Kamis, 17 Februari 2011

Apakah Engkau Mencintai Ku ?

Suatu hari, adrian bersama dengan teman – temannya merencanakan untuk bepergian ke berbagai tempat. Mereka merencanakan sesuatu yang tidak biasa. Sesuatu yang jarang ditemukan oleh orang orang lain di bumi ini. Adrian dan teman temannya pergi mencari Cinta yang sejati. Berbagai tempatpun di rencanakan untuk di kunjungi, yang pertama mereka akan pergi ke taman rekreasi keluarga, lalu mereka akan pergi ke hotel dan terakhir mereka akan pergi ke gedung pernikahan. Tempat itu di pilih karena adrian dan teman temannya merasa bahwa tempat itu adalah tempat dimana biasanya banyak orang akan membuktikan cinta mereka kepada pasangan anda. Adrian dan teman temannya sangat penasaran ingin melihat bagaimana sebenarnya cinta yang sejati itu. Maka berangkatlah adrian dan teman temannya ke tempat tempat yang sudah mereka rencanakan. Inilah perjalanan adrian dan teman temannya mencari cinta yang sejati.

Perjalanan pertama menuju taman rekreasi keluarga. Adrian dan teman temannya sudah membayangkan banyak hal. Mereka membayangkan akan melihat banyak sekali keluarga yang ada disana sedang berkumpul dan memperlihatkan cinta yang sejati, sampailah mereka di taman yang mereka maksud. Dan benar saja, mereka melihat ada satu keluarga yang ada disana sedang duduk bersama. Sang ayah sedang berlarian bersama anak anak dan sang ibu sedang mempersiapkan sesuatu bagi suami dan anak anaknya. Karena asyik berlarian, tanpa sengaja sang anak menendang tempat minuman yang ada di samping sang ibu dan terjadilah sesuatu yang adrian dan teman temannya tidak pernah bayangkan sebelumnya. Sang ibu melayangkan tamparan ke wajah sang anak “Plak”, dan spontan sang anak pun menangis dengan keras. Kakak dari anak ini mencoba untuk membela adiknya namun sang ibu justru mendorong sang kakak hingga jatuh. Sang ayah pun tidak bisa berbuat banyak melihat sang istri melakukan itu semua. Akhirnya keluarga itu pulang dengan wajah yang tidak berseri namun penuh dengan amarah dan tangisan. Adrian dan teman temannya menyimpulkan bahwa meskipun tampaknya rukun, namun cinta yang tidak sejati dapat dikalahkan dengan amarah sesaat yang sebenarnya tidak perlu di besar besarkan.

Perjalanan kedua adalah menuju hotel. Kenapa hotel? Entah mengapa adrian merasa di hotel akan banyak pasangan suami istri yang menginap disana

untuk membuktikan cinta mereka kepada pasangan mereka. Saat sampai, adrian dan teman temannya melihat satu mobil yang sangat mewah dan mereka tahu bahwa mobil itu sangat mahal harganya. Mobil itu masuk ke hotel dan tampaklah sepasang pria dan wanita keluar dari mobil itu. Namun anehnya adalah semua pegawai di hotel itu memandang sang wanita dengan pandangan yang sangat aneh dan sinis. Ternyata sang wanita adalah wanita panggilan yang rela menjual tubuhnya hanya demi uang. Apakah ini cinta sejati?tentu tidak. Adrian dan teman temannya menyadari bahwa cinta sejati tidak akan bisa di beli dengan uang yang bamyak sekalipun.

Tempat terakhir adalah gedung pernikahan. Adrian yakin akan melihat cinta sejati disana karena tentunya pasangan yang menikah adalah pasangan yang memiliki cinta sejati disana. Saat masuk tampaklah pasangan yang sedang melaksungkan pernikahan. Wajah ceria tampak dari pengantin itu. Menyapa para tamu dengan senyuman, adrian berpikir inilah cinta yang sejati. Namun adrian kaget ketika mendengar kabar bahwa sang mempelai pria subenarnya sudah memiliki istri dan anak yang ditinggal untuk mendapatkan istrinya yang sekarang. Wajah adrian berubah menjadi sedih. Bahkan di tempat pernikahanpun belum tentu ada cinta yang sejati, karena cinta sejati tidak akan pernah mendua dan melukai.

Dalam kondisi yang putus asa, adrian melihat gereja dan memutuskan masuk ke sana. Kebetulan ada ibadah yang sedang dilangsungkan. Adrian mengikuti ibadah itu, tanpa menyadari bahwa disanalah dia akan melihat cinta yang sejati. Sang pengkotbah menceritakan kembali kepada jemaat tentang kematian Yesus di kayu Salib. Semua karena Tuhan mencintai kita dengan cinta yang sejati. Khotbah ditutup dengan sebuah pertanyaan “Apakah anda mencinta Tuhah dengan cinta yang sejati?”. Pertanyaan itu terngiang dalam pikiran adrian dan teman temannya. Karena saat itulah mereka menyadari bahwa cinta yang sejati adalah cinta yang memberi tanpa berharap menerima, cinta yang sejati akan setia sampai akhir, dan cinta yang sejati adalah Tuhan sendiri. Sadarkah anda bahwa sebenarnya cinta sejati itu ada dalam diri anda? Yesus lah cinta yang sejati. Mari balas cintanya dengan mencintai Dia sepenuh hati anda.

Oleh Sdra. Theo

Rabu, 16 Februari 2011

Filosofi Cinta


“Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus.”

Kolose 2:8


Cinta merupakan sebuah fenomena yang melanda berbagai macam kalangan masyarakat. Tidak peduli dari golongan orang kaya, dari golongan kurang mampu, bahkan dari berbagai macam aliran agama, semua mengetahui yang dinamakan dengan cinta. Ada yang mengatakan kalau cinta itu manis, cinta tak harus memiliki, bahkan ada yang menganggap bahwa cinta itu buta. Saudara, ada banyak sekali pandangan tentang cinta yang beredar di sekitar kita, tetapi ada satu hal yang perlu kita perhatikan, sudah sejalankah pandangan cinta yang kita miliki itu dengan ajaran Kristus? Di dalam surat Kolose, Rasul Paulus mengingatkan kita agar kita berhati-hati dengan filsafat/pandangan yang kosong dan palsu. Di jaman sekarang ini, Iblis memanfaatkan cinta untuk menjatuhkan anak-anak Tuhan. Iblis menyebarkan ‘virus cinta’ yang kelihatannya menawan, namun sebenarnya kosong dan palsu. Virus itu pun sangat mematikan karena penuh dengan tipu daya untuk menjerat anak-anak Tuhan. Saya mempunyai teman sepelayanan yang sedari kecilnya sudah mengikut Tuhan dengan sungguh, rajin Sekolah Minggu, bahkan ketika beranjak SMA mulai terjun dalam pelayanan musik. Kakaknya pun adalah seorang hamba Tuhan. Namun karena ia mulai mengenal pergaulan dunia, masuklah ajaran dari dunia ke dalam hidupnya, sehingga ia pun menjalin hubungan dengan perempuan yang tidak seiman, dan akhirnya karena cinta, ia meninggalkan imannya dan berpindah agama. Banyak orang yang menganggap itu ‘bukan masalah yang besar’, namun sesungguhnya saya ingin mengingatkan, ini adalah masalah keselamatan kekal kita, masalah kesetiaan dan komitmen kita kepada Tuhan, dan jangan sekali-kali bermain-main dengan hal tersebut! Kita tidak pernah tahu kapan Tuhan Yesus akan datang, jadi janganlah mengambil resiko. Dan saya sedih sekali, karena tidak sedikit orang-orang yang saya kenal jatuh di titik ini, meninggalkan Tuhan hanya karena cintanya kepada manusia. Selain cinta kepada manusia, Iblis juga menyesatkan manusia dengan menyebarkan virus ‘cinta kepada hobi’ atau ‘cinta kepada hal yang disukai’. Pada kesepuluh Hukum Allah (Keluaran 20), disana tertera dengan jelas pada hukum pertama dan kedua, bahwa Allah – tidak menghendaki ada allah lain di dalam hidup kita, apalagi sampai sujud menyembah dan memuja-mujanya. Pada kenyataanya, banyak orang yang memiliki allah lain dalam hidupnya, baik sadar atau tidak sadar. Dengan memanfaatkan situasi, Iblis membuat ‘idol’ (idol=allah palsu) yang dipuja-puja oleh banyak orang, dan hei, sekali lagi Iblis menyesatkan manusia dalam hal kecintaan mereka akan sesuatu. Ada orang yang begitu mencintai idolanya sehingga ia akan mempertaruhkan apa pun demi idolanya. Ketika idolanya diejek, tidak terima dan membelanya mati-matian. Bahkan mungkin ketika ia sedih, ia malah akan mendengarkan lagu-lagu idolanya daripada datang sujud menyembah kepada Tuhan. Perlu kita ingat lagi, kecintaan kita kepada sesosok idola dunia tidak akan membuat kita menjadi pribadi yang lebih baik, ia juga tidak bisa memberikan kekekalan, ia hanyalah ‘tipu muslihat’ Iblis untuk menjatuhkan kita dan merebut keselamatan kita. Bersyukurlah Saudara ketika kita mulai mengidolakan sesuatu dan Tuhan menegur kita, hendaknya kita sadar betapa Allah mengasihi kita. Jangan sampai Allah menjadi jemu seperti Allah jemu kepada bangsa Israel, “…Pada hari ini sekiranya kamu mendengar suara-Nya! Janganlah keraskan hatimu…Empat puluh tahun Aku jemu kepada angkatan itu….Mereka suatu bangsa yang sesat hati dan mereka itu tidak mengenal jalan-Ku. Sebab itu Aku bersumpah dalam murka-Ku : Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku.” (Mazmur 95:6-11) Allah jemu dengan bangsa Israel yang di dalam hatinya penuh dengan kecintaan akan allah lain, kepada anak lembu emas yang mereka buat dan dewa-dewa asing dalam hidup mereka.

Cinta akan uang juga telah menjangkiti anak-anak Tuhan. Dan hal ini membuat banyak sekali kejahatan yang terjadi. Kejahatan yang terekspos dan yang tidak terekspos, seperti lebih memilih bekerja daripada beribadah pada hari Sabat, lebih berpikir tentang kekayaan dunia daripada kekayaan rohani. Mereka berpikir dengan kekayaan dunia, mereka akan bahagia dan mendapatkan kesejahteraan. Namun sesungguhnya itu adalah hal yang semu dan fana, bersifat sementara saja dan di dalamnya tidak pernah ada sukacita dan damai yang sejati. Di jaman sekarang pun Iblis menyesatkan orang-orang yang dipanggil Tuhan, agar mereka tidak menjadi yang terpilih. Mari Saudara kita memiliki pandangan yang benar akan cinta, cinta dalam hal apapun, dan terlebih lagi cinta akan Tuhan. Orang-orang yang mencintai Tuhan dengan sepenuh hati akan terus mengikutiNya sampai akhir, medan apa pun yang dihadapi akan tetap dijalaninya. Cinta kita akan Tuhan juga akan membuat kita lebih haus dan lapar akan kehadiran-Nya dalam hidup kita, serta kita akan menjadi pelaku-pelaku firman-Nya yang kuat! Jangan mau tertipu dengan filosofi-filosofi kosong Iblis, namun terus pegang kebenaran yang Tuhan beri! Tuhan memberkati J

Oleh Sdra. Daniel

Selasa, 15 Februari 2011

Mengampuni yang tak Terampuni

“Keluarga saya pernah bilang, kalau suami sudah mengancam istri dengan senjata tajam, kalau saat ini tidak sampai terluka, suatu saat nanti pasti akan terjadi,” kata Rebeka. Dan ternyata ucapan keluarganya itu memang benar terjadi.

Pertemuan Dengan Suami

Rebeka bertemu dengan suaminya yang bernama Tarigan di Pekan Baru. Pada waktu itu Tarigan bekerja sebagai salah seorang karyawan perkebunan. Hampir setiap hari Tarigan mampir ke warung milik saudara Rebeka untuk membeli barang. Rebeka yang pada waktu itu sudah memiliki kekasih hanya memandang Tarigan dengan sebelah mata, terlebih lagi karena pendiriannya yang keras untuk tidak menjalin hubungan dengan Tarigan. Karena ia melihat Tarigan sering menenggak minuman keras dan juga bersifat kasar. Namun setelah Tarigan memikat Rebeka dengan sebuah ilmu pelet, Rebeka pun akhirnya jatuh hati kepadanya dan mulai sering memikirkan keberadaan Tarigan setiap hari. Ia meninggalkan kekasihnya dan menjalin hubungan dengan Tarigan.

Setelah berpacaran selama 3 bulan, Rebeka dan Tarigan memutuskan untuk menikah di tahun 1986. Istilah Bataknya, mereka dipasu-pasu di Medan. Di awal pernikahan mereka, sifat asli Tarigan mulai kelihatan. Ia sering bersikap kasar kepada istrinya, mabuk-mabukan dan bermain judi. Jika ada sesuatu yang membuatnya emosi maka ia akan melempar barang-barang yang ada di rumahnya dan selalu mengancam Rebeka dengan sebuah pisau parang.

Selain mempunyai ilmu pengasihan, Tarigan juga mempunyai ilmu untuk mengobati orang. Dia suka didatangi oleh orang-orang yang mau berobat kepadanya. Tetapi tidak jarang juga rumah mereka didatangi oleh orang-orang yang datang menagih hutang kepada Rebeka ketika Tarigan tidak pulang ke rumah. Mereka adalah pemilik lapo – warung tongkrongan orang Batak. Dengan terpaksa Rebeka pun harus menerima ancaman dari orang-orang tersebut sementara suaminya sendiri jarang pulang ke rumah.

Setelah anak pertama mereka lahir, perilaku Tarigan juga tidak berubah. Dia malah semakin berani bertindak kasar dan keributan di rumah tangga mereka selalu terjadi berulang-ulang. Tarigan tidak mempunyai tanggung jawab sebagai seorang suami dan bapak. Ia sering menghabiskan uangnya untuk berjudi sehingga terkadang anak dan istrinya sampai tidak bisa makan karena tidak memiliki uang sepeser pun. Tidak tahan dengan keadaan rumah tangga yang penuh dengan kekerasan, Rebeka pun akhirnya memilih untuk bercerai dengan suaminya. Namun setelah perceraian tersebut, anak Rebeka mengalami sakit karena kerinduan kepada ayahnya. Tarigan datang menjenguk. Dan di hadapan Rebeka dan Tarigan, anak mereka berkata, “Mama sama bapak tidak boleh berpisah. Mama sama bapak harus bersatu seperti dulu.” Mendengar ucapan anaknya yang sedang sakit membuat Rebeka memutuskan untuk tinggal kembali bersama Tarigan.

“Saya merasa bukan badan saya saja yang sakit, tetapi hati saya sangat sakit. Karena seakan-akan saya merasa saya adalah sapi perah suami saya. Tetapi terus terang untuk meninggalkan suami saya – saya sudah malu. Ada sekitar empat kali saya pergi berusaha tinggalkan suami dan balik kembali. Hingga saya bertekad, apa pun yang terjadi saya tidak akan meninggalkan suami saya lagi,” kata Rebeka.

Pembantaian Sadis Di Sore Hari

Suatu hari di bulan Mei 1999, Rebeka berencana untuk pergi ke rumah orangtuanya di Dumai untuk bertemu dengan anak ketiganya dan adiknya yang sedang melahirkan. Tarigan tidak dapat ikut karena ia tidak memperoleh cuti dari tempat kerjanya. Ketika hari menjelang sore, Rebeka meminta pertolongan seorang pria untuk mengambilkan buah kelapa di atas pohon kelapa di samping rumahnya. Pada saat ia mengucapkan terima kasih kepada pria itu, Tarigan datang sambil menatap Rebeka lalu menyuruh salah seorang anaknya untuk meminjam pisau parang kepada tetangganya. Sambil membereskan buah kelapa yang baru saja dipetik, Rebeka memperhatikan suaminya sedang mengasah pisau parang di depan rumah. “Saya melihat sesuatu yang sangat jahat ada di wajah suami saya. Seakan-akan Dia mau menelan saya. Tapi perasaan itu saya tepiskan jauh-jauh,” kata Rebeka.

Setelah berkemas, jam 3 sore Rebeka dan kedua orang anaknya pergi meninggalkan rumah. Ketika hendak pergi, ia tidak menemukan Tarigan di dalam rumah. Akhirnya mereka pun pergi tanpa sempat berpamitan kepada Tarigan. Baru saja 100 meter pergi meninggalkan rumah, Rebeka menyuruh salah seorang anaknya untuk pulang mengganti alas kakinya dengan sepatu. Anak itu pun segera berlari menuju ke rumah, sementara Rebeka berjalan pelan bersama anaknya di tengah perkebunan kelapa sawit.Di tengah perkebunan, terlihat Tarigan sedang duduk jongkok di bawah pohon. Hati Rebeka mulai merasa resah dan jantungnya berdetak tidak beraturan ketika langkah kakinya semakin mendekati Tarigan. Tarigan bangkit berdiri dan menghentikan perjalanan Rebeka. “Kamu bilang anak kita sakit karena saya. Tapi anak kita sakit gara-gara kamu!” bentak Tarigan. Lalu ia mengambil pisau parang yang ia selipkan di belakang celananya dan mengangkatnya tinggi-tinggi di depan Rebeka. Ia hendak membacok tubuh Rebeka, tapi Rebeka segera menangkis bacokan parang tersebut dengan tangan kanannya. Darah segar mengalir deras. Telapak tangan kanan Rebeka putus dan jatuh ke tanah. Rebeka merasakan tangannya mulai dingin dan ia terkejut melihat telapak tangan kanannya sudah berada di atas tanah. Sabetan pisau parang yang sangat tajam membuat Rebeka tidak menyadari tangannya sudah putus dalam sekejap mata. Ia berusaha lari sekuat tenaga namun ia terjatuh. Tarigan segera mengayunkan kembali parangnya dan kali ini mengenai kaki kanan Rebeka. Kaki Rebeka putus seketika itu juga diiringi kucuran darah segar dari bekas bacokan di kakinya.

Melihat darah sudah berceceran di mana-mana, Tarigan tetap tidak menghentikan aksinya. Ia terus menghujamkan parangnya ke tubuh Rebeka sehingga melukai beberapa anggota tubuh lainnya. Rebeka hanya bisa berteriak histeris di tanah sambil menangkis ayunan-ayunan pisau parang dari Tarigan dengan kaki kiri dan tangan kirinya. 3 jari di tangan kiri Rebeka putus. Kaki kirinya banyak mengalami luka sobek. Darah segar mulai membanjiri tanah di perkebunan yang sepi pada sore hari itu. Tarigan semakin liar dan membabi-buta mengayunkan pisau parangnya ke arah Rebeka.Dalam keadaan terkapar dengan tubuh terluka, Rebeka dihampiri oleh anaknya. Ia tidak meninggalkan sang ibu ketika ayahnya sedang mencoba menghabisi nyawa Rebeka. “Mama, kenapa bisa begini,” katanya sambil bersujud di dekat Rebeka dan memeluk kepala Rebeka di pangkuannya. “Nggak apa-apa nak, mama nggak apa-apa,” jawab Rebeka. Lalu anak itu menangis menciumi Rebeka. Melihat anak dan istrinya menangis, Tarigan bangkit berdiri dan hendak menghabisi nyawa anaknya. Namun anaknya itu segera berlari. Tarigan tidak mengejar. Tarigan melemparkan pisau parangnya ke samping tubuh Rebeka dan mengambil dompet miliknya. “Pa, jangan pergi, jangan tinggalkan saya. Tolong saya, pa! Bawa saya ke rumah sakit, saya takut di sini,” seru Rebeka sambil mengerang kesakitan. Tarigan menoleh dan menjawab, “Di situ sajalah kamu. Saya mau pergi ke kantor polisi.” Ketika berjalan, Tarigan memungut potongan tangan kanan Rebeka yang putus. “Inilah kenang-kenangan terakhir dari saya,” kata Tarigan sebelum ia melemparkan potongan tangan tersebut kepada Rebeka.

Masa Meregang Nyawa

Rebeka mulai merasakan dingin dari kaki menjalar ke seluruh tubuhnya. Hatinya tercabik-cabik melihat tindakan sang suami yang sekeji itu. Hembusan angin semakin menambah rasa sakit di tubuh Rebeka. Detik demi detik berlalu, Rebeka semakin takut akan kematian. “Tuhan tolong saya, saya tidak mau mati dengan cara seperti ini, saya masih punya anak-anak Tuhan, tolonglah saya,” doa Rebeka dalam hati dalam keadaan setengah sadar. Selang beberapa waktu, Rebeka ditolong oleh tetangganya yang tak sengaja lewat di perkebunan. Awalnya ia sempat dikira sudah meninggal. Ia segera dilarikan ke rumah sakit untuk dioperasi. 4 bulan lamanya ia berada di rumah sakit untuk dirawat secara intensif.

Tarigan Dijatuhi Hukuman

Setelah keluar dari rumah sakit, Rebeka langsung menghadiri sidang suaminya. Keadaannya saat itu sangat memperihatinkan, sebab kini tangan dan kakinya buntung. Perasaan benci dan dendam kepada Tarigan menguasai hatinya. Tarigan dijatuhi hukuman 8 tahun penjara. Namun karena berkelakukan baik, pada akhirnya Tarigan dibebaskan setelah menjalani hukuman 4 tahun kurungan penjara.

Menjadi Orang Minder

Perasaan tidak berharga karena kondisi tubuh yang tidak normal lagi membuat Rebeka hidup dalam keminderan. Ia bahkan sempat mencoba untuk bunuh diri. Namun ketika melihat anak-anaknya, ia mengurungkan niat tersebut. Rasa dendam kepada sang suami tak kunjung usai. Ia pun menjadi trauma setiap kali melihat pisau parang dan laki-laki. Rebeka menjadi seorang pemarah dan sering putus asa dalam menjalani hidup.

Pengampunan Kepada Sang Suami

Pada suatu hari, seorang teman datang menemui Rebeka. Dalam pembicaraan mereka, ia meminta Rebeka untuk mengampuni suaminya. Ia mencoba mengingatkan Rebeka bahwa jika ia masih menyimpan dendam maka itu akan menjadi penghalang doa-doanya kepada Tuhan. Namun Rebeka tidak bisa menerimanya. Ia masih sangat membenci suaminya, terlebih ketika kejadian di perkebunan itu terulang kembali dalam ingatannya. Berkali-kali teman-teman Rebeka mencoba menasihatinya. Rebeka pun mulai berdoa. “Saya meminta agar Tuhan bekerja di hati saya dan memberikan roh kelembutan kepada saya,” kata Rebeka.

Empat tahun setelah kejadian tragis tersebut, Rebeka mengambil keputusan tersulit yang akan mengubah seluruh kehidupannya. “Saya ingat firman Tuhan, saya harus mengampuni,” kata Rebeka. “Sebab saya tahu, dibalik kejahatan yang dilakukan suami saya kepada saya, pernah juga saya menerima kebaikannya. Akhirnya saya bisa mengampuni. Ada sukacita di hati saya dan saya merasa hidup saya tenang. Lepas dari beban yang sangat berat.”

Sembilan tahun kini sudah berlalu semenjak kejadian itu. Saat ini Rebeka menggunakan kaki palsu untuk membantu seluruh aktivitasnya. Bersama anak-anak tercintanya ia menjalani hidup yang bahagia. Hanya dengan mengampuni seluruh perbuatan suaminya, Rebeka terlepas dari sakit hati, dendam, kebencian dan kepedihan yang selama ini membelenggu hidupnya.

“Memang Tuhan itu sangat baik, Tuhan telah menyelamatkan saya dari kematian. Hingga walaupun keadaan saya cacat, tetapi sampai saat ini saya masih bisa bersuka cita. Saya hanya bisa berharap dan berdoa agar suami saya bertobat dan Tuhan memberkati hidupnya dengan selalu memberikan yang terbaik kepadanya,” kata Rebeka dengan tulus sepenuh hati sambil menutup kesaksiannya.

Sumber Kesaksian :
Rebeka Kustiana Br. Tarigan

Bermain layang layang


Suatu kali saya duduk di depan rumah sambil melihat canda dan tawa anak – anak SD yang sedang asik bermain layang – layang di hari liburnya. Ketika layang – layang sudah mulai naik, saya menjadi heran dan penasaran, kenapa layang – layang bisa mengudara setinggi itu? Saya mendatangi kumpulan anak – anak tersebut dan saya dapati 1 anak yang sedang sibuk menarik narik benangnya. Saya ambil alih benang itu, saya coba tarik benang itu dan mencoba berbuat seperti yang anak – anak lain kerjakan. Semakin saya tarik dan ulur, layang – layang yang tadinya cuma setinggi pohon kelapa samping rumah, menjadi semakin tinggi dan mengudara dengan layang – layang lainnya. Sejenak saya diam dan tidak menarik atau mengulur layangan itu. Saya penasaran apakah yang akan terjadi jika saya cuma diam dan tidak melakukan apa – apa dengan benang atau layang – layang yang sudah mengudara itu?? Yang terjadi adalah benang semakin kendor, layang – layang semakin turun. 1 anak yang punya layang – layang itu pun mulai menegor saya, ”mbak ojo meneng tok!! Mengko layang – layange tibo nyangkut wit! Nek tanganmu kesel benange di ukel alon-alon wae…” (Jangan hanya diam saja, nanti layangannya tersangkut di pohon! Kalau capek, benangnya digulung pelan-pelan) kata anak itu sambil mengulur ulur layang – layang milik adeknya. Saya cuma tertawa melihat ekspresi anak itu sambil menggoda dia tanpa memperhatikan benang yang ada ditangan saya sampai akhirnya layang – layang itu nyangkut di antine televisi tetangga saya. Saya merasa bersalah dan panik karena itu bukan layang – layang milik saya. Dengan nada menghibur saya berkata kepada pemilik layang layang itu, “dek, santai wae..iki layang – layangmu mengko tak ganti duit, tukuo meneh ya..” (Dik, santai saja, layanganmu saya ganti dengan uang, nanti beli lagi ya). Anak itu mengangguk sambil tersenyum kepada saya. Setelah semuanya bubar, saya mencoba menarik – narik benang yang nyangkut di antine itu, saya tarik, saya gulung dan saya putuskan benang yang masih nyangkut. Lalu saya bawa pulang gulungan benang itu tanpa layang – layangnya karena masih nyankut di antine.

Dari cerita layang – layang ini, saya mendapatkan 2 hal yang juga menjadi perenungan saya secara pribadi. Yang pertama, kisah layang – layang yang saya tarik ulurkan dan sudah mengudara di atas diumpamakan iman kita. Ketika iman percaya sudah kita miliki namun kita tidak berbuat apa – apa untuk untuk mempertahankan iman itu, bahkan hanya diam saja, maka lama kelamaan kadar iman kita akan menjadi tidak stabil bahkan menurun seperti layang – layang tadi. Saat iman ini mulai turun, ketika kita tersangkut dalam suatu masalah, kita akan lebih mudah ikut terjerat dalam permasalahan itu hingga menjadi bingung dengan apa yang harus kita lakukan. Padahal jika kita tetap selalu menjaga iman kita, saya percaya bahwa masalah apapun yang Tuhan ijinkan terjadi, pasti bisa kita hadapi karena Tuhan sudah siapkan jalan keluar untuk setiap permasalahan kita. Yang kedua, kisah layang – layang yang tersangkut di antena itu diumpamakan masalah kita. Ketika saya mencoba memutuskan benang layang – layang itu, saya bawa pulang benangnya, saya pikir masalah sudah selesai. Namun bisa kita lihat bahwa layang – layang itu masih tetap nyangkut di antine itu. Saat kadar iman kita sedang menurun atau drop, seringkali kita bergerak dan memutuskan masalah itu sendiri tanpa melibatkan Tuhan. Kita menganggap bahwa apa yang kita lakukan itu sudah benar dan akan menyelesaikan masalah. Tapi apakah masalah itu bisa selesai dengan tuntas tanpa masalah baru? Mari belajar melibatkan Tuhan dalam setiap masalah, masalah besar dan masalah kecil sekalipun. Tuhan kita mampu menyelesaikan masalah tanpa masalah.

Mari jadikan tahun ini, menjadi semangat yang baru untuk semakin memupuk iman percaya yang kita miliki. Sehingga saat Tuhan ijinkan malasah dan persoalan terjadi, kita mampu menghadapi karena kita punya Yesus yang luar biasa. Remember, faith without works is nothing. (sdr Ning)

B3 A Succesfull Person


Menjadi sukses dan berhasil adalah idaman dan impian semua orang. Banyak orang berkata cita cita dan impian masa depannya adalah menjadi sukses, dan hal ini sekarang bukanlah sesuatu yang berlebihan. Menjadi sukses dan berhasil adalah tujuan hidup manusia dalam mengerjakan segala aktifitas dan kegiatannya. Namun menjadi sukses tentu saja mennuntut kepada semua orang sikap hidup yang benar. Sukses tidak dapat diraih hanya dengan duduk berpangku tangan. Sukses tidak akan datang dengan sendirinya seperti menunggu bus di halte. Sukses harus diusahakan!

Nah saudara, untuk mencapai sukses yang sejati, ada 3 hal penting yang harus kita kerjakan dan lakukan dalam kehidupan ini. 3 hal ini akan menuntun dan membimbing kita untuk menjadi pribadi yang sukses di mata manusia dan di mata Tuhan.

  1. Believe (Percaya)

Percaya adalah modal utama dan berharga untuk mejadi orang yang sukses. Kita harus percaya dan yakin bahwa Kita bisa menjadi sukses! Modal ini harus ada dalam diri setiap orang yang ingin sukses dalam hidupnya. Andrey Wongso yang terkenal sebagai motivator nomor 1 di Indonesia memiliki slogan hidup Succes Is My Right. Andrey selalu berkata bahwa kesuksesan adalah haknya. Apabila sudah menjadi hak, maka kita pantas dan layak untuk menerima atau mendapatkan sukses itu sendiri. Slogan hidup andrey menunjukkan kepada kita bahwa dia memiliki kepercayaan yang luar biasa tentang sukses, dan hal ini juga harus ada dalam diri kita. Kisah tentang Yesus menyembuhkan hamba seorang perwira di Kapernaum (Lukas 7 : 1 – 10) menunjukkan dan memaparkan kepada kita sebuah kisah tentang kepercayaan yang luar biasa dari seorang perwira kepada Yesus bahwa Yesus mampu menyembuhkan hambanya, bahkan tanpa harus

menumpangkan tangan, dan cukup dengan memperkatakan saja. Dan dengan modal kepercayaan ini, maka hambanya pun sembuh dengan cara yang luar biasa. Saudara, percayalah! Percayalah bahwa kita berhak menjadi sukses, sebab itu janganlah menjadi pribadi yang berkata, ”hidupku tidak akan mengalami kemajuan”, namun dengan percaya katakan bahwa tahun 2011, kita akan sukses dalam Tuhan.

  1. Begin (Memulai)

Point yang ke 2 ini mengajak kita melakukan suatu tindakan atau Action. Alkitab mencatat dan mengingatkan kepada kita bahwa Iman tanpa perbuatan adalah mati. Kita percaya bahwa kita akan sukses, namun kita tidak melakukan apapun maka tidak akan ada keberhasilan dalam hidup kita. Jangan biarkan kepercayaan kita menjadi sia sia dengan kita hanya berpangku tangan dalam menjalani hidup ini. Lakukanlah apa yang menjadi tugas kita, maka Tuhan yang akan menyempurnakan dan menolong kita. Tuhan tidak akan rela melihat kita terlunta lunta dalam melakukan usaha, ketika Dia lihat kita butuh pertolongan, maka Dia akan menolong kita dengan segera. Maka, jangan ragu lagi. Lakukan sesuatu!

  1. Become (Menjadi)

Langkah ketika adalah jadilah sukses! Artinya adalah jangan buang kesempatan untuk menjadi orang yang sukses. Tidak semua Kesempatan akan datang 2 kali saudara, maka ketika ada peluang yang Tuhan bukakan bagi kita, kerjakan dan ambil di dalam nama Yesus dan jangan biarkan peluang itu berlalu tanpa ada yang kita kerjakan.

Saudara, menjadi sukses adalah hak setiap orang yang percaya dan takut akan Tuhan. Firman Tuhan menjamin hal itu. sebab itu, jangan takut dan khawatir, mari kita katakan bahwa Succes is our right. And i was born to be more than a winner. Selamat menjadi pribadi yang sukses. Sukseslah bersama dengan Tuhan.

Oleh Sdra. Theo

WIN


Tips Pengembangan Diri :

Semua orang tentu saja memiliki keyakinan di tahun 2011 ini akan mendapat banyak kemenangan (Win). Baik itu kemenangan dalam pekerjaan dengan promosi promosi di tahun ini, kenaikan gaji dan tercapainya semua target dalam pekerjaan. Atau juga kemenangan dalam studi kita yaitu Lulus skripsi, naik kelas, atau mendapatkan nilai yang maksimal. Bukan hanya dalam dua hal diatas, namum setiap kita pasti ingin mendapatkan kemenangan dalam setiap aspek kehidupan kita. Artinya semua yang kita lakukan berhasil serta mendatangkan keuntungan untuk kita. Suadara, ternyata ada hal yang menarik apabila kita memisah 3 huruf dari kata WIN ini. W, I, N memiliki makna tersembunyi yang akan kita bahas dalam artikel ini. Kata kata ini akan membawa kita untuk menjadi pemenang yang benar di dalam Tuhan. Mari kita lihat

  1. W (What)

Yang pertama adalah Apa. Artinya bahwa kita perlu tahu, apa yang kita kejar untuk kita menangkan. lebih jelas lagi bahwa kita perlu tahu apakah yang kita kejar itu adalah apa yang baik di mata Tuhan atau apa yang baik di mata manusia yaitu diri kita sendiri. Banyak orang berkata bahwa mendapatkan satu jabatan dengan memfitnah teman sekerja sampai dia dipecat adalah sebuah kemenangan. Ada juga yang mengaatakan, sebuah kompetisi yang kita menangkan dengan jalan curang adalah sebuah kemenangan. Anak Tuhan perlu tahu, dalam hal apa dia mengejar kemenangan itu. apakah dalam hal yang Tuhan pandang baik??jangan biarkan nafsu dan kedagingan kita menjadikan kita pribadi yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang kita mau. Dengan jalan yang salah, apa yang kita raih dan capai bukanlah sebuah kemenangan. Tapi bila kita berusaha memenangkan apa yang baik dimata Tuhan, maka semua itu akan mendatangkan kebaikan untuk kita.

  1. I (In)

Point ke 2 adalah Dalam. Maksudnya adalah kita perlu tahu dan mengerti, dalam hal apa kita mengejar kemenangan. Apakah dalam hal yang mendatangkan manfaat? Atau kita mengejar kemenangan dalam hal yang sebenarnya adalah sia sia?

Baru baru ini Game Online menjadi hal yang sangat menjamur di semua kalangan terutama pelajar. Yang miris adalah, mereka sangat membanggakan kemenangan atau pencapaian mereka di game Online walau sebenarnya itu tidak akan mendatangkan manfaat bagi mereka. Ada yang berkata bahwa hasil game online ini bisa dijual dan akan menghasilkan uang, namun hasil game online tidak akan pernah membawa kita kepada kemajuan Iman, ketika ada game yang baru, maka semua pencapaian kita di game yang lama akan sia sia. Orang yang mengejar kemenangan dalam hal yang tidak mendatangkan manfaat dan pertumbuhan iman adalah seperti orang yang membuang uang ke jalan. Tidak ada manfaatnya! Sauadara, kejarlah kemenangan di tahun 2011 ini. Kemenangan dalam hal yang mendatangkan manfaat bagi setiap kita. Mendatangkan kemajuan dan kedewasaan baik dalam kehidupan rohani, maupun jasmani.

  1. N (Next)

Point ini sangat penting untuk kita perhatikan. Dalam point ini kita di minta untuk merenungkan, hal apa yang akan kita lakukan setelah mendapatkan kemenangan itu. apakah setelah mendapatkan kemenangan kita akan berpuas diri? Kita akan berleha leha dan menganggap semua sudah selesai? Kita sebagai anak Tuhan perlu sadar bahwa mempertahankan kemenangan adalah jauh lebih sulit daripada mendapatkannya. Sebab itu kita perlu tahu sikap apa yang akan kita ambil yang sesuai dengan Firman Tuhan setelah kita mendapatkan kemenangan. Sebuah klub sepak bola yang berhasil menjuarai kompetisi pada musim sekarang hanya akan merasakan kesenangan yang sesaat karena mereka harus kembali berlatih serta berusaha untuk mempertahankan gelar juara yang sudah mereka raih.

Saudara, kemenangan itu Tuhan akan berikan bagi kita. Bagaimana kita menyingkapi hal itu haruslah sangat kita perhatikan. Jangan kita mempermainkan dan menyia nyiakan kebaikan Tuhan dengan mengejar kemenangan berdasarkan ego dan kedagingan kita. Pikirkan, kerjakan dan kejar apa yang baik di mata Tuhan. Amin.

Oleh Sdra. Theo

Sang peraih mimpi

“Anak-anak, ayo waktunya makan malam!” seru Yakub, memanggil kedua belas anaknya untuk makan malam. Mereka pun segera berkumpul di ruang makan keluarga, lalu makan bersama, dalam suatu suasana kekeluargaan yang harmonis. Selesai makan, mereka masing-masing masuk ke kamar tidurnya, begitu pun dengan Yusuf, anak kesayangan Yakub. Namun, saat Yusuf hendak membaringkan diri di tempat tidurnya, datanglah beberapa saudaranya mengganggu dia, “Kak, hentikan! Jangan pukul aku dengan bantal!” Yusuf memohon kepada saudaranya. Namun, saudara-saudaranya malah semakin menjadi-jadi, “Ayo, kita terus pukuli anak manja ini dengan bantal, hahahaha…” Kegaduhan yang mereka timbulkan membuat Yakub mendatangi kamar Yusuf, ”Hei kalian, hentikan! Kegaduhan apa ini? Sudah malam, ayo semua ke kamar masing-masing dan beristirahat!” Mendengar komando dari ayahnya, mereka pun segera bergegas menuju kamar masing-masing dan segera beristirahat. Memang, beberapa dari saudara-saudara Yusuf iri kepadanya, karena ayah mereka jauh lebih sayang kepada Yusuf, bahkan beberapa waktu yang lalu Yakub membuatkan sebuah jubah khusus untuk Yusuf, jubah yang megah dan sangat indah sekali. Malam pun berlalu, sinar mentari pagi mulai menyinari bumi.

Anak-anak Yakub pun mulai bangun, mereka segera mandi, lalu segera menuju ke ruang makan untuk sarapan. Bilha dan Zilpa, pembantu mereka, sudah menyiapkan sarapan untuk seluruh keluarga itu. Seusai sarapan, Yusuf berkumpul bersama-sama dengan saudara-saudaranya. Kemudian Yusuf berkata, “Kak,tadi malam aku bermimpi aneh sekali. Aku bermimpi, tampak kita di ladang sedang mengikat berkas-berkas gandum, lalu bangkitlah berkasku dan tegak berdiri; kemudian datanglah berkas-berkas kamu sekalian mengelilingi dan sujud menyembah kepada berkasku itu.” Lalu saudara-saudaranya berkata kepadanya, “Apakah kau ingin menjadi raja atas kami? Apakah kau ingin berkuasa atas kami?” Setelah mendengar cerita mimpi itu, saudara-saudara Yusuf makin membencinya.

…………..

Penggalan cerita tersebut pasti kita semua mengetahuinya, kisah dari Yusuf, anak yang dijuluki ‘Si Tukang Mimpi’ oleh saudara-saudaranya. Saya yakin dan percaya kita semua pasti mempunyai mimpi / cita-cita. Namun ada yang harus kita pertegas dari awal, apakah mimpi/cita-cita kita itu seturut dengan kehendak Tuhan? Ataukah kehendak kita sendiri? Kalau mimpi kita hanya atas kehendak kita sendiri, lebih baik saudara berpikir dua kali untuk mengejar mimpi saudara itu, karena bila kita mengejar hal-hal yang tidak seturut dengan kehendak-Nya, niscaya kita sedang mengejar hal yang sia-sia dan kita juga akan membuang waktu kita. Yusuf, semenjak dari awal, sudah diberi tahu oleh Tuhan, bahwa kelak ia akan menjadi seorang penguasa. Namun karena ia masih muda, ia malah diolok-olok oleh saudaranya, bahkan ayahnya pun memarahinya. Sesungguhnya Saudara, dibutuhkan beberapa hal yang harus kita lakukan agar mimpi/cita-cita yang Tuhan taruh dalam hidup kita dapat menjadi nyata :

  • Pertama, kita harus yakin bahwa apa yang menjadi cita-cita / impian kita itu adalah kehendak Tuhan. Karena hal ini adalah hal yang mendasar, bila kita mendapati bahwa impian yang hendak kita kejar itu tidak seturut kehendak-Nya, maka hendaknya kita bijak. Yesus saja berkata, “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Bapa”. Yesus sudah memberi kita teladan, bila impian itu tidak seturut kehendak-Nya, maka jangan kita kejar, lebih baik kita cari tahu apa yang menjadi kehendak Tuhan.

· Kedua, bila kita sudah yakin kalau impian kita seturut dengan kehendak Tuhan, maka hal selanjutnya adalah kita harus mempersiapkan diri, baik secara fisik maupun rohani. Ketika kita sedang mengejar impian kita, ada berbagai macam tantangan dan ujian yang harus kita lewati. Yusuf harus merasakan dibuang ke sumur, dijual oleh saudaranya, lalu menjadi budak di Mesir. Tak cukup sampai di situ, ia pun juga difitnah oleh Tante Potifar, lalu dijebloskan ke penjara. Butuh persiapan fisik dan mental yang luar biasa untuk menghadapi semua itu. Namun tidak cukup hanya itu saja, kita juga harus menjaga kehidupan rohani kita seperti halnya Yusuf, agar roh kita peka. Ketika didalam penjara, Yusuf memperoleh karunia untuk mengartikan mimpi juru minuman dan juru roti. Disaat itulah Yusuf mendapat tiket untuk bertemu Sang Raja Mesir. Fisik dan mental kita butuhkan untuk bertahan dari segala ujian, tetapi kita lebih membutuhkan roh yang luar biasa untuk memberi kita kemenangan.

· Ketiga, ketika kita sudah mencapai impian kita, ada satu hal yang harus selalu kita ingat, bahwa apa yang kita terima itu adalah anugerah, meski kita yang diuji, tetap saja Tuhan yang memberi kemenangan, sehingga kita sama sekali tidak boleh sombong. Banyak anak-anak Tuhan yang terjatuh di titik ini, mereka menjadi sombong dengan apa yang mereka capai, padahal Tuhanlah yang membuat mereka mampu. Yusuf tidak pernah sombong walaupun ia menjadi penguasa atas seluruh Mesir, sehingga Firaun pun menyuruh seluruh keluarga Yusuf pindah ke Mesir dan memberikan mereka Tanah Gosyen, tanah terbaik di Mesir. Ketika kita menjadi sombong, maka fatal akibatnya, Raja Uzia karena kesombongannya, di akhir hidupnya ia menderita sakit kusta. Kesombongan adalah virus yang berbahaya dan sangat sukar untuk diobati. Hendaknya kita menjaga diri dari hal tersebut.

Awal tahun ini adalah waktu yang tepat untuk kita berpikir sejenak, apakah yang hendak kita lakukan di sisa hidup kita? Apa yang hendak kita kejar? Sudahkah seturut dengan kehendak Tuhan? Jangan biarkan hidup kita datar, tanpa kita mengalami sesuatu bersama Tuhan, karena hidup bukan untuk sekedar berlalu, ada masa depan yang menunggu setiap kita. Namun, kita juga jangan hanya menjadi seorang ‘Tukang Mimpi’, tetapi jadilah ‘Peraih Mimpi’. Tuhan memberkati. (Sdr daniel)

“…Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.” 1 Korintus 15:58b

What Would Jesus Do


Saudara, secara singkat judul kita diatas dapat diartikan “Apa yang akan Yesus lakukan”. Tentu saja, hal ini dapat dijadikan sebuah pertanyaan dalam hidup manusia. Bahkan tidak bisa kita pungkiri, terkadang pertanyaan itu muncul dalam diri kita. Kita menantikan apa yang akan Yesus lakukan dalam kehidupan kita. Apa yang akan Yesus lakukan ketika kita sedang ada dalam masalah dan pencobaan, apa yang akan Yesus lakukan ketika dengan segenap hati kita berdoa kepadaNya. Namun suadara, yang perlu kita perhatikan adalah dalam menantikan pekerjaan dan karya Tuhan dalam hidup kita, ada hal hal yang harus kita perhatikan. Menunggu apa yang akan Tuhan lakukan bagi kita tidaklah sama dengan menunggu bus di halte. Perlu sikap yang benar dan baik dari kita, agar sikap kita bisa menggerakkan hati Tuhan untuk bertindak bagi kita. Beberapa hal yang perlu kita perhatikan adalah :

  1. Setia

Sikap yang perlu kita perhatikan, yang pertama adalah Setia. Setia menunggu jawaban dan tindakan Tuhan dalam hidup kita bukanlah perkara yang mudah. Bahkan bisa dikatakan sangat sulit untuk dilakukan dan dipraktekkan. Ada satu istilah di dunia ini yang berkata, bahwa pekerjaan yang paling membosankan adalah menunggu. Terkadang Tuhan ijinkan kita merasakan tekanan yang amat berat dan seakan akan Tuhan diam serta membiarkan kita. Sebenarnya hal itu dilakukan untuk melihat seberapa setia kita dalam menunggu sebuah jawaban indah dan rencana yang luar biasa yang sedang Allah persiapkan untuk anda. Mungkin ada hal hal yang sampai tahun 2010 pun belum Tuhan jawab dalam hidup kita. Dia ingin melihat seberapa setia kita dalam menunggu apa yang Yesus akan kerjakan bagi kita dan semua pergumulan kita.

  1. Percaya

Percaya adalah aplikasi dan praktek langsung dari Iman. Percaya menjadi dasar bagi seseorang untuk mengharapkan sesuatu walau apa yang diharapkan itu belum terjadi. Percaya bahwa Tuhan akan bertindak menolong dan membela kita disaat yang terjadi adalah kesulitan dan segala himpitan adalah perkara yang sangat sulit dilakukan. Namun ini yang Tuhan mau, agar kita senantiasa percaya bahwa Dia adalah Tuhan yang baik bahkan sangat baik bagi mereka yang percaya kepadaNya. Jangan kehilangan kepercayaan kita. Bila saat ini mungkin jalan buntu yang kita lihat, percayalah bahwa Mentari itu tetap bersinar dan akan segera menyinari kita.

Di tahun 2011 ini, percaya menjadi modal penting bagi kita untuk dapat melihat sebuah perkara ajaib dari Tuhan.

  1. Bersyukur

Terkadang apa yang Tuhan lakukan tidak sesuai dengan apa yang kita pikirkan. Banyak orang menjadi kecewa lalu meninggalkan Tuhan karena hal ini. Seseorang berharap akan mendapatkan pertolongan A, tapi yang Tuhan kerjakan adalah pertolongan B, maka sangat dimungkinkan orang ini akan kecewa apabila tidak ada rasa ucapan sykur dalam dirinya. Bersyukur terhadap semua yang Tuhan kerjakan menjadi hal langka di dunia yang makin tenggelam dalam keegoisan ini. Saudara, apapun yang akan Tuhan lakukan dan kerjakan di tahun 2011 ini, Dia jamin dengan FirmanNya bahwa semuanya adalah baik serta mendatangkan kebaikan bagi kita. Maka, apapun yang kita alami, ajar diri kita untuk selalu bersyukur, apapun keadaannya.

Saudara, Firman Tuhan dalam Yeremia diatas meneguhkan dan menguatkan kita tentang janji Tuhan dalam hidup kita tentang masa depan. Tidak ada orang yang dapat mengetahui secara pasti masa depan seseorang, namun Yesus tahu. Maka, yang harus kita lakukan adalah menunggu apa yang Tuhan kerjakan dalam doa dan pengharapan kita kepadaNya. Syukuri semua, karena apa yang baik bagi kita belum tentu baik di mata Tuhan. Tapi apa yang baik bagi Tuhan pastila baik untuk kita. Maka, bila timbul pertanyaan dalam diri kita ” Apa yang akan Yesus Lakukan??”, maka jawablah dengan Iman yang sepenuh ”Jadilah seperti yang Tuhan kehendaki dan Tuhan rencanakan”. AMIN.

Oleh Sdra. Theo

Pengikut Akun Facebook

Pengikut akun Twitter atau Blogger