Rabu, 02 Juni 2010

Emang Gue Pikirin

Shallom, sauadara-saudaraku sadarkah kita bahwa di dalam diri manusia terdapat sifat egoisme? Tapi kadar egoisme dalam diri seseorang berbeda-beda. Dan egoisme adalah salah satu penyebab seseorang merasa kesepian, merasa seorang diri, dan tidak ada yang memberi perhatian. Sesungguhnya diri kita sendirilah yang menciptakan rasa kesepian itu. Sebelum Saudara bertanya, “adakah seseorang yang mempedulikanku?? Mengapa aku tidak pernah diperhatikan?? Mengapa aku selalu ditinggal sendiri? “ terlebih dahulu tanyakan pada diri saudara, Apakah aku sudahmempedulikan orang lain? Apakah aku tahu kesusahan orang lain? Apakah akku sering meninggalkan orang-orang disekitarku seorang diri??”.

Dengan menanyakan hal tersebut pada diri sendiri, maka saudara akan dapat memahami bahwa bagaimana mungkin seseorang akan mempedulikan saudara ketika saudara tidak mau peduli akan keperluan orang lain. Terkadang saya melihat bahwa banyak jemaat Tuhan suatu gereja hanya melihat dan memberi salam sekali pada jemaat yang baru pertama kali hadir, lalu meninggalkannya setelah memberi salam. Tapi saya jauh lebih sering mendengar seseorang mengeluh karena terkadang tidak diperhatikan oleh teman –teman gerejanya, teman sekitar rumahnya. Saudara terkadang sering salah paham dan merasa sakit ketika ada seseorang yang tidak sengaja meninggalkan Saudara. Tapi sadarkah Saudara bahwa saudarapun sering meninggalkan orang lain, dan orang yang anda tinggalkanpun mengalami rasa sakit seperti yang saudara rasakan.

Sadarkah saudara bahwa terkadang sikap egois itu muncul tanpa disadari. Egois selalu membuat anda merasa kurang perhatian. Karena itu belajarlah mengerti dan tidak marah ketika seseorang secara tidak sengaja nampak seperti meninggalkan saudara, karena mungkin saat itu saudara sedang dalam kondisi yang tidak memungkinkan untuk diajak keluar atau bermain bersama. Dan berusahalah untuk idak menyalahkan orang lain atas kesendirian saudara. Tapi belajarlah melihat, memperhatikan, dan memahami situasi orang lain. Tanggalkan egoism dan obsesi pribadi saudara tentang orang lain, maka saudara tidak akan pernah sendiri, karena sesungguhnya orang-orang disektar saudara mengasihi dan menyayangi saudara. Tuhan Yesus Memberkati. (Sdr Hizkia)

From Zero To HERO

“From Zero to Hero” mungkin ini adalah satu – satunya judul yang kurang lebih tepat untuk menyaksikan cinta kasih Tuhan dalam kehidupan saya. Kesaksian ini adalah kesaksian yang mengubah kehidupan saya sampai saat ini. Yang membuat saya semakin percaya bahwa Tuhan membuat segala sesuatunya menjadi mungkin.
Kesaksian saya dimulai dengan pengalaman buruk saya semasa SD. Pada waktu kelas 1 SD saya adalah anak yang sangat rajin. Tapi bukanlah rajin dalam artian yang baik dan benar melainkan rajin membolos, rajin tidur – tiduran, rajin tidak membuat PR, dan segala bentuk kerajinan dalam konotasi negative lainnya. Dan buah dari kerajinan itu adalah saya mendapat rapor dengan warna yang sangat menyala yaitu merah dan satu kata yang sangat luar biasa yaitu, “Anda dinyatakan tidak naik ke kelas 2.”
Saat menerima rapor kelas 1 saya merasa sangat terkejut dan hanya bisa menyesali buah dari kemalasan saya. Namun saya merasa tidak terima atas rapor yang saya terima karena saya melihat ada teman saya yang sesungguhnya jauh lebih kurang pintar dari saya naik tapi kelas. Selama masa liburan setelah kenaikan kelas 1 saya mulai berubah dengan jalan banyak belajar, dengan harapan guru akan berubah pikiran menaikkan saya ke kelas 2. Namun semuanya terjadi tidak sesuai yang diharapkan. Saya tetap memberontak dan memilih masuk ke ruang kelas 2 bukan ke ruang kelas 1 dimana saya seharusnya berada. Di kelas 2 saya berusaha menunjukkan kemampuan membaca saya dengan lancar, dan menjawab pertanyaan guru. Namun guru saya tidak sadar bahwa saya bukan muridnya. Sampai suatu ketika nilai saya akan dimasukkan dan nama saya tidak ada dalam daftar nilai. Akhirnya guru mengetahui bahwa saya murid kelas 1. Saat itu saya dipanggil kepala sekolah dan diminta membuat pilihan yaitu apakah bertahan di sekolah tersebut tapi duduk di bangku kelas 1, atau naik dengan syarat meninggalkan sekolah. Dan saya putuskan untuk meninggalkan sekolah, karena saya merasa mampu dan layak duduk di kelas 2. Disini saya belajar bahwa kita menuai segala yang kita tabur, dan benih yang telah kita tabur tidak akan bisa kita pungut lagi. Tidak ada waktu untuk menyesali segala yang terjadi karena semuanya tidak akan bisa kita ulangi. Tapi Tuhan senantiasa memberi waktu dan menunggu kita untuk memperbaiki kesalahan itu.
Kesaksian saya dilanjutkan dengan sebuah acara wacana warsa (perpisahan untuk murid – murid yang telah lulus). Saat itu saya melihat bahwa lulusan terbaik mendapatkan berbagai penghargaan, pujian, tepukan tangan, dan tangis dari kedua orang tua yang membesarkannya. Saya hanya bisa duduk diam melihat kondisi saya. Saya merasa sangat jauh bila dibandingkan dengan siswa berprestasi tersebut. Dalam hati saya hanya bisa iri dan ingin suatu saat menjadi seperti siswa berprestasi tersebut untuk membuat hati kedua orang tua saya bangga. Namun saya berkaca kembali dan saya mendapati bahwa untuk naik kelas saja saya susah, apalagi untuk masuk rangking 10 besar, dan untuk mendapatkan rangking 1, lalu akhirnya menjadi siswa terbaik di sekolah. Saya merasa seperti peribahasa “Si pungguk merindukan bulan” dan saya berpikir bahwa tidak mungkin saya bisa melakukannya. Namun saya punya keinginan yang sangat kuat untuk membuat orang tua saya bangga pada saya. Untuk membuat orang tua saya dengan bangga berkata bahwa “itu anak saya!!!”
Dan semenjak itu pun saya betul – betul mau berubah. Saya sungguh – sungguh dengan sabar menanti mimpi saya yang sangat sulit itu menjadi nyata. Ternyata saudara Tuhan sungguh membuka jalan sedikit demi sedikit bagi saya. Hasil belajar dan kerja keras saya membuahkan hasil yang cukup baik meski belum mewujudkan mimpi saya. Saat kelulusan tingkat SD saya mendapat juara 4 umum. Tapi saat SD jumlah siswanya masih sangat sedikit, dan saya tahu bahwa itu bukanlah hasil yang bisa dibanggakan. Saya tetap berjuang sampai ke tingkat SLTP. Akhirnya dengan kerja keras saya baru bisa mendapatkan rangking 1 di kelas 3, namun itu hanya untuk satu kelas bukan ranking secara umum. Tapi saya sangat bersyukur pada Tuhan karena atas Kekuatan dan KuasaNya saya dapat kuat mengejar mimpi saya. Dan singkat cerita saat SLTP saya menjadi Juara Umum ke 3.
Namun saudara setelah lulus SLTP saya mulai lelah belajar dan merasa sudah cukup puas dengan prestasi saya di SLTP. Di SMU saya ingin memuaskan diri dengan bermain, saya bosan untuk selalu belajar dan belajar. Dan kemalasan saya membuat saya tidak meraih apapun di SMU. Saat lulus SMU saya melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Pada saat itu seorang dosen berkata pada mahasiswa – mahasiswa baru, “Kalian semua mulai disini dari 0 (nol), tidak peduli dulu kalian sepintar atau sebodoh apapun, dan kejarlah mimpi kalian di sini.” Saat itu saya tersadar dan terbangun dari kemalasan saya, dan saya ingat saya masih punya satu mimpi yaitu, “Menjadi yang terbaik dan membuat orang tua saya bangga.” Saat menjadi mahasiswa saya benar – benar banting tulang untuk mengejar mimpi saya itu, karena perguruan tinggi saya anggap sebagai kesempatan terakhir untuk mewujudkan mimpi saya. Beberapa semester saya merasa tidak ada harapan untuk jadi yang terbaik, karena di semester – semester awal puluhan mahasiswa mempunyai IPK yang jauh lebih tinggi daripada saya. Namun saya tetap konsisten dengan tekad saya. Dan akhirnya pada tahun ke 3 usaha saya membuahkan hasil manis karena secara tidak sengaja saya tahu bahwa IPK saya saat itu adalah yang tertinggi. Saya berusaha sekuat tenaga mempertahankannya. Dan perjuangan saya berbuah manis akhirnya saya berhasil mendapatkan IPK tertinggi saat wisuda. Dan atas prestasi saya itu akhirnya mama saya tercinta diundang untuk memberikan sambutan didepan puluhan mahasiswa dan orang tua mahasiswa yang hadir. Dan saya hanya bisa berkata, “Tuhan tidak ada kata mustahil dalam kamusMu.” Saya berterimakasih pada Tuhan karena saya berhasil mengejar mimpi saya setelah lebih dari 12 tahun. Saya seorang yang dulunya untuk naik kelas pun susah, seorang yang membuat orang tua saya menangis bukan karena kepandaian melainkan kebodohan saya, seorang yang tidak pernah dipertimbangkan sebagai siswa yang kelak akan meraih suatu penghargaan, dan saat ini telah Tuhan angkat untuk menerima anugrahNya memperoleh yang terbaik.
Melalui kesaksian ini saya ingin mengingatkan pada saudara bahwa “tidak ada kata tidak layak untuk mimpimu” karena Tuhanlah yang akan membuat mimpi tersebut layak bagimu. Tuhan tidak melihat masa lalu saudara yang mungkin penuh dengan berbagai dosa dan kesalahan, tapi Tuhan mau melihat bagaimana saudara mengubah masa lalu saudara dan berusaha mengejar mimpi saudara. Karena itu saudara kejarlah mimpimu karena “Tidak ada yang tidak layak untuk sebuah mimpi selama Tuhan yang membuka pintu bagimu”. Tuhan Yesus Memberkati. (Kesaksian Dari Sdr Hizkia)






Seperti seorang Ibu

Anda pasti pernah merasakan kasih dari orang tua. Sekalipun terkadang sering terjadi perselisihan atau perbedaan pendapat antara kita dengan orang tua kita namun tidak akan pernah kasih orang tua kita luntur daripada kita. Bahkan seorang ibu telah menjaga sekalipun saat masih dalam kandungan. Namun tidak selamanya orang tua kita akan terus menjaga kita. Kita semua pastilah mengalami tahap pertumbuhan. Sehingga kelak suatu saat kita harus berpisah dari mereka.

Pada masa pertumbuhan, kita pasti akan mengalami tahapan merangkak, berdiri, lalu berjalan. Apakah seorang ibu akan selalu memegang anaknya dalam masa pertumbuhannya??ketika seorang anak belajar merangkak, maka seorang ibu yang bijaksana akan memperhatikannya dan sesekali memegangnya. Ketika seorang anak masuk dalam masa pertumbuhan yang lebih jauh lagi, yaitu berjalan, maka seorang ibu akan memperhatikan anak itu dan melepaskan pegangan tangannya dan dari kejauhan seorang ibu akan menyemangati anaknya dan berkata, “Ayoo berjalanlah sampai kemari anakku!!”. Ketika anak itu terjatuh, sang ibu akan langsung datang menghampiri anak itu dan membangunkan anak itu dari tempat terjatuhnya. Disini kita melihat bahwa sang ibu selalu memperhatikan anaknya dan mengijinkan anaknya sekali dua kali terjatuh, namun sang ibu melakukan semuanya itu agar anak tersebut terus bertumbuh.

Tuhan juga sama seperti itu. Tuhan melihat kita dan berharap kita dapat terus bertumbuh, Tuhan ijinkan kita sekali dua kali terjatuh namun Tuhan selalu membangunkan kita agar kita tetap dapat berdiri tegak dan terus berjalan ke depan. Namun terkadang kita menjadi salah paham terhadap Tuhan, kita merasa Tuhan tidak selalu berada disisi kita, tidak selalu memegang tangan kita sehingga terkadang kita merasa sendiri. Namun Tuhan kita seperti seorang ibu yang terus mengawasi pertumbuhan kita dan Tuhanpun selalu menunggu kita, untuk bertumbuh dan datang kepadanya. Jadi, jangan pernah merasa sendiri, karena Tuhan senantiasa mengawasi, dan menjaga kita. Mari bertumbuh dalam pengawasanNya. JCLU. (Sdr Hizkia)

Senin, 19 April 2010

Segala Sesuatu Ada Waktunya

(Pengkhotbah 3:11)
Suatu anugerah yang luar biasa yang kembali Tuhan berikan kepada saya. Berikut ini adalah sepenggal kesaksian hidup saya.
Saya lahir dan dibesarkan dilingkungan orang percaya. Dari kecil saya mengikuti Sekolah Minggu sampai saya beranjak dewasa. Tuhan izinkan saya untuk duduk dibangku kuliah. Disini saya mulai hidup dilingkungan yang membuat saya semakin jauh dengan Tuhan. Merokok,minum alkohol dan berbohong kepada orang tua, sudah menjadi hal yang sangat biasa saya lakukan tanpa takut atau beban sedikitpun. Walaupun demikian tiap Minggu saya tetap kegereja. Bisa dikatakan sebagai suatu rutinitas dan karena takut orang tua marah jika saya sampai bangun kesiangan apalagi jika tidak berangkat kegereja. Tidak ada perubahan apa-apa ketika saya berangkat dan pulang dari gereja. Sesekali saya bisa meneteskan air mata ketika saya mendengar puji-pujian yang dinaikkan yaitu ketika saya sedang sedih atau mendapat masalah. Namun hal ini belum mampu merubah cara hidup saya sehari-hari. Sampai suatu ketika saya benar-benar terpuruk dan untuk kedua kalinya saya menghubungi Daniel teman gereja saya, agar dia mendoakan dan mengajak beribadah saya. Dan saya rasa kali ini benar-benar waktu yang Tuhan berikan untuk saya. Karya Tuhan yang luar biasa memulihkan saya, tangan kasih-Nya menjamah saya, sehingga perlahan saya mulai bisa meninggalkan kehidupan duniawi dan segala dosa-dosa yang membuat saya sulit menemukan hadirat Tuhan.
Kini semakin hari Tuhan semakin melawat saya, dan sayapun mulai melihat betapa nyata kasih-Nya. Saat ini segala masalah tidak kuhadapi sendiri lagi tapi dengan Yesus yang selalu ada untuk saya. Saudara, kiranya melalui kesaksian ini setiap kita semakin dikuatkan, dan kiranya apapun yang menjadi keadaan Saudara saat ini tetaplah mengucap syukur kepada Tuhan. Karena dalam segala keadaan kita Ia selalu setia dan tak kan pernah meninggalkan kita. Tuhan Yesus Membarkati. (Sdr Ning)

Jeritan Kesepian

(Matius 27 : 46)

Saudara pernah mendengar jeritan???

Jeritan anak kecil yang ditinggal oleh ibunya, jeritan pasien rumah sakit yang kesakitan, jeritan seorang yang sudah tidak memiliki siapapun atau jeritan-jeritan yang lainnya. Saudara pasti pernah mendengar satu diantara jeritan tersebut.

Tetapi ini berbeda dengan jeritan yang saudara dengar. Jeritan yang begitu mengharukan, jeritan yang begitu menyayat hati, jeritan yang begitu besar menanggung penderitaan orang. Inilah jeritan kesepian. Jeritan ini terdengar dari sebuah bukit. Jeritan yang keluar dari mulut sang Mesias diatas kayu salib, Ia berkata “Eli Eli Lama Sabakhtani??”(AllahKu-AllahKu mengapa Kau meninggalkan Aku). Inilah jeritan Yesus diatas kayu salib yang menanggung begitu banyak dosa dunia. Inilah yang Yesus takutkan. Bukan karena Dia menanggung siksaan, hajaran atau cambukan bukan juga karena ejekan-ejekan dan olok-olokan ketika dipengadilan. Bukan juga karena Dia harus menanggung rasa sakit saat kedua tangan dan kakiNya dipaku. Ketakutan yang sempat terlintas adalah ketika membayangkan semua yang akan ditanggungkan kepadaNya karena dosa-dosa yang tidak Dia lakukan, namun harus Dia tanggung.

Kiranya jeritan kesepian Yesus ini lebih dari cukup untuk mewakili kasihNya kepada kita. Jangan sia-siakan pengorbanan Yesus diatas kayu Salib untuk menebus dosa kita. Jangan pula kita menyia-nyiakan kasih Yesus yang begitu luar biasa kepada kita.

Oleh Sdr.Dodik

Mukjizat Itu Nyata

Saudara, tanpa kita sadari waktu berlalu dengan begitu cepatnya. Sepertinya belum lama kita merayakan Paskah yang memperingati tentang kematian dan kebangkitan Yesus. Tetapi bulan ini kita sudah merayakannya kembali.
Selalu ada keajaiban yang Tuhan lakukan dan mujizat itu sungguh nyata dalam kehidupan ini. Satu pengalaman pribadi yang benar-benar saya alami Saudara, sehingga membuat saya kagum dan heran akan Kuasa Tuhan. Kejadian itu saya alami pada saat kami melakukan ibadah Padang untuk merayakan Paskah bagi anak-anak Sekolah Minggu pada tahun lalu. Sebelum hari H kami para Guru merundingkan dan beberapa kali melakukan rapat untuk menyusun acara tersebut. Akhirnya diputuskanlah ibadah Sekolah Minggu dilakukan ibadah padang. Kami beribadah Padang di suatu tempat yang bernama Kampung Percik. Acara demi acara kami susun, salah satunya adalah kegiatan Out bond. Karena tempat serta acara sudah pasti maka kami terus bergumul untuk kelangsungan acara. Terutama untuk cuaca, karena saat itu sedang musim hujan. Berdoa, bergumul dan terus memohon pertolongan Tuhan itulah yang kami lakukan. Daerah sekitar yang hendak kami pakai selalu kami bawa dalam doa agar tidak ada hambatan apapun saat kami melakukan kegiatan tersebut. Namun yang paling kami gumuli secara lebih saat itu adalah untuk cuacanya. Karena seringkali keadaan cuaca yang tidak terduga yang kami hawatirkan, awalnya panas tiba-tiba hujan lebat turun dan kami tahu kalau hal tersebut terjadi, maka acara untuk Out Bond tidak dapat berjalan lancar.
Hari H telah tiba, kami bersiap-siap untuk berangkat ke tempat yang akan kami gunakan untuk melakukan ibadah Padang yaitu Kampung Percik. Saat kami hendak berangkat ke lokasi, kami melihat awan sudah mendung. Namun, kami tetap berangkat dengan iman dan percaya bahwa Tuhan akan melakukan hal yang luar biasa. Sesampainya di Kampung Percik apa yang kami pikirkan sebelum hari H terjadi, disana turun hujan yang cukup deras. Kami segera memulai ibadah kami dan berharap hujan akan reda ketika kami selesai melakukan ibadah nanti.
Ibadah berlangsung dengan begitu menyenangkan, anak-anak terlihat gembira dan sangat memperhatikan saat Firman Tuhan disampaikan. Mereka juga sangat antusias menjawab, saat guru yang bertanya mengenai Firman yang baru saja selesai disampaikan. Ibadah telah selesai namun hujan tak kunjung reda. Kami berusaha menunggu beberapa saat sampai hujan reda, awalnya kami sudah putus asa sehinga kami pikir acara untuk Out Bond akan dibatalkan karena cuaca yang tidak mendukung. Melihat hal itu ibu Gembala kami langsung menyuruh kami semua baik Guru-guru maupun anak-anak Sekolah Minggu untuk berdoa secra sungguh-sungguh kepada Tuhan agar Tuhan meredakan hujannya dan acara dapat terus berjalan. Khususnya untuk daerah-daerah yang akan kami lewati untuk Out Bond. Akhirnya kami mulai bergandengan tangan dan kami mulai berdoa kepada Tuhan. Setiap kami berdoa dan memohon kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh supaya Tuhan yang meredakan hujan bagi tempat-tempat yang akan kami gunakan untuk melakukan Out Bond.
Sesaat setelah kami mengakhiri doa kami dengan kata “Amin..” maka kami melihat mujizat mulai Tuhan nyatakan. Hujan perlahan-lahan mulai reda, kami menunggu sampai hujan benar-benar reda. Karena kami melihat cuaca sudah mendukung untuk melakukan Out Bond, maka kami segera melakukannya. Dan Puji Tuhan Saudara, karena selama kami melakukan Out Bond hujan tidak turun lagi sampai acara selesai. Tuhan mendengar dan menjawab sesuai apa yang kami doakan. Hal itu terbukti, saat ada salah satu dari Guru Sekolah Minggu yang hendak Foto Copy. Foto Copy itu letaknya berada diluar daerah-daerah yang kami doakan dan ia kembali lagi serta mengurungkan niatnya untuk Foto Copy dikarenakan hujan didaerah sana turun dengan sangat deras. Rasa kagum serta rasa syukur yang tidak dapat terlukiskan saat itu memenuhi hati saya. Saya sangat heran dengan keajaiban yang Tuhan lakukan pada saat itu.
Saudara, melalui kesaksian ini kita mau sama-sama belajar untuk sungguh-sungguh ketika kita berdoa kepada Tuhan. Supaya apa yang kita minta akan segara Tuhan berikan karena mujizat Tuhan itu sungguh nyata. Ingat juga Saudara Firman Tuhan yang tertulis dalam Yak 5:16b disana dengan jelas dituliskan bahwa doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan sangat besar kuasanya. Tuhan Yesus Memberkati.
Oleh sdri. Kiok

Pengorbanan Sejati (Yohanes15 : 13)

Saudara-saudara yang terkasih didalam Tuhan, sering kali kita melihat pengorbanan-pengorbanan yang dilakukan oleh manusia untuk sesamanya. Mulai dari pengorbanan yang terkecil misalnya berkorban materi, sampai pengorbanan yang besar. Misalnya, berkorban nyawa demi seseorang, itupun masih jarang kita jumpai. Namun, pengorbanan tersebut tidak sebanding dengan pengorbanan Yesus yang mati di kayu Salib. Memang berkorban untuk seseorang adalah suatu hal yang sangat baik, apalagi kalau sampai merelakan nyawanya. Biasanya pengorbanan yang dilakukan manusia karena ada sesuatu yang mendasarinya. Mungkin karena ia ingin dijuluki sebagai seorang pahlawan, karena suatu kewajiban, karena ada sesuatu yang diinginkan, atau bahkan mungkin karena kita hanya sekedar ingin membalas budi terhadap orang yang sudah berbuat baik kepada kita.

Dan biasanya dalam melakukan pengorbanan pasti ada pihak yang diperlakukan tidak adil. Misalnya saja saat terjadi pertempuran antara satu bangsa dengan bangsa yang lain. Tentu saja para pejuang saat itu berusaha keras membela Negara mereka masing-masing dan tidak mungkin membela bangsa yang mereka anggap sebagai musuh. Mereka berusaha menyelamatkan rakyat yang ada pada bangsa mereka sendiri dan tidak mempedulikan bangsa lain. Jika ada salah satu orang diantara bangsa yang sedang bertempur tadi, melihat musuh mereka berada dalam satu penderitaan, mereka tidak akan berusaha untuk membantunya. Mereka lebih cenderung akan memanfaatkan keadaan untuk membunuh musuhnya tersebut. Namun, berbeda dengan Yesus. Ia berkorban untuk siapa saja tanpa memandang siapakah yang Ia perjungkan. Ia juga tidak memihak kepada siapapun sehingga tidak ada pihak yang dirugikan. Malahan semua diuntungkan, karena Ia sendiri yang menjadi ganti atas setiap penderitaan yang seharusnya kita tanggung. Yesus juga memiliki dasar mengapa Ia berbuat seperti itu, mengapa Ia mau berkorban. Ia mau disiksa, dianiaya, diludahi, dihina bahkan sampai disalibkan. Mengapa Ia mau seperti itu? padahal seharusnya itu semua kita yang harus menanggungnya. Alasan itu bukan karena kita memiliki banyak kelebihan, atau karena kita memiliki harta yang berlimpah, atau karena hal-hal lain yang kita miliki. Namun satu alasanNya adalah “karena Ia sangat mengasihi kita!!”.

Setelah kita merenungkan betapa besar pengorbanan yang sudah Yesus lakukan bagi setiap kita, apakah kita masih ingin terus menyakiti-Nya dengan cara kita tidak hidup sesuai firman-Nya dan menuruti hawa nafsu kita sendiri? Atau kita mau berusaha untuk membalas setiap kebaikan-Nya dengan cara menyerahkan seluruh hidup kita untuk Tuhan. Karena Ia sudah melakukan pengorbanan yang sejati bagi setiap kita. Mari ubah ubah cara hidup kita yang sering menyakti hati Tuhan menjadi hidup yang selalu rindu untuk menyenangkan hati-Nya. Tuhan Yesus Memberkati. (sdr Danang)

Senin, 22 Maret 2010

Semua Yang Ada Padaku Adalah Dari Dia, Oleh Dia Dan Untuk Dia

Shallom,,
Saya akan mengawali kesaksian ini dengan sebuah pernyataan bahwa “Tuhan kita adalah Tuhan yang sangat Luar Biasa, Tuhan kita adalah yang terbaik yang kita miliki”. Sangat sedih melihat banyak orang percaya yang belum dapat merasakan kebaikan dan kebesaran Tuhan yang sama-sama kita sembah. Saya berkata demikian bukan karena saya sudah menjadi orang yang sempurna, bukan karena saya sudah mampu melakukan semua yang Tuhan perintahkan. Saya masih belajar dan terus belajar untuk menjadi seperti yang Tuhan mau.

Saya adalah anak dari seorang ibu yang merelakan dirinya menjadi Hamba Tuhan. Dengan demikian, hal yang rohani bukanlah hal yang asing bagi telinga saya. Namun, semua memang hanya ada di telinga tanpa pernah saya masukkan dalam hati ataupun saya lakukan dalam hidup ini. Semua Firman yang saya dengar dari ibu saya ibarat asap yang sebentar sudah menjadi hilang. Meskipun dari saya kecil saya sudah dipenuhi dengan karunia Roh Kudus, namun saya sama sekali tidak tertarik dengan dunia pelayanan. Hal itu yang membuat saya menjadi orang yang malas sekali untuk pergi ke gereja. Dan sudah pasti hidup saya menjadi sangat berantakan dan penuh dengan kubangan dosa. Karena ayah saya tidak bersama dengan saya maka saya berani dan memutuskan untuk menjadi anak yang nakal dimanapun saya berada. Disekolah saya dikenal sebagai perusak dan ibu saya menjadi langganan orang tua yang dipanggil guru ke kantor karena semua kenakalan yang saya lakukan. Dirumah saya menjadi anak yang “kotor” karena mengenal dunia pornografi yang menjerat hidup saya dengan sangat kuat. Saya lebih memilih untuk menikmati hal-hal yang bersifat nafsu sesaat daripada harus pergi ke gereja dan melayani. Bertahun-tahun saya hidup dalam dunia “gelap”. Ibu saya tidak mengetahui hal ini dan menganggap saya adalah anak yang baik dan bisa diandalkan padahal pada kenyataannya saya adalah anak yang nakal dan sama sekali tidak bisa dibanggakan. Prestasi sekolah saya jauh dari anggapan baik. Nilai rapor saya termasuk terjelek disekolah saya.

Saat ujian SMP, hampir saja saya tidak lulus kalau saja waktu itu saya tidak menyontek teman yang lebih pintar. Ya, itulah saya yang dulu dengan segala hal yang sangat buruk untuk dilakukan. Sampai satu hari saya merasa tinggal didalam sebuah kesendirian yang amat sangat. Saya merasa bahwa apa yang sudah saya lakukan sama sekali tidak mendatangkan kebahagiaan yang saya cari-cari. Kesepian tersebut berlangsung sangat lama sampai suatu hari saya menemukan “Sesuatu yang berbeda”. Entah mengapa saya merasa bosan dengan hidup yang sudah saya jalani selama ini. Saya berkesimpulan bahwa INI BUKAN HIDUP SAYA. Walau saya tidak tahu darimana saya harus mengubah semua yang sudah saya lakukan, namun dengan berani saya mencoba untuk melangkah kedalam dunia yang saya “tidak suka”. Saya memutuskan untuk mengikuti pelayanan Ibu saya di kota Solo. Tiap hari minggu saya harus bangun pagi –sesuatu yang paling saya tidak suka- untuk mengikuti pelayanan ini. Sebuah pelayanan yang kecil, yang hanya dihadiri oleh beberapa jiwa saja. Semua jemaat berbahasa Roh dengan sangat aneh (Itu anggapan saya dulu) namun, saya hanya bisa diam dan mengantuk. Pikiran saya membayangkan sesuatu yang tidak semestinya.

Namun kasih Allah memang sangat Luar Biasa, saya dirubahkan menjadi orang yang sama sekali berbeda. Di suatu ibadah, saya tidak dapat menahan air mata dan kerinduan yang puluhan tahun saya pendam dalam-dalam, yaitu untuk merasakan kehadiran Tuhan dalam hidup saya. Kehadiran yang merubah kesepian ini menjadi sukacita yang tidak terbatas. Saya merasa waktu itu ada tangan besar dan sangat bercahaya terbuka dan menarik saya untuk masuk dalam dekapanNya. Melihat saya menangis dengan sangat keras maka Ibu saya sebagai Hamba Tuhan yang melayani ibadah tersebut menumpangkan tangannya keatas kepala saya dan dengan hal tersebut saya makin tidak dapat menahan semua yang ada dalam hati saya. SAAT ITU SAYA DIPULIHKAN TUHAN. Beberapa bulan setelah kejadian tersebut, saya memutuskan untuk dibaptis. Usia saya waktu itu adalah 17 tahun. Usia yang sebenarnya cukup lama untuk tinggal dalam dosa dan menerima pertobatan yang sesungguhnya. Banyak teman yang seusia dengan saya, mereka sudah melayani dan mengalami pertumbuhan iman yang tinggi. Namun, justru diumur itulah saya mengawali sebuah perjalanan panjang menuju kesempurnaan bersama dengan Tuhan. Saya dibaptis setelah menyelesaikan ibadah paskah. Hari itu saya menjadi pribadi yang baru. Saya menjalani sebuah era baru yang dulu saya lupakan.

Hari-hari baru saya berjalan penuh dengan tantangan dan berbagai cobaan yang diluaskan terjadi dalam hidup saya. Saya mulai terjun dalam dunia pelayanan. Saya membantu Ibu saya untuk memberitakan kebaikan Tuhan bagi semua orang. Saya aktif dalam berbagai pelayanan, baik Sekolah Minggu, pra remaja, remaja, maupun umum. Banyak hal ajaib yang Tuhan kerjakan dalam pelayanan yang kami lakukan. Saya yang dahulu adalah seorang pemalu yang minder dengan keadaan dan kekurangan saya, namun dirubah Tuhan menjadi orang yang berani bagi kemuliaanNya. Saya tidak pernah membayangkan berada dalam posisi saya yang sekarang. Saya yang dahulu sangat sangat jauh dan berbeda dengan apa yang saya jalani saat ini. Walaupun banyak godaan yang terkadang membuat saya lemah, namun tangan Tuhan selalu dan pasti akan selalu menjaga saya dalam setiap perjalanan Iman yang saya lakukan. Saat ini saya sedang merasa dibawa Tuhan ke ladang pelayan yang lebih besar yang Tuhan sudah siapkan. Saya percaya janji dan rancanganNya akan terus berlaku dalam hidup saya selamanya. Saat ini karena kebaikan Tuhan saya dipercaya untuk melayani disebuah radio kristen yang ada di Salatiga. Saya juga dipercaya untuk menjadi koordinator pelayanan bidang Sekolah Minggu di gereja tempat saya berjemaat.

Akhirnya saudara, saya ingin menyampaikan kepada anda semua bahwa Allah kita adalah Allah yang tiada duanya. Dia mampu melakukan perkara yang tidak dapat terpikirkan oleh kita sendiri. Melalui artikel ini saya mengajak anda semua untuk bersama – sama berusaha dan terus berusaha untuk menjadi sepertiNya. Semua yang ada pada hidup anda dan saya adalah karena Tuhan dan oleh Tuhan. Dan semua prestasi, pujian dan kebanggan yang kita raih mari kita persembahkan untuk Dia. Tuhan memberkati anda dan selamat menjadi pribadi-pribadi yang berbeda bersama dengan Yesus



Oleh sdr. Theo

The Reason To Live

Saudara-saudara yang terkasih, terkadang kita sebagai anak – anak Tuhan tidak mengetahui dengan jelas apa alasan dan tujuan hidup kita. kita sering berkata “ hidup itu mengalir saja, ikut sama yang di Atas ”. perkataan ini tidaklah salah, memang benar kita anak – anak Tuhan harus belajar hidup sesuai jalan dan kehendak-Nya. Tapi perkataan ini lebih mencerminkan kehidupan seorang yang tidak mempunyai alasan untuk hidup. Perkataan ini mencerminkan kehidupan seseorang yang tidak punya cita – cita dan tujuan hidup yang jelas.

Ketika kita tidak mempunyai tujuan hidup yang jelas atau alasan hidup yang tidak jelas, maka hidup kita adalah hidup dengan cara “ ala kadarnya “. Kita tidak akan bersusah payah untuk mengejar target kita, kita tidak akan mau menderita demi tujuan hidup kita. Kita akan memilih duduk diam, bersantai – santai melihat kehidupan kita.

Oleh karena itu saudara, marilah kita belajar memiliki alasan hidup yang jelas. Ada banyak hal yang dapat kita jadikan alasan untuk hidup. Baik keluarga kita, sahabat kita, orang- orang disekitar kita, cita – cita kita, atau alasan apapun yang kita jadikan pemicu untuk kita bersemangat menjalani hidup ini. Jangan hidup hanya dengan cara yang ala kadarnya. Karena Tuhan Yesus memberikan kita hidup untuk menjalankan fungsi dan tugas masing – masing. Jadikanlah hidup kita berkenan untuk kemuliaan nama Tuhan.

Namun perlu kita ingat bahwa sesungguhnya ada satu alasan utama untuk kita hidup, yaitu HIDUP DEMI YESUS. Yesus yang telah memberikan segalanya bagi kita, Yesus yang telah menjadikan kita sebagai alasan untuk memberikan diri-Nya disiksa dan disalibkan. Adakah alasan yang lebih besar untuk kita hidup selain Yesus Anak Allah yang begitu mengasihi kita???. Oleh karena itu, kita mau katakana bahwa “YESUS ENGKAULAH ALASAN UNTUKKU HIDUP”. (oleh saudara Hizkia)

Kamis, 04 Februari 2010

Menjaga Tali Persaudaraan Antar Umat Beragama

Buku Renungan "Farel"


Telah terbit Renungan harian "FAREL".Renungan harian ini bisa anda dapatkan pada persekutuan doa kami atau bisa memesan melalui no telepon (0298) 311931. Saran dan kritik dari saudara sangat berharga buat kami agar buku renungan "FAREL" menjadi semakin baik.

MukjizatNya Selalu Ada


Saya adalah seorang wanita berumur 72 tahun. Memang umur yang sudah sangat tua, banyak hal yang sudah terjadi dalam kehidupan saya. Awalnya saya tidak mengenal siapa Yesus dan bagaimana kasihNya dalam kehidupan manusia. Saya beragama Budha. Dan lama sekali saya menganut kepercayaan tersebut. Meskipun anak saya sudah menjadi percaya dan menerima Yesus dalam hidup mereka, awalnya saya tetap teguh dengan keyakinan saya sendiri dan saya terus hidup dalam ketidak tahuan saya tentang siapa dan bagaiman Yesus. Tidak hanya itu, saya juga hidup dalam berbagai kejahatan yang saya anggap tidak menjadi masalah apabila saya lakukan. Saya adalah seorang penggila judi togel,saya juga banyak hidup dalam kebohongan dalam hal hutang piutang. Banyak orang menjadi tidak suka dengan keberadaan saya karena apa yang sudah saya lakukan.

Sampai akhirnya, suatu hari terjadi sesuatu yang merubah hidup saya. Kejadian yang merubah segalanya. Kejadian yang menjadikan Yesus menjadi yang pertama dalam hidup saya ini. Suatu hari saya divonis dokter menderita sakit jantung koroner yang sudah agak parah. Tiap 1 bulan sekali, saya harus periksa ke dokter ahli jantung di semarang. Semakin lama tidak kunjung sembuh, tetapi malah sering kambuh. Tahun 1991 suami saya meninggal sehingga tidak ada biaya untuk berobat. Sepertinya tidak ada jalan untuk saya sembuh karena makin hari penyakit ini akan menjadi makin parah, dan kalau tidak segera dioperasi maka nyawa saya yang akan terancam. Anak ke2 saya yang adalah seorang Hamba Tuhan, mengingatkan kepada saya bahwa hanya Yesus yang akan menjadi harapan hidup saya. Dia meminta saya untuk membuka persekutuan dirumah dan sayapun diminta untuk mengikuti ibadah yang asing dan tidak pernah saya lakukan sebelumnya. Awalnya saya hanya mengikuti ibadah tersebut tanpa memberikan hati saya sepenuhnya kepada Tuhan. Sampai akhirnya mata hati saya mulai terbuka dan saya mulai mencoba untuk datang menghampiri tahta Yesus yang ajaib. Saya selalu berdoa tiap malam dengan doa “Tuhan, kalau Engkau kehendaki saya beumur panjang, tolong sembuhkan saya namun semua saya serahkan kepadaMu”. Setiap malam saya hanya mampu berdoa dan berdoa karena hanya itu yang saya bisa lakukan. Saya mulai merasakan dekapan kasih yang selama ini tidak pernah saya temukan dari siapapun. Kasih yang mampu membuat air mata saya menangis tiap kali menghampiriNya. Dan sampai akhirnya terjadi sesuatu yang LUAR BIASA. Ketika saya periksa ke dokter, saya divonis sembuh 95%. Jantung saya sehat sampai sekarang dan jantung koroner itu tidak pernah kambuh lagi. Puji Tuhan.

Bukan hanya penyakit jantung koroner yang secara ajaib Dia nyatakan dalam hidup saya ini. Bahkan saya mau katakan bahwa sangat banyak yang Dia nyatakan dalam hidup saya yang membuat saya tidak mampu meninggalkan Dia. Mata saya pernah mengidap katarak dan harus

dioperasi. Namun lagi2 hanya dengan doa penuh penyerahan kepada Yesus, mata saya disembukan dengan sangat ajaib sehingga untuk ke2 kali saya lolos dari meja operasi. Makin lama saya makin menyadari bahwa tangan Tuhan memproses anakNya dengan sesuatu yang terkadang tidak sesuai dengan keinginan. Ketika saya ada di kota Jakarta untuk berkumpul bersama dengan anak saya, saya sangat menikmati semua aktifitas disana. Di masa tua saya, saya sangat dimanjakan oleh kasih sayang anak-anak saya. Namun suatu hari lagi-lagi saya harus mengalami proses dari Tuhan. Saya terjatuh dari tangga dan menyebabkan urat saya terjepit sangat parah. Lagi-lagi saya harus dihadapkan dengan vonis dokter bahwa saya harus operasi. Dokter berkata bahwa operasi membutuhkan biaya ± 80 juta dan harus pergi ke Singapura. Apa yang harus saya lakukan??saya seperti putus asa. Saya tidak bisa berjalan dan hanya bisa duduk dirumah. Saya tidak mampu membiayai operasi yang harus saya lakukan ini. Dan lagi-lagi hanya doa yang bisa saya lakukan. Dan ternyata Yesus adalah dokter segala dokter yang ajaib. Tanpa harus pergi ke sinagapura dan operasi, saya sembuh dan mampu berjalan lagi hanya karena tangan Tuhan yang menjamah kaki saya. Saya semakin menyadari bahwa saat saya merelakan tempat tinggal saya untuk banyak orang beribadah, maka sesungguhnya Tuhan sendiri sering dan selalu ada di tempat tinggal saya. Dekat dengan saya. Dia selalu melihat bagaimana keadaan dan kondisi saya.

Di suatu ibadah pemuda remaja pada satu sore. Kondisi tubuh tua saya tiba-tiba drop dan saya merasa badan saya sangat panas. Waktu anak-anak muda yang dipakai Tuhan sedang beribadah saya hanya bisa membaringkan diri di tempat tidur dan saat itu saya melihat ada seorang berpakaian sangat putih masuk ke kamar saya. Dia sangat ramah kepada saya. Orang berjubah putih ini tidak membuat saya takut namun malah membuat hati saya begitu damai. Saya melihat Dia makin mendekat dan akhirnya Dia menjamah kepala saya dengan sangat halus. Detik itu juga, tanpa obat dan dokter Saya SEMBUH. Dan ini yang terakhri akan saya bagikan kepada anda semua. Tanggal 12 November saya diperhadapkan dengan satu pilihan yang sangat sangat sulit. Saya diminta anak-anak saya untuk pergi ke Jakarta dalam rangka periksa penyakit di kaki saya karena entah kenapa kaki saya menjadi sangat sakit kembali.

Apakah Mujizatnya sudah berakhir??tentu saja pernyataan ini sangat salah karena apa yang saya alami makin membuktikan kuasaNya yang sangat dahsyat bagi umatNya. Suatu hari saya mendengar dengan jelas suatu suara yang berkata “anakKu, pergilah engkau ke Jakarta. Aku akan mengantarmu dan jangan takut engkau! Dengan iman saya berangkat ke Jakarta dan beberapa hari di ibukota, Yesus kembalil menyatakan kuasaNya, kaki saya sembuh dan bahkan saya bisa berkeliling pasar untuk mencari pakaian yang saya inginkan. Saudara, semua yang terjadi dalam hidup saya berawal dari sebuah langkah yang saya lakukan yaitu MEMBIARKAN YESUS LAHIR DAN HIDUP DALAM HATI SAYA. Mari di hari natal ini kita membiarkan Yesus lahir dan menguasai hidup anda dan saya maka “MUJIZAT AKAN SELALU ADA. HALLELUYA.

Oleh Ny. Winarsih

Selasa, 22 Desember 2009

Ani model salatiga

group musik

tebak angka

waoo

TANGANNYA MENJAMAH DAN MENYEMBUHKANKU DARI PENYAKIT YANG SANGAT MENGERIKAN

Shallom,
Aku adalah seorang anak lelaki berusia 23 tahun, yang hidup dalam segala keterbatasan dan segala keadaan yang Tuhan berikan kepadaku. Aku mengakui bahwa mungkin aku belum bisa memberikan seluruh hidupku kepada Tuhan. Masa kecilku dihiasi dengan segala kenakalan dan kejahatan yang aku lakukan. Hampir semua perbuatan yang tidak baik sudah pernah aku lakukan. Bahkan tatkala aku tumbuh menjadi seorang remaja,aku masih terus berusaha untuk menjadi lebih baik dalam Tuhan. Suatu kali saat aku masih remaja, Tuhan meluaskan sesuaatu yang sangat mengerikan terjadi dalam kehidupanku. Didalam badanku yang ceking waktu itu, suatu penyakit berbahaya dan mematikan menyerangku. Penyakit yang saat itu menjadi wabah bagi sebagian masyarakat Indonesia,penyakit yang kata sebagian besar dokter dapat mengakibatkan kematian bagi penderitanya. Aku sakit demam berdarah. Tidak berhenti hanya dengan penyakit itu, namun demam berdarah yang aku derita sudah sampai pada stadium 3. darah segar sangat sering keluar dari hidungku ini. Ketika ibuku membawaku ke dokter untuk meminta saran dan masukan, dokter memvonis bahwa kalau sampai tengah malam panas yang aku derita tidak mengalami penurunan,maka aku harus mendapat perawatan intensif di rumah sakit. Waktu itu aku melihat raut wajah takut dari ibuku. Adikku masih sangat kecil untuk mengetahui apa yang terjadi kepadaku. Kami pulang kerumah dengan perasaan yang hancur. Dalam hati aku bertanya, “apa yang akan terjadi kepadaku??”. Jantungku terus berdetak kencang karena hari mulai gelap, atas perintah ibuku,akupun tidur dan menunggu apa yang akan terjadi kepadaku malam ini! Aku mendengar ibuku terus dan tidak berhenti berdoa kepada Tuhan. Doa yang sangat penuh dengan hati yang hancur. Aku yakin, waktu itu mamaku sangat takut sebab selain penyakitku yang sudah parah, keadaan ekonomi keluarga kami tidak mencukupi untuk menanggung semua kebutuhan rumah sakit kalau sampai aku harus menginap di rumah sakit. Malam itu aku terlelap dalam tidur karena badanku yang sangat lemas. Sayup aku masih mendengar ibuku berdoa. “Sampai kapan dia akan terus berdoa??” itu ada dalam benakku. Apa yang terjadi kemudian??
Ketika aku membuka mataku di pagi hari,bukan rumah sakit yang aku lihat. Aku tidak melihat suster yang seharusnya merawar aku, aku tidak melihat dokter yang seharusnya menusukkan jarum suntik kepadaku. Aku malah melihat wajah ibuku yang tersenyum. Apa aku sudah meninggal karena penyakit yang parah ini??tidak.. aku masih hidup dan aku merasa badanku sembuh..yaaa, aku sembuh dari penyakit mematikan
Namun, tidak sampai disitu tanganNYA bekerja atasku. Waktu aku masih duduk di bangku kelas 6, aku bersekolah di sekolah dasar di pulau ambon. Waktu itu kerusuhan yang terjadi disana memaksa aku untuk pulang ke salatiga. Aku pulang dengan sebuah kapal motor yang sangat megah, kapal yang sangat terkenal. Namun sesuatu yang tidak pernah terbayang dibenakku aku alami di kapal tersebut. Di kapal nan megah itu tangan Tuhan untuk kesekian kali menekan dan membiarkan sebuah virus yang sangat berbahaya masuk kedalam tubuhku yang masih tetap kecil. Lagi-lagi ibukulah yang melihat keanehan yang terjadi kepadaku. Aku tidak ingat apapun!! Sama sekali tidak ingat!!. Ibuku membeberkan apa yang terjadi kepadaku waktu itu. Aku seperti orang mati yang masih dapat berjalan. 3 hari aku tidak sadar dengan segala hal yang aku lakukan. Aku membuka celanaku di dekat tempat tidur dan kencing disitu, aku seperti seorang anak abnormal yang hidup denga duniaku sendiri. Lagi-lagi aku harus dibawa kedokter. Dan lagi-lagi analisa yang sangat menyeramkan aku dapat. Dokter berkata kepda ibuku bahwa virus yang ada ditubuhkku waktu itu akan bermuara di 2 organ vital tubuhku. Jantung dan Otak, itu yang akan diserang oleh virus itu. Sangat menyeramkan,sangat menakutkan. Bila virus ini sudah sampai disalah satu bagian vitalku tersebut, maka tidak ada kata lain selain MATI. Ibuku hanya bisa kembalii berdoa kepada Tuhan tentang apa yang aku alami ini. Sekali lagi Tuhan menunjukkan mujizatNYA kepadaku. Dalam waktu satu malam juga, virus ini pergi!! Virus yang seharusnya menyerang otak atau jantungku malah pergi dari tubuhku ini. Ketika aku bangun dari “tidur panjangku” aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Namu satu hal yang aku tahu, TUHAN sudah menyembuhkanku dan tanganNYA menyembuhkan aku dari sakit yang sangat parah. Terima kasih Tuhan…

Cerita di atas adalah kesaksian yang dialami oleh Sdr. Andi Feriawan

Selasa, 08 Desember 2009

Liburan Yuk ...

5 Cara Teduh bersama Tuhan

1.Sediakan waktu yang tepat. (Efesus 5:6)
Pilihlah waktu yang tepat agar saat kita teduh tidak terganggu.
2.Tenangkan hati.(Mazmur 37:7)
Berdiam dirilah dan sadari kehadiran Tuhan.
3.Mohon pertolongan Roh Kudus (Yesaya 11:2)
Mintalah pertolongan Roh Kudus supaya kita memperoleh hikmat yang dari pada Tuhan.
4.Baca dan renungkan Firman Tuhan. (Yosua 1:8)
Bacalah Alkitab sebelum kita berdoa.
5.Mulailah berdoa. (2 Korintus 13:7)
Berdoalah bukan hanya untuk diri kita sendiri, melainkan berdoalah juga buat
orang lain.

(Oleh saudara Yefta)

Tangan Yang Menopang


Shallom..
Puji Tuhan jika Saudara saat ini diberi kesempatan dan waktu oleh Tuhan Allah kita untuk dapat membaca buletin yang menceritakan tentang kebenaran kasih Kristus ini.
Seperti yang kita ketahui bahwa kasih Tuhan kepada umatNya tidak pernah ada habisnya dan selalu baru. Kasih Tuhan ibarat mentari yang selalu menyinari dunia tanpa henti dan seperti sungai yang mengalir dengan deras. Oleh Karena itu edisi bulan ini New Refresh mengangkat tema “TANGAN YANG MENOPANG”. Karena kasihNya yang besar, maka tangan Tuhan selalu teguh menopang setiap kita. Tuhan tidak menginginkan kita terjatuh dan tergeletak ,Tuhan selalu teguh menopang setiap beban dan permaslahan kita. Saat kita berseru dan berserah kepadanya maka tangan Tuhan sendiri yang akan memampukan kita di dalam melewati badai kehidupan ini. Tetapi sering kali di dalam menghadapi permasalahan kehidupan ini kita menjadi ragu dan tidak sabar, sehingga kita cenderung menggunakan kekuatan kita sendiri. Kita menjadi lupa bahwa tangan Tuhan sanggup melakukan apapun. Hal inilah yang sekarang banyak terjadi dalam kehidupan umat manusia dan bahkan di dalam kehidupan kehidupan anak-anak Tuhan sendiri. Didalam himpitan permasalahan ekonomi yang melanda hampir di seluruh Negara, bencana alam yang datang silih berganti, permasalahan politik yang kacau, nilai moral yang semakin turun, ataupun permasalahan-permasalahan pribadi seperti keluaraga yang tidak harmonis, pekerjaan, rasa tertolak, pasangan hidup dan sebagainya membuat orang-orang hidup dalam tekanan yang terus menerus dan tanpa jalan keluar akan membuat kita menjadi stress dan bahkan kehilangan akal sehat kita. Itulah yang membuat masa-masa seperti sekarang ini menjadi mencekam dan kurang bersahabat. Orang-orang lebih suka berpikiran pendek dan menghadapi permasalahannya dan tidak sedikit pula orang-orang yang berpaling dari Tuhan karena mereka tidak sanggup menghadapi tekanan.
Saudara yang dikasihi Tuhan, saat ini Tuhan mengingatkan dan mengajak kita untuk setiap kita berseru dan berserah kepadaNya. Tuhan sangat rindu untuk menolong dan mengangkat kita dari dalamnya lubang permasalahan kita. Tangannya tidak kurang kuat untuk membuka jalan keluar bagi kita. Dan yang terpenting, tanganNya akan selalu menopang tubuh kita untuk kita dapat berdiri tegap bersamanya di dalam menghadapi permasalahan kita.
Oleh karena itu, kita harus selalu percaya bahwa Tuhan dapat melakukan apapun juga. Kemudian kita juga harus selalu berserah kepada kehendakNya dan bukan keinginan kita. Yang terakhir, kita harus selalu bersandar di dalam jalan kebenaranNya. Tuhan memberkati.

“Tangan-Mu telah menjadikan aku dan membentuk aku, berilah aku pengertian, supaya aku dapat belajar perintah-perintah-Mu.” (Mazmur 119:73) (Nathanael-Elayouth)

Pengikut Akun Facebook

Pengikut akun Twitter atau Blogger