, perbuatan, dan pemikiran, sehingga membawa kemuliaan bagi Bapa di sorga. Banyak orang mengartikan menjadi terang berarti menjadi lilin yang menyala, sehingga dapat menerangi sekitarnya dan menjadi berkat buat mereka. Namun kali ini kita akan sama – sama belajar menjadi terang yang tidak hanya sekedar lilin, tetapi seperti bintang – bintang di langit! Dan di akhir zaman ini, ada dua macam bintang, yaitu bintang yang bersinar dan bintang yang menghilangkan cahaya. Sama – sama bintang dan mempunyai cahaya lho, tapi bedanya yang satu memancarkan cahaya, dan yang satu menghilangkan cahaya. Lalu apa artinya? Mari kita sama – sama belajar.

Yang pertama akan kita pelajari adalah bintang yang menghilangkan cahayanya. “Di depannya bumi gemetar, langit bergoncang; matahari dan bulan menjadi gelap, dan bintang – bintang menghilangkan cahayanya.” (Yoel 2:10). Bintang – bintang dalam ayat tersebut berasal dari bahasa Ibrani “kowkab”, yang memiliki makna personifikasi, yaitu sekumpulan orang, dan lebih ditekankan kepada youth atau orang – orang muda. Dan dikatakan bahwa sekumpulan youth ini menghilangkan cahayanya. Kitab Yoel ini berbicara tentang kondisi yang akan terjadi di akhir zaman dimana akan ada bintang – bintang yang menghilangkan cahayanya. Sebenarnya youth ini memiliki cahaya, namun mereka malah menghilangkannya. Kenapa dan apa sebabnya? Yesus mengajar, bahwa cahaya itu adalah perbuatan – perbuatan baik yang sesuai dengan -
firmanNya, dengan kata lain kita harus menjadi pelaku firman, maka cahaya itu akan nampak melalui hidup kita. Atau paling tidak, firman merupakan modal dasar untuk kita mendapatkan cahaya. Seperti ada tertulis, firmanMu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku. Sebab utama bintang – bintang ini menghilangkan cahayanya, adalah mereka tidak sadar bahwa firman – firman yang TUHAN beri dalam hidup mereka itu dicuri! Nah, ini yang gawat! Mereka tidak sadar kalau pencuri itu selalu mengincar firman TUHAN yang seharusnya menjadi rhema dalam kehidupan mereka. Siapa pencuri itu? Iblis! Setan! Dan pencuri itu datang untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan (Yohanes 10:10). Saya mau katakan bahwa setiap firman TUHAN yang datang dalam kehidupan kita, itu mempunyai kuasa yang besar untuk mengubah hidup kita, bahkan dapat memberi dampak bagi orang lain. Kalau kita mempelajari Alkitab, maka isinya adalah orang – orang yang dalam hidupnya, mereka menangkap firman TUHAN, dan menjadikannya rhema dalam hidup mereka, sampai firman itu digenapi. Dan Rasul Paulus mengungkapkan pada suratnya yang kedua kepada Timotius, dimana pada akhir zaman kondisi rohani manusia benar – benar bobrok sekali (2 Timotius 3:1-9). Disana dikatakan bahwa akal mereka bobrok dan iman mereka tidak tahan uji. Dalam kondisi dimana manusia dikuasai oleh berbagai – bagai keinginan itu, disitulah Iblis mencuri firman TUHAN yang seharusnya menjadi jatah mereka. Di saat itu pula mereka menghilangkan cahaya mereka. Mari kita lebih waspada dan berjaga – jaga, musuh telah mengerahkan kekuatan dan berbagai macam strategi untuk membuat kita menghilangkan cahaya kita. Kenakan selengkap senjata Allah dan terus berjaga – jaga! Versi lain dari bintang yang menghilangkan cahayanya adalah orang – orang yang berbuat fasik. Mereka mengetahui firman itu datang dalam hidup mereka, namun mereka tidak menjadikannya rhema dan tidak menghidupinya. Alhasil, benih firman itu tidak pernah tumbuh dan hidup mereka tidak pernah bersinar. Tuhan mendidik kita, agar kita menanggalkan kefasikan kita. Jangan biarkan setiap firman yang datang dalam hidup kita menjadi sia – sia, namun mari kita hidup di dalam firman, agar kita tidak kehilangan cahaya kita.
Yang kedua kita akan mempelajari bintang yang bersinar. “Para pemimpin yang bijaksana akan bersinar seperti cahaya langit. Dan mereka yang telah mengajar banyak orang untuk melakukan apa yang baik dan adil akan bersinar seperti bintang – bintang untuk selama – lamanya.” (Daniel 12:3, versi Bahasa Indonesia Sehari - hari). Apa yang dituliskan oleh nabi Daniel tersebut merupakan kondisi di akhir zaman. Dikatakan bahwa pemimpin yang bijaksana akan bersinar seperti cahaya langit. Maka, hal pertama yang harus kita lakukan untuk menjadi bintang yang bersinar adalah hidup dengan bijaksana. Lalu bagaimana kita bisa hidup dengan bijaksana? TUHAN sendiri yang akan mendidik kita tentang kebijaksanaan ini (Titus 2:12). Namun, banyak orang tidak tahan dengan didikan TUHAN, mereka tergoda dengan keinginan daging. Memang kita masih hidup dalam darah dan daging, namun itu bukanlah alasan untuk kita menuruti keinginan daging. Hiduplah dengan dipimpin oleh Roh, maka kita tidak akan menuruti keinginan daging (Galatia 5:16). Terimalah didikan TUHAN, bahkan kalau perlu cintai didikan TUHAN. Ayub sendiri juga menyadari, bahwa orang yang dididik TUHAN adalah orang yang berbahagia (Ayub 5:17), oleh karena itu jangan pernah menolak atau mengabaikannya.
“..., dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran...” (Daniel 12:3b, versi Terjemahan Baru). Hal kedua adalah kita harus menuntun orang – orang kepada kebenaran. Ini adalah tugas dari bintang yang bersinar. Di akhir zaman akan terjadi penuaian besar – besaran, dan kita sebagai bintang – bintang yang bersinar, bertugas untuk mempersiapkan ladang agar siap dituai. Modal dasar untuk membawa orang kepada kebenaran adalah kita sendiri harus hidup dalam kebenaran. Kalau tidak, ya sama saja seperti orang buta menuntun orang buta, tidak tahu arah dan tujuan, malah tambah tersesat, repot jadinya. Oleh karena itu, salah satu dari selengkap senjata Allah yang harus senantiasa kita pakai adalah ikat pinggang kebenaran. Rajin – rajinlah merenungkan firman Tuhan, duduk di bawah kaki Tuhan dan lebih intim lagi dengan Dia. Roh Kudus yang akan mengajarkan kebenaran sejati kepada kita, dan Roh Kudus pula yang akan memampukan kita menuntun orang – orang kepada kebenaran. Dan jangan lupa juga senantiasa waspada dan berjaga – jaga, karena kalau ada kebenaran, berarti disitu juga ada penyesatan. Asalkan kita tetap hidup dalam urapan Tuhan dan intim dengan Roh Kudus, saya percaya tidak ada yang dapat menyesatkan kita. Mari kita bawa jiwa – jiwa kepada kebenaran sejati! Bersinarlah engkau, hai bintang – bintang untuk selama – lamanya!
Saudaraku, beberapa waktu yang lalu ada seorang hamba Tuhan mengadakan tur rohani ke Cina bersama dengan rombongan yang cukup banyak jumlahnya. Kalau Saudara mengetahui bagaimana kondisi kekristenan di sana, bersyukurlah Saudara masih dapat beribadah di tempat Saudara masing – masing dengan bebas. Karena di sana kekristenan betul – betul dikekang, darah para martir yang tertumpah sudah tak terhitung banyaknya. Hamba Tuhan ini bersama rombongan menemui 2 pendeta gereja bawah tanah (di Cina ada 2 macam gereja, yaitu gereja resmi yang tata cara ibadahnya diatur pemerintah dan dilarang memberitakan tentang kedatangan Yesus yang kedua, dan gereja bawah tanah yang melakukan ibadah bebas tapi harus cerdik agar tidak ditangkap). Rombongan ini ingin memberkati gereja – gereja bawah tanah di Cina melalui 2 pendeta itu, mereka memberi ribuan Alkitab dan buku – buku rohani dalam bahasa Mandarin, berbagai macam souvenir, beserta sejumlah uang. Yang membuat saya kagum adalah ketika kedua pendeta menerima berkat itu, mereka berkata, “Lihat saja, kegerakan Tuhan pasti akan melanda Cina, dan kami saat ini sedang mempersiapkan karpet merah dari Cina sampai ke Yerusalem!” Sungguh spirit yang luar biasa! Dalam keadaan yang sedemikian sulitnya, mereka tetap semangat memancarkan cahayanya! Bagaimana kita yang sekarang masih bisa menikmati kebebasan ini? Masihkah mau berdiam diri? Ayo pancarkan cahayamu! Siapkan ladang untuk menyambut lawatan Tuhan atas negeri kita! Doakan agar api-Nya melanda bangsa ini! Shine your light!
Author : Daniel Nova – Mahasiswa FTEK UKSW


Pengikut Akun Facebook

Pengikut akun Twitter atau Blogger