Senin, 20 Juni 2011

Mencapai Hasil Kerja Maksimal

Bagi para pekerja poin – poin di bawah ini sangatlah penting. Mengapa? Karena beberapa tips berikut dapat membuat seorang karyawan / pekerja menjadi disukai oleh rekan sekerjanya. Efeknya lingkungan kerja akan terasa nyaman sehingga kita akan semakin bersemangat untuk bekerja dengan kemampuan yang maksimal.

BERDOA

Start all our activity with prayer. Kita perlu meminta penyertaan Tuhan dan kita akan melihat bahwa orang yang mengandalkan Tuhan akan diberkati. Mungkin akan tetap ada tantangan, namun percayalah, orang yang mengandalkan Tuhan akan sanggup melewatinya. Ketika pekerjaan kita diberkati, maka respon positif dari lingkungan kerja pasti berdatangan. Namun bersiaplah juga menerima respon negatif, jangan takut atau sakit hati, namun teruslah andalkan Tuhan!

MELAKUKAN DENGAN SUKACITA

Suatu pekerjaan akan terasa ringan jika dilakukan dengan sukacita. Milikilah rasa humor, itu akan membantu kita berbaur dengan rekan kerja kita. Serius tapi santai, santai tapi serius.

PROFESIONAL

Kata ‘profesional’ ini sering kali memiliki arti berbeda di setiap tempat bekerja. Oleh karena itu, belajarlah dari senior – senior di tempat kerja kita, paling tidak itu akan membantu kita melihat cara kerja mereka dan belajar untuk bersikap profesional dalam kita bekerja.

MENGATASI GANGGUAN-GANGGUAN

Banyak gangguan yang akan dihadapi dalam kita bekerja, seperti lelah, mengantuk, malas, bosan, dan lain sebagainya. Gangguan – gangguan tersebut mengakibatkan konsentrasi / fokus kita berkurang, dan dapat menyebabkan hasil kerja kita tidak optimal. Oleh karena itu kita harus memikirkan cara untuk mengatasi gangguan itu, misalnya jika kita kelelahan kita bisa minum vitamin atau cuti untuk beristirahat. Jika kita malas dan bosan, sekali waktu mungkin kita bisa jalan – jalan untuk refreshing pikiran kita Jika kita memegang prinsip ini, maka kita akan selalu memberikan yang terbaik. Lakukanlah segala pekerjaan kita seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Dengan prinsip ini, kita akan belajar bagaimana menjadi seorang hamba bagi sesama kita. Siapa terbesar di antaramu, maka hendaknya ia menjadi seorang pelayan.

Nah, kiranya beberapa tips di atas dapat semakin meningkatkan semangat dan kualitas kerja kita agar dimana pun kita bekerja, kita akan menjadi terangNya dan selalu menjadi saluran berkat bagi sesama kita. Tuhan memberkati kita semua!

Author : Dwi Kurniawati Bendara RealFresh

HIDUP

Hidup merupakan suatu anugerah. Jikalau Saudara masih dapat menghirup udara saat ini, bersyukurlah. Jika Saudara masih dapat berbagi kasih dengan orang yang Saudara kasihi, bersyukurlah. Jika Saudara mengalami tekanan dan berbagai macam persoalan hidup yang berat, bersyukurlah. Sekali lagi, hidup adalah anugerah, jadi syukurilah apa yang Saudara dapatkan dari Tuhan.

Saudara, belakangan ini saya merenungkan kata “HIDUP”, dan saya dapati hal – hal berikut :

H->HARTA (1 Timotius 6:17-19)

Rasul Paulus mengingatkan orang – orang kaya yang diberkati Tuhan dengan kekayaan agar mau berbagi dan menjadi saluran berkat bagi sesama. Hidup bukanlah sekedar tentang harta, karena hidup adalah Kristus!

I -> IDE

Kalau kita merasa hidup kita flat / datar – datar saja, berinovasilah dengan ide – ide kreatif. Itu akan membuat hidup kita penuh dengan warna. Jangan menjadi orang yang apatis, jadilah orang yang aktif kreatif, yang membangun diri sendiri dan sesama kita.

D -> DORONGAN (Ibranu 10:24)

Jangan penuhi hidup kita dengan tuntutan – tuntutan dan persungutan, namun isilah hidup kita dengan saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik.

U -> USAHA (Galatia 6:2)

Salah satu kebudayaan Indonesia yang patut dijaga adalah saling tolong – menolong. Ini akan membuat pekerjaan yang berat menjadi ringan. Namun, untuk melestarikan budaya ini, perlu usaha yang nyata. Apa itu? Mulailah dengan menolong orang – orang terdekat yang membutuhkan bantuan.

P -> PELAYANAN ROHANI

Hidup bukanlah hanya soal jasmani saja. Jangan lupakan bahwa kita juga mempunyai kehidupan rohani. Agar kita semakin meningkat dalam hal rohani, maka kita hendaknya semakin giat melayani Tuhan, dan lakukan setiap pelayanan kita dengan pengurapan dari Tuhan.

Author : Yefta Wahyu Bendahara EL’A Youth Ministry

Karakter Seorang Hamba

“Usahakanlah supaya engkau layak dihadapan Allah, sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu” (2 Timotius 2:15)

Melayani Tuhan pada intinya adalah melayani sesama. Dalam melayani sesama, Allah menghendaki setiap pelayanNya memiliki karakter hamba :



1. Selalu siap

Hamba tidak pernah memusingkan dirinya dengan hal-hal pribadinya, tetapi selalu siap melayani untuk menyenangkan hati tuannya (2 Timotius 2:4).

2. Melakukan yang terbaik dengan apa yang dimiliki.

Jangan menunggu menjadi sempurna baru mau melayani, namun dengan apa yang kita miliki sekarang ini kita hendaknya mau belajar melayani dengan sebaik-baiknya (Lukas 17:10).

3. Setia dan berjiwa pengabdian yang tinggi.

Segala sesuatu jika dengan setia dilakukan maka akan menghasilkan sesuatu yang lebih indah dari yang tidak dengan setia melakukannya (Matius 25:23).

4. Memperhatikan kebutuhan orang lain.

Seringkali kita kehilangan kesempatan untuk melayani karena kurang peka terhadap kebutuhan orang lain (Galatia 6:10).

5. Melakukan kewajiban tanpa menuntut hak.

Seorang hamba tidak memiliki hak atas hidupnya sendiri, ia harus mau melakukan kewajibannya tanpa memikirkan upah yang disediakan baginya. Disinilah kita akan diuji dan dimurnikan melalui berbagai macam proses. (Kolose 3:24)

6. Selalu rendah hati.

Seorang hamba tidak menonjolkan diri sendiri/mencari perhatian orang lain, melainkan berusaha agar senantiasa berkenan kepada tuannya. Jangan pernah sekali – kali mencuri kemuliaan Tuhan, atau pun menyombongkan diri, karena jika kita berbuat demikian maka kita akan terbuang dari hadapan-Nya. (Filipi 2:3-8).

Author : Yani Setiarsih Sekretaris SM SuperKids

Sabtu, 18 Juni 2011

Blessing Time, Be Blessed To Blessing

Tahun 2011 adalah tahun keberkatan untuk setiap kita. itulah Iman dan tema kita sepanjang tahun ini. tidak salah kita meyakini hal ini, karena apa yang kita yakini, itulah yang akan terjadi dalam kehidupan kita. bila kita dengan iman berkata bahwa tahun ini akan menjadi tahun yang penuh dengan berkat Tuhan, maka hal itu akan terjadi dalam kehidupan kita. di ulang tahun pelayanan banyak orang mengatakan angka 13 adalah huruf kesialan. Namun sebenarnya angka 13 itu membentuk huruf “B” yang merupakan awal dari huruf Blessing yang artinya memberkati. 13lessing time, inilah saatnya kita memberkati orang lain. Segala kesulitan yang ada sekarang ini, harus diakui menjadikan orang menjadi orang yang egois dan sangat mementingkan diri sendiri. Semua yang dilakukan berfokus kepada kepentingan dan urusan kita sendiri. Bahkan tidak segan segan orang merugikan sesamanya untuk mendapatkan apa yang diinginkan dan diharapkan. Namun kita anak Tuhan harus berbeda!! Kita tidak sama dengan dunia ini karena kita adalah pribadi yang sudah ditebus dengan pengorbanan yang Maha Mulia dan pengorbanan yang murni. Ketika kebanyakan orang makin berfokus pada diri sendiri, mari kita menjadi pribadi yang makin memberkati orang lain. Beberapa point yang dapat kita lakukan untuk dapat menjadi berkat bagi orang lain dalam menjalani 13lessing time ini adalah :

1. Sadari panggilan Tuhan dalam diri kita (1 Tesalonika 4:7). Ayat ini dengan tegas dan jelas mengatakan bahwa Allah memanggil kita, Dia pilih kita untuk melakukan perbuatan yang kudus dan Luar biasa melalui kehidupan dan hidup kita. inilah panggilan Allah yang sejati. Namun sayang, banyak orang yang tidak merespon panggilan ini dan merasa bahwa panggilan hidupnya adalah untuk mendapatkan semua keinginannya dan memuaskan semua nafsu pribadinya. Ketika kita bisa menyadari panggilan Tuhan yang sebenarnya dalam hidup kita, jadilah pribadi yang senantiasa melakukan pekerjaan yang kudus dan berkenan kepada Allah.

2. Hidup dalam belas kasihan (Amsal 19:17). Belas kasihan adalah barang yang sangat sangat langka sekarang ini. sangat sulit ditemukan orang yang menaruh belas kasihan kepada sesamanya. Namun, itulah tugas kita. itulah kewajiban kita untuk menaruh belas kasihan kepada mereka yang membutuhkan. Kita harus menjadi orang orang langka dengan memiliki barang yang langka yaitu belas kasihan kepada sesama. Ayat diatas sangat luar biasa, kita diingatkan bahwa jika kita melakukan yang baik kepada sesama, kita memberkati sesama dengan apa yang ada pada kita, maka Tuhan berhutang kepada kita, dan Tuhan yang akan membalas semua perbuatan kita dengan berkat yang berlipat lipat. Jadi sauadara, jangan ragu untuk menjadi berkat bagi sesama, siapa yang menabur, dialah yang akan menuai.

3. Tidak menunda nunda keinginan baik. (Amsal 3:27). Menunda perbuatan baik adalah sebuah sikap yang memperlihatkan bahwa kita belum siap untuk menolong dan memberkati orang lain. Bila hati anda sudah dipenuhi dengan belas kasihan, maka lakukan itu sekarang dan janganlah menunda nunda kebaikan itu. Selama masih ada waktu dan kesempatan untuk kita berbuat baik, maka lakukan kebaikan itu dengan sepenuh hati. Orang yang siap menjadi berkat adalah orang yang melakukan kebaikan tanpa menunda nunda. Manfaatkan waktu dengan baik saudara, selama masih siang, karena malam dan masa kelesuan akan datang, dan orang akan semakin mencintai dirinya sendiri.

Siapkah anda untuk memberkati sesama??bersediakan anda untuk memberkati sesama?? Lakukan saudara, lakukan kebaikan karena inilah tahun untuk diberkati dan memberkati.

Author : Theodorus Miraji Penyiar Radio - Suara Agape FM


Kamis, 16 Juni 2011

NEXT LEVEL

(Ulangan 28:13a)
Tuhan akan mengangkat engkau menjadi Kepala dan bukan ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun”

Hidup manusia selalu mengalami kemajuan. Ilmu pengetahuan dan teknologi adalah contoh bagian kehidupan manusia yang selalu mengalami kemajuan. Bahkan IPTEK mengalami kemajuan dengan luar biasa dan tidak dapat dibendung lagi. Semua hal dapat dilakukan dengan lebih mudah dengan adanya kemajuan dalam bidang IPTEK ini. namun saudara, yang sering kita lupakan adalah kita mempunyai 2 sisi kehidupan, yaitu jasmani dan rohani. Manusia jaman sekarang cenderung hanya memperhatikan kehidupan jasmaninya saja, namun tidak memperhatikan kehidupan rohani. Kitab Hagai mengisahkan keadaan dimana waktu itu bangsa Israel hanya sibuk dengan “rumah” mereka sendiri dan “Rumah Tuhan” dibiarkan menjadi puing dan tidak terurus. Hal ini menjadi cerminan kehidupan manusia sekarang ini, dimanan segala macam urusan daging dipenuhi secara terus menerus, namun urusan rohani menjadi nomor sekian dalam kehidupan kita. bagaimana dengan kita??

Berbicara tentang level kehidupan, sama seperti apa yang diuraikan diatas, maka ada 2 macam level kehidupan, level kehidupan jasmani dan level kehidupan Rohani kita. level kehidupan jasmani kita mungkin sudah ada pada level yang baik. kita mempunyai segudang prestasi yang dapat dibanggakan, namun pertanyaannya sekarang adalah bagaimana dengan level Rohani kita??apakah level Rohani kita sudah dapat “dibanggakan” dihadapan Tuhan yang senantiasa menilai dan melihat akan kehidupan kita?? level kehidupan Rohani yang rendah tidak akan membawa kita kepada keselamatan. Untuk mencapai Surga yang disediakan bagi kita, perlu level rohani yang tinggi karena memang tidak mudah mencapainya. Namun tidak mudah bukan berarti tidak mungkin. Sebab itu kita perlu melihat bagaimana level Rohani kita dihadapan Tuhan. Bila kita melihat bahwa keadaan rohani kita belum baik, maka kita perlu membenahinya, namun bagaimana caranya??

Ulangan 28:13a diatas mengajarkan kepada kita 3 hal yang dapat menjadi perenungan dan instropeksi bagi setiap kita yang mau menghayatinya. Berkat yang tertulis di Ulangan 28 bukan hanya berkat secara jasmani, namun juga berbicara secara Rohani??mengapa?? karena bila kita lihat syarat yang tertulis di ayat 13b, maka kita akan lihat bahwa segala macam berkat yang Tuhan dijanjikan itu akan kita terima apabila kita melakukan apa yang Tuhan sampaikan (Firman) dengan setia di hadapan Tuhan. Bila kita mampu melakukannya, maka saya percaya dan niscaya rohani kita akan mengalami kenaikan level yang tinggi dan baik di hadapan Tuhan. Bila dengan setia kita melakukan kehendak dan Firman Tuhan, maka makin banyak Buah Firman itu ada dalam hidup kita, maka dengan demikian level Rohani kita dijamin mengalami kenaikan. Dan sebagai “hadiah” dan “bonus” dari Tuhan, maka berkat jasmani itu akan mengikuti bahkan mengejar kita. nah, dari ulangan 28 ayat 13a kita akan lihat 3 hal ini :

1. Diangkat Menjadi kepala dan Bukan Ekor.
Siapa yang akan mengangkat dan menjadikan kita kepala??ayat kita jelas mengatakan bahwa “Tuhan akan mengangkat engkau”. Tuhanlah yang akan mengangkat kita menjadi kepala! Namun saudara, tahukan anda bahwa kriteria Tuhan untuk mengangkat kita sebagai kepala itu tidaklah mudah?? Kita harus hidup dalam keadaan yang sesuai kehendaknya agar kita Layak untuk dijadikan dan diangkat sebagai kepala olehNya. Seorang presiden sebuah negara tidak mungkin diangkat menjadi kepala negara dengan sembarangan dan dengan sembrono. Banyak hal yang dipertimbangkan untuk menyatakan seseorang layak menjadi presiden. Nah, bagaimana keadaan kita dihadapanNya?? Untuk mengalami Next Level didalam Rohani kita, maka kita perlu LAYAK dihadapanNya. Melakukan kehendak Tuhan yang tertulis dalam Alkitab adalah satu satunya jalan yang akan membawa kita kepada keadaan Layak itu. Kalau anda ingin mengalami kenaikan level Rohani, nilailah seberapa layak anda dihadapan Tuhan, dan jadilah Layak agar kita diangkat Tuhan menjadi Kepala.

2. Tetap Naik.

Saudara tahu apa arti kata tetap??pastilah kita semua sepakat bahwa tetap berarti selalu dan tidak berubah bukan??“dulu dia adalah anak yang hebat, sekarang dia tetap hebat”. Kalimat sederhana itu mengajarkan kepada kita bahwa tetap berarti: dulu atau sekarang tidak ada perubahan. Kalau dulu hebat dan diaktakan tetap hebat, maka berarti sekarangpun dia tetap ada dalam keadaan hebat. Nah saudara, itu arti kata “tetap”. Namun di point yang ke2 ini kita tidak hanya berbicara masalah tetap, namun juga “Naik”. “tetap Naik”, secara sederhana berarti kita mengalami kenaikan atau kemajuan. Dulu mengalami kemajuan dan sekarang juga mengalami kemajuan dan kenaikan. Tidak berubah! Kalau kita ingin mengalami “Next Level”, maka kita perlu menjaga Ketetapan dalam kehidupan kita, yaitu tetap naik, tetap baik, tetap hebat, tetap taat dan tetap menjadi seperti kehendak Tuhan.

3. Bukan Turun (Tidak Turun)
Penurunan (tidak naik) tidak akan pernah dikatakan sebagai kemajuan sampai kapanpun. Next Level tidak akan pernah mengalami penurunan, itu adalah syarat yang mutlak dan tidak akan diganggu gugat. Yang penting untuk kita perhatikan adalah penurunan itu terkadang disebabkan oleh diri kita sendiri. Kita sendiri yang mengurangi apa yang baik dari kita. sebagai contoh adalah jam doa kita. sering anak Tuhan datang dengan keluhan bahwa dia merasa Tuhan jauh dan tidak dekat, namun setelah ditanya ternyata masalahnya adalah dia mengurangi jam doanya dengan segala macam alasan. Nah, maka hal ini dapat disimpulkan bahwa dia sendirilah yang menurunkan level rohaninya. Nah saudara, jangan sampai apa yang baik itu kita lepasakan. Tuhan berfirman kepada jemaat di Asia kecil melalui Rasul Yohanes bahwa ‘Pegang apa yang baik”. jangan sampai kita lepaskan atau kita kendurkan pegangan kita.

Maukah anda mengalami terobosan dan kenaikan dalam hidup rohani anda??bila mau, lakukan saudara!!lakukan kehendak dan perintah Tuhan!! Layaklah engkau dan teruslah naik. Naik seperti Rajawali yang mengtasi segala badai, naiklah mengatasi segala macam tantangan dan kesulitan bersama dengan Dia! HALELUYA.


Selasa, 14 Juni 2011

Keluargaku adalah Surgaku

Hari ini Nia nampak sedih sekali. Bagaimana tidak? Setiap kali ia bangun pagi, yang ia dapati bukanlah sebuah roti dan teh manis. Tetapi ia selalu mendapati papa dan mamanya bertengkar hanya karena masalah-masalah sepele. Belum lagi adiknya Nara yang setiap pagi selalu teriak-teriak minta ini itu, menyanyikan lagu-lagu aneh dengan suara keras tanpa mempedulikan apakah suaranya fals atau tidak. “Huft, kenapa sih aku dilahirkan di tengah-tengah keluarga yang sangat tidak harmonis?” keluhnya. Nia merasa hidupnya sangat menyedihkan, ia selalu mengeluh kenapa ia tidak dapat merasakan kebahagiaan yang sama dengan apa yang dirasakan oleh teman-temannya. “Andai aku tidak terlahir di dunia ini…” pikirnya saat itu.

Malam hari ketika ia hendak tidur, seperti biasa ia selalu meluangkan waktunya untuk membaca Alkitab dan buku renungan terlebih dahulu. Ketika ia membacanya, hatinya tersentak membaca sebuah tulisan “Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau…” (Yeremia 1:5)

Ia hancur hati, sedih, dan menyesal karena ia sempat berfikir untuk tidak terlahir di dunia. Padahal sebelum ia dibentuk di dalam rahim ibunya, Allah terlebih dahulu mengenal dia, dan menguduskannya. “Bapa..ampuni aku. Maafkan aku yang tidak pernah bersyukur atas keluarga yang sudah engkau berikan kepadaku. Mulai sekarang aku mau belajar untuk mengasihi dan menerima mereka apa adanya. Amin.” Itu adalah doa Nia yang ia naikkan kepada Tuhan sebelum ia tidur.

Saudara, apakah Saudara pernah atau sedang mengalami hal yang sama dengan yang Nia rasakan? Segala sesuatu yang terjadi tidak sesuai dengan yang Saudara inginkan? Mari kita sama-sama belajar dari kisah hidup Nia ini. Tuhan tidak sembarangan memilih kita untuk tinggal dan hidup dalam sebuah keluarga. Tuhan punya maksud dan tujuan yang luar biasa bagi setiap kita. Ketika kedua orang tua kita bertengkar, bersyukurlah karena kita tidak yatim piatu, kita masih punya dua orang tua yang utuh. Ketika Saudara kita seringkali mengganggu kita dengan keributan-keributannya, bersyukurlah kita masih punya Saudara yang ada untuk kita. Saat kita melihat segala sesuatu dari sisi yang baik, maka percayalah hal yang baik pulalah yang akan kita terima. Tuhan Memberkati.


Author : Galih P. (Sekretaris EL-A Youth Ministry)




Pengikut Akun Facebook

Pengikut akun Twitter atau Blogger